Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

BE YOUR OWN LEGEND: Karlsruher Pernah Jadikan Kim Kurniawan Striker

logo Goal.com Goal.com 29/11/2017

Mengenalkan diri sebagai fullback ketika ke Indonesia, Kim kini jadi dinamo lini tengah Persib Bandung.

Melalui seri #BEYOUROWNLEGEND, Goal Indonesia akan mengikuticerita Kim Jeffrey Kurniawan. Pemain naturalisasi asal Jerman yangmenempuh jalan berliku untuk merebut hati para penggemar sepakbola.Mulai dari Persema Malang, bermain futsal, hingga kemudian menemuititik balik bersama Pelita Bandung Raya, kini Kim menjadi pujaanbobotoh Persib Bandung, meski awalnya sempat diragukan. Ikutikisahnya mengatasi rintangan dan menjadi salah satu legendasepakbola Indonesia!

Banyak yang masih mempertanyakan apa sebenarnya posisi naturaldan peran dari Kim Kurniawan yang dalam tiga tahun terakhir menjadimesin llini tengah tim yang diperkuatnya.

Kim memperkenalkan diri sebagai fullback ketika membela PersemaMalang, klub pertamanya di Indonesia, pada 2011. Kala itu, TimoScheunemann yang mengajak Kim ke Tanah Air.

Kim Jeffrey Kurniawan siap bermain maksimal untuk mengalahkan Barito Putera © 2017 Goal.com Kim Jeffrey Kurniawan siap bermain maksimal untuk mengalahkan Barito Putera

"Mungkin karena juga berat saingannya, di tengah waktu itu adaBima Sakti dan Robbie Gaspar. Dan kebetulan tidak ada bek kiri.Jadi, ya sudah. Buat saya tidak jadi masalah, asal saya bisamembantu tim. Saya main di situ," ungkap Kim kepada GoalIndonesia.

"Tapi itu hanya enam bulan sampai satu tahun. Setelahnya main ditengah dan itu masih tergantung juga. Biasanya [dalam formasi] tigagelandang, main di tengah. Itu biasanya tergantung juga main samasiapa. Saya bisa menjadi gelandang bertahan, saya bisa jadibox-to-box, jadi tergantung partner-nya."

Mulai mengenal sepakbola sejak usia empat tahun, Kim merupakanjebolan Karlsruher, tim yang berasal dari kawasan barat Jerman,persisnya sebelah timur hulu sungai Rhine. Klub tersebut mendidikKim di berbagai posisi, dari mulai belakang hingga depan.

"Lucunya, awalnya saya masuk klub, saya berusia enam tahun danitu saya menjadi striker. Mungkin itu salah satu kehebatan[pembinaan] di Jerman, mereka memang dari kecil mencoba-coba disemua posisi," cerita Kim dengan sedikit tertawa.

"Jadi selama saya main di Jerman, junior 13 tahun, semua posisisaya mainkan, mungkin cuma kiper yang tidak. Selain itu, semuaposisi saya mainkan dan memang beberapa tahun terakhir di junior,mungkin 16, 17, 18, 19 tahun sudah diketahui 'Oh, ini agak main ditengah'."

"Mau itu ofensif apa defensif, dua-duanya bisa. Dan itu mungkinjuga salah satu keunggulan saya sebagai pemain. Karena kalau sayapikir, pelatih senang punya pemain yang bisa bermain di banyakposisi."

Pelita Bandung Raya -- klub yang memberikan angin kedua bagi Kim-- memberikannya peran gelandang yang box-to-box atau bahkan kerapmenyerang. Kini bersama Persib, Kim lebih sering dijadikan back-upHariono sebagai gelandang jangkar.

"Walaupun sebenarnya senang main bareng [Hariono]. Menurut saya,Hariono tidak tergantikan. Tapi tergantung dia sendiri, maunyasampai kapan, pastinya saya selalu ada di samping dia," pungkasKim, yang mengakui bahwa Hariono kerabat terdekatnya di Persib.

"Postur tubuhku yang kecil sering menjadi kelamahanku, tapidengan keinginan yang tak kenal lelah aku bisa menyingkirkankelemahanku. Sekarang giliranmu, cari tahu kekuatanmu. Latihkekuatan itu dua kali lebih kuat sampai mereka tak lagi melihatkelemahanmu. Buktikan kalau kamu bisa menjadi The Next Legend!"

FROM ZERO TO HERO: Ikuti lima inspirasi dari kisahhidup perjalanan Kim Kurniawan. Berlatih dua kali lebih kuat, TheTrue Sportmanship! Ikuti pula kisah berikutnya dari KimKurniawan, eksklusif di Goal Indonesia!

More from GOAL.com

image beaconimage beaconimage beacon