Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Berita Tenis: Kisah Jelena Dokic Diteror Ayah, Dicambuk, Diludahi

logo Tempo.co Tempo.co 14/11/2017 Tempo.co

TEMPO.CO, JAKARTA - Mantan atlet tenis dunia, Jelena Dokic, mengungkap sisi kelam dalam perjalanan kariernya. Dalam otobiografinya yang baru diterbitkan ia menyatakan telah mengalami perlakuan yang mengerikan dari ayahnya, Damir Dokic, selama 13 tahun, sejak usia 6 tahun.

Dokic, 34 tahun, mengungkapkan bahwa dirinya mengalami kekerasan fisik dan verbal. Ia sering dicambuk ayahnya jika gagal di lapangan. Ia mengaku ingat betul, pernah dicambuk begitu parah hingga kehilangan kesadaran. Petenis Australia yang lahir di Yugoslavia itu juga dipukul dan diludahi.

Meskipun serangannya hampir konstan, Dokic mengungkapkan pemukulan terburuk terjadi setelah kalah pada kejuaraan du Maurier Open di Kanada pada tahun 2000.

“Itu adalah kenangan buruk yang akan kuingat selamanya,”ujar Jelena. "Sakitnya tak hanya fisik, tapi secara emosional."

Dan hal buruk lainnya bertambah sejak ia berusia 19 tahun. Ayahnya melecehkannya secara verbal dengan memanggilnya dengan sebutan “pelacur”.

© Disediakan oleh Tempo.co Jelena Dokic dan ayahnya. (thesun.co.uk)

Tak jarang kekasaran ayahnya itu juga dipertunjukkan di lapangan dan pernah menghancurkan posel milik wartawan. Damir sempat diskor selama enam bulan dan pernah pula diusir dari arena Wimbledon. Pada 2009 pria ini juga dipenjara di Serbia karena mengancam duta besar Australia dengan granat.

Karier Dokic mencapai puncaknya saat mencapai perempat final Wimbledon tahun 1999, dan semi final pada tahun 2000. Ia pensiun sebagai pemain tenis pada tahun 2014 karena memiliki tiroid di dalam tubuhnya. Kini ia menjadi pelatih dan kolumnis.

THE SUN | DAILYMAIL | NAWIR ARSYAD AKBAR

Lainnya dari Tempo.co

image beaconimage beaconimage beacon