Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Carlo Ancelotti, Roberto Mancini & Deretan Kandidat Pengganti Giampiero Ventura

logo Goal.com Goal.com 15/11/2017

Siapa pelatih yang paling pas menangani Gli Azzurri yang tengah dalam kekacauan akibat gagal lolos ke Piala Dunia tahun depan?

Gagal lolos ke Piala Dunia 2018 merupakan mimpi buruk bagiItalia, yang berarti untuk kali pertama dalam 60 tahun terakhirmereka tak mampu melaju ke putaran final turnamen. Dan catatannegatif itu membuat Giampiero Ventura kehilangan jabatannya sebagaipelatih.

Harapan Gli Azzurri untuk bisa tampil di Rusia pada musim panastahun depan harus pupus setelah ditahan imbang tanpa gol olehSwedia dalam duel leg kedua play-off kualifikasi zona Eropa, hasilyang meloloskan lawan mereka dengan agregat 1-0.

Masa bakti Ventura di timnas Italia berakhir, dengan namanyasejajar dengan Alfredo Foni pada 1958 silam yang juga gagal membawapasukannya lolos ke Piala Dunia. Yang menarik untuk dinantikansekarang, siapakah sosok pelatih baru yang akan ditunjuk menanganitim pemenang empat kali Piala Dunia yang tengah berada di momenterendah dalam generasi ini?

CARLO ANCELOTTI Tak ada pelatih lain yang berstatus bebaspekerjaan selain Carlo Ancelotti saat ini. Pemenang gelar di limaliga bergengsi Eropa dan tiga trofi Liga Champions, sang jurutaktik berusia 58 tahun sekaran tak terikat dengan klub mana punselepas dilengserkan oleh Bayern Munich pada September lalumenyusul awalan buruk di Bundesliga Jerman musim ini.

Mungkin saat ini adalah waktu yang tepat bagi Ancelotti untukmenjalankan peran bersama timnas dengan reputasi besarnya sebagaipemenang di lima negara berbeda, terlebih ia adalah sosok yangdikenal tak gemar memberikan posi latihan berlebih bagi parapemain. Gaya kepelatihannya mungkin akan cocok dengan batasan waktuyang bakal hanya menangani tim di pentas internasional.

Ancelotti bisa dibilang yang paling diunggulkan menjadi pelatihbaru.

ANTONIO CONTE

Setelah berhasil menjalani kiprah sebelum ini sebagai pelatihItalia, Conte mungkin bisa kembali kurang daru dua tahun selepasmengantarkan Gli Azzurri melaju hingga perempat-final Euro 2016.Sama seperti pemenang Piala Dunia, Marcello Lippi yang kembalimenangani timnas pada 2008 lalu setelah dua tahun kampanye buruk dibawah Roberto Donadoni, jadi sang manajer Chelsea disebut cocokuntuk membenahi kekacauan tim saat ini.

Adanya spekulasi soal kabar negatif hubungan antara Conte danpetinggi Chelsea membuatnya mungkin bakal berpisah dengan kampiunLiga Primer Inggris tersebut. Dan salah satu kritikan yangdialamatkan pada Ventura adalah sang pelatih dinilai gagal menyamaiidentitas Italia yang sebelumnya ditangani Conte.

GIAN PIERO GASPERINI

Gasperini menjadi salah satu nama yang muncul sebagai kandidatpelatih Italia saat Conte memutuskan mundur untuk menangani Chelseapada 2016 lalu, namun pada akhirnya Ventura yang terpilih. Sejakmenangani Atalanta pada musim panas tahun lalu, sang pelatihberusia 59 tahun memimpin timya bersaing di papan atas Serie A dankini hanya butuh satu poin untuk lolos ke fase gugur LigaEuropa.

Mantan pelatih Genoa tersebut memang memiliki kiprah buruk saatmenangani tim top dengan hanya melewatkan lima pekan sebagaipelatih Inter Milan pada 2011 lalu, tapi saat itu memang situasi diInter sedang dalam kesulitan transisi sepeninggal Jose Mourinho.Selebihnya, Gasperini sudah membuktikan kapasitasnya bersama Genoadan Atalanta.

MAURIZIO SARRI

Karier Sarri memang merupakan salah satu yang nomaden di Italia,namun sejak tiba di Serie A bersama Empoli pada 2014 lalu, iadengan cepat menjadikan namanya sebagai pelatih yang paling cerdikdalam hal taktik di Eropa. Napoli yang diasuhnya saat ini, menjelmasebagai tim yang memainkan sepakbola menyerang nan indah, suksesmenjadi runner-up Serie A musim lalu dan bahkan memimpin klasemensementara musim ini.

Kesuksesaannya dalam menangani Napoli membuat namanya mulaidibandingkan dengan pelatih legendaris Italia, Arrigo Sacchi meskisanjungan tersebut ditolaknya. "Jika saya memutuskan pensiun hariini maka saya tak akan dikenang, karena saya belum memenangkan apapun. Saya pikir perbandingan dengan Arrigo Sacchi adalah hinaanuntuknya," tegas Sarri.

Sebuah kesempatan promosi karier menuju puncak kursi kepelatihandi sepakbola Italia mungkin bisa menjadikan Sarri sejajar denganSacchi nantinya.

MASSIMILIANO ALLEGRI

Tidak ada kemungkinan untuk melewati Juventus di pentas domestiksejak penunjukkan Allegri sebagai pengganti Conte pada 2014 lalu.Awalnya ada keraguan di benak fans Juventus soal kehadiran mantanpelatih AC Milan tersebut, namun sang pelatih berusia 50 tahunlangsung memberikan kepuasaan dengan membawa Bianconeri meraihscudetto tiga kali beruntun, dua Coppa Italia dan juga membawa timlolos ke dua final Liga Champions dalam tiga tahun terakhir.

Juventus mungkin tempat terbaik bagi Allegri dengan segalakesuksesannya saat ini, meski musim ini perjuangan mempertahankangelar juara Serie A semakin berat dengan kebangkitan para rival.Hanya saja, kans untuk menjadi pelatih negaranya mungkin takmenjadi daya tarik besar baginya, dengan baru-baru ini ada klaimdari dirinya yang menyebut "obyektif bagi timnas adalah mendapatkanhasil, bukan bermain bagus, karena jika Anda berlatih bersamasekali dalam sebulan maka tak bisa bermain bagus". Hal itumengindikasikan ia tak memperhitungkan parameter kerja sebagaipelatih timnas.

LUIGI DI BIAGIO

© 2017 Goal.com

Di Biagio mungkin paling dikenang dalam momen kegagalanmenendang penalti yang membuat Italia tersisih dari Piala Dunia1998 saat bertemu tuan rumah Prancis, namun sejak menjalani kariersebagai pelatih mulai dari bersama timnas Italia U-20 pada 2013menggantikan Devi Mangia serta U-21, ia telah mengembangkanreputasinya.

Gagal membawa skuat muda Italia lolos dari fase grup Euro U-21pada 2015 lalu, ia memperbaiki kinerjanya dengan mengantarkantimnya lolos ke semi-final pada edisi 2017 dan mendapat pujiandengan gaya sepakbola yang diterapkannya. Meski belum punyapengalaman bersama klub, sang pelatih berusia 46 tahun mungkin bisajadi sosok yang tepat menangani skuat senior berkat kesuksesannyabersama pasukan usia muda.

ROBERTO MANCINI

Sukses memenangkan scudetto beruntun bersama Inter dan membawaManchester City juara Liga Primer Inggris untuk pertama kali dalam44 tahun terakhir, Mancini sudah menyemen panggung kesuksesan bagidirinya di level top. Hanya saja, sejak mengantarkan City ke titeldramatis pada 2012 lalu, Mancini hanya memiliki satu koleksi trofiPiala Turki dan baru-baru ini kabarnya tak puas dengan kondisikariernya sebagai manajer Zenit St Petersburg di Rusia.

Di tengah kariernya yang mengalami penurunan belakangan ini,Mancini masih punya banyak waktu untuk memperbaikinya. Dan sangpelatih berusia 52 tahun tak menutupi punya harapan untuk bisamelatih Italia pada satu titik, dengan ucapannya: "Bisakah sayamenjadi pelatih Italia di masa depan? Setiap pelatih punya mimpimasing-masing, dan bagi saya akan menjadi kehormatan dan kebangaan.Saya akan siap."

More from GOAL.com

image beaconimage beaconimage beacon