Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

CATATAN: Ketika Gerard Pique Membaurkan Sepakbola Dengan Politik

logo Goal.com Goal.com 04/10/2017

Gerard Pique sedang menguji kemampuan kita membaca relasi antara sepakbola dan politik.

Polemik Gerard Pique yang mengomentari berlangsungnyareferendum Catalunya memunculkan lagi perdebatan tentang bagaimanamembaca relasi antara sepakbola dan politik.

Di sebagian kalangan penggemar sepakbola selalu munculkecurigaan bahwa politik atau penguasa berlomba-lomba menunggangisepakbola guna meraih tujuan dan kepentingan mereka. Berbagaicatatan sejarah menjadi alasan yang kuat. Pemerintahan fasis BenitoMussolini dan junta militer Jorge Rafael Videla menjadikanpenyelenggaraan Piala Dunia 1934 dan 1978 sebagai bagian daripropaganda. Keberhasilan Italia dan Argentina menjadi juara duniadimanfaatkan sebagai model keberhasilan rezim masing-masing.

Sebagian penggemar lain menganggap sepakbola merupakanperjuangan kelas yang tanpa henti. Sejak diciptakan, sepakbolamenjadi olahraga populer yang disukai banyak orang. Sakingbanyaknya penggemar, pernah muncul larangan resmi memainkansepakbola di tempat umum. Atau, seperti metafora dalam film EscapeTo Victory, sepakbola menjadi simbol perlawanan kepadapenguasa.

Di era modern, sasaran kebencian beralih kepada elite yangmenguasai pengelolaan atau sirkulasi finansial sepakbola. Sebutlahkelompok G-14 yang pernah bertekad membentuk liga breakaway gunameraup profit sebanyak-banyaknya dari duit jualan hak siar. UEFAbertindak cepat dengan menerapkan perubahan peraturan kepesertaanLiga Champions. Resep itu cukup ampuh meredam ambisi para elite.(Tapi, apakah sejauh ini sudah terbukti efektif?)

Bagi kalangan yang lain, sepakbola adalah pertarungan identitas.Simak seluruh riwayat pendirian klub sepakbola yang pernah ada dimuka bumi, sejarah mereka menceritakan siapa mereka. Mulai daritempat asal, logo, latar belakang para pendiri, anggota klub,hingga taktik yang mereka mainkan di lapangan.

Buktinya, PSSI didirikan sebagai alat perjuangan bangsa.Soeratin menjadikan sepakbola sebagai sarana memupuk kecintaankepada tanah air Indonesia. Maka itu, PSSI marah besar ketika NIVU(asosiasi sepakbola bentukan pemerintah kolonial Hindia Belanda)ingkar janji menggelar pertandingan yang menentukan keberangkatantim yang akan berpartisipasi di Piala Dunia 1938. Meski anak bangsayang tampil di Prancis kala itu, mereka tampil dengan seragam danbendera Hindia Belanda.

Perkembangan sepakbola sebuah negara diyakini sangat eratkaitannya dengan kondisi sosial politik negara tersebut.

Jurnalis Italia era 1960-an, Gianni Brera, pernah melontarkanteori menarik tentang kenapa catenaccio begitu identik dengannegaranya. Catenaccio adalah taktik bertahan yang menjemukan,sambil mengandalkan serangan balik. Menurut Brera, catenacciomerepresentasikan karakter masyarakat emigran Venesia (tempatlahirnya taktik itu) yang harus bertahan dalam situasi sulit supayatetap bisa makan.

Di Belanda, total football lahir seiring derasnya kebebasan aruspemikiran serta maraknya arsitektur pemanfaatan tata ruang. DiBrasil, jogo bonito adalah representasi gaya hidup masyarakat yangartistik.

Di Argentina, fans terbelah dalam paradoks abadi. Romantismesepakbola indah Cesar Luis Menotti membuahkan gelar juara dunia diera pemerintahan junta militer Videla. Sukses itu diteruskan CarlosBilardo, yang pragmatis, tetapi timnas Argentina melalui dasawarsapenuh kerja keras dengan rasio kemenangan terendah dalam sejarahmeski mampu dua kali menembus final Piala Dunia.

© 2017 Goal.com

SIMAK JUGA: Dukung Referendum, Pique Dicemooh FansSpanyol

Akhir pekan lalu, Pique terang-terangan melawan kutipan terkenalRuud Gullit: "Jangan pernah membaurkan sepakbola denganpolitik".

Pemerintahan otonom Catalunya menggelar referendum kemerdekaanpada 1 Oktober, yang dinyatakan inkonstitusional oleh pemerintahSpanyol. Oleh karenanya, referendum merupakan kegiatan ilegal danaparat keamanan dikirim guna mencegahnya. Bentrokan punterjadi.

Pertandingan lanjutan Primera Liga Barcelona versus Las Palmas yang tepat digelarpada hari referendum sontak terombang-ambing dalam ketidakpastian.Jika menolak bertanding, Barcelona terancam sanksi pengurangan enampoin. Jalan tengah diambil. Pertandingan tetap berlangsung, tetapitanpa dihadiri penonton. Dikepung keheningan Stadion Nou Camp yangberkapasitas hampir 100 ribu orang, Barcelona menang telak 3-0.

SIMAK JUGA: "Main Tanpa Penonton PengalamanTerburuk"

Bukan kemenangan telak Barcelona atau atmosfer hampa yangmenjadi pemberitaan utama, melainkan komentar Pique. Diawali denganmengkritik Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy. "Dia pemegangkendali pemerintahan, pergi berkeliling dunia, dan tidak pandaiberbahasa Inggris. Itulah tingkatannya," ucapan pemain 30 tahun inipun menjadi bahan pemberitaan.

Kecaman menghampiri Pique pada sesi latihan terbuka timnas Spanyol, yang akan melalui dua lagapamungkas kualifikasi Piala Dunia 2018 pekan ini, di LasRozas. Ribuan fans datang dan bernyanyi cacian untuk sang pemain,"Pique, bajingan, enyah dari timnas." Sebuah poster Pique pun tidakselamat dari sasaran vandalisme.

Pique menawarkan kesediaan untuk mundur dari La Roja seandainyakehadirannya dianggap mengganggu tim dan asosiasi. Pelatih JulenLopetegui dan sejumlah rekan setimnya memberikan pembelaan. SkuatSpanyol setuju, Pique masih memegang peran penting bagi LaRoja.

SIMAK JUGA: Pique Tegaskan Komitmen

Bak politikus ulung yang berupaya menengahi perbedaan pendapat,Pique kemudian menggelar sesi konferensi pers, Rabu (4/10).Tujuannya, selain menghentikan polemik dan fokus pada pertandingan,adalah untuk berdialog.

"Saya tak menyesali apa pun yang telah saya katakan. Kita semuamanusia yang dipengaruhi lingkungan masing-masing dan kita bisamenyatakan pendapat," kata Pique.

"Saya yakin masyarakat Catalunya berhak memilih masa depan danmenghargai perbedaan pendapat. Jadi, mari berdialog."

"Semua orang boleh mengekspresikan pendapat tentang subyektertentu, kenapa pesepakbola tidak diperbolehkan melakukan hal yangsama?"

"Apakah seharusnya Catalunya merdeka? Itu pertanyaan yang sulitdijawab. Apapun yang saya jawab, tidak ada yang benar. Anak-anaksaya orang Catalan, Spanyol, Kolombia, dan Lebanon sekaligus. Asalnegara sudah tidak lagi relevan."

"Sedang terjadi masalah politik dan kita harus menemukan solusimelalui dialog atau keadaan memburuk. Dialog menyelesaikan masalah.Sekarang segala sesuatunya menjadi radikal. Spanyol dan Catalunyaseperti seorang ayah dengan anak yang ingin meninggalkan rumah.Kalau dibujuk, mungkin dia tidak jadi pergi."

SIMAK JUGA: "Sulit Atasi Situasi Pique"

"Hal terpenting saat ini adalah respek dan dialog. Kita harusmencoba dan memahami satu sama lain. Pendapat saya tidak relevan.Terpenting adalah para politisi melakukan tugas mereka danmenyelesaikan masalah dengan berdialog."

"Saya yakin Spanyol dan Catalunya akan menjadi lemah tanpadidampingi satu sama lain."

Impresif. Sikap Pique tersebut adalah sikap yang elegan. Sikapelegan yang sudah dikenal oleh manajemen Barcelona. Adalah Piquedan sang istri, Shakira, yang menjadi ujung tombak dalam menggaetRakuten sebagai sponsor baru klub. Pique juga tercatat sebagaipeserta kursus bisnis hiburan, media, dan olahraga yangdiselenggarakan Universitas Harvard. Bulan lalu, dia memberikanpresentasi kepada ratusan mahasiswa Harvard tentang pentingnya"sikap inklusif, bukan eksklusif".

Barcelona, papar Pique, bertekad membuka diri kepada dunia. KlubCatalunya itu menyadari kebutuhan global, yang pada saat bersamaanmempertahankan ikatan yang kuat dengan suporter lokal mereka. "Klubyang selalu ada untuk suporter meski dalam situasi sulit,"tegasnya.

SIMAK JUGA: Jadwal Kualifikasi Pial Dunia 2018 ZonaEropa

Secara alamiah, Pique mengampanyekan moto terkenal Barcelona,"mes que en club" -- lebih dari sekadar klub. Klub yang dibentuk diawal abad ke-20 itu menjadi simbol utama kebanggaan masyarakatCatalan selama era penindasan diktator Jenderal Francisco Francoantara 1936 dan 1975. Penegasan identitas Catalunya menjadi sangatpenting jika mengingat sejarah aneksasi wilayah mereka oleh RajaSpanyol, Philip V, pada 1714.

Pendiri klub asal Swiss, Hans Max Gamper-Haessig, dengan banggamenyandang nama adopsi Catalan: Joan Gamper. Begitu juga denganJohan Cruyff. Selain menjadikan sejarah identitas klub sebagaialasannya bergabung, Cruyff memberikan nama khas Catalan kepadaputranya: Jordi. Selain itu, Catalunya tercatat pernah membentuktimnas sendiri dan beruji coba melawan negara berdaulat antara lainseperti Nigeria, Brasil, dan Argentina. Bahkan pernah pulamenghadapi Negara Basque.

Relasi sepakbola dan politik yang erat ini menyulitkan upayaotoritas yang hendak membatasi aspirasi di lapangan hijau. FIFAselaku induk sepakbola dunia dengan tegas melarang pernyataanpolitik apapun dalam pertandingan. Pelarangan ini terkadang rasanyatidak adil karena mengekang rasa empati seperti kasus spanduk fansPersib Bandung beberapa waktu lalu atau kasus lambang bungapoppy.

Namun, sampai kapan pun, sepakbola dan politik senantiasa salingmengisi dan mempengaruhi. Takkan pernah terpisahkan.

More from GOAL.com

image beaconimage beaconimage beacon