Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

CATATAN: Soal Penalti, Cristiano Ronaldo Bukan Pengecut

logo Goal.com Goal.com 30/06/2017

Memilih atau dipilih sebagai penendang kelima pada adu penalti, bagi Cristiano Ronaldo keputusan seperti itu adalah sebuah hal yang wajar.

OLEH Gunawan Widyantara Ikuti di twitter

Cristiano Ronaldo mungkin menyesal karena tidak mengambilpenalti lebih cepat di semi-final Piala Konfederasi seiringkekalahan Portugal dari Cile.

Kedua kesebelasan mengakhiri pertandingan normal danperpanjangan waktu dengan skor imbang tanpa gol hingga pemenangharus ditentukan melalui adu tembakan dari titik putih.

Laporan Pertandingan: Portugal 0-0 Cile (AduPenalti 0-3)

Istimewa, Cladio Bravo berhasil menggagalkan tiga penendangpertama Portugal yaitu Ricardo Quaresma, Joao Moutinho dan Nanisementara tiga eksekutor Cile sukses menunaikan tugasnya.

Episode tersebut juga membuat Ronaldo kehilangan kesempatanuntuk mengubah jalannya cerita dan Portugal dipaksa mengubur ambisiberjaya di Piala Konfederasi 2017 setelah sebelumnya meraup suksesbesar dengan merajai Euro 2016 di Prancis.

Cerita ini bagai pengulangan kisah pilu Portugal di semi-finalEuro 2012. Saat itu Selecao berhasil memaksa tim sekelas Spanyoluntuk melakukan adu penalti namun ketika Moutinho dan Bruno Alvesgagal menjebol gawang, Ronaldo tidak pernah mendapat kesempatanuntuk menendang bola.

Meski demikian, empat tahun kemudian Ronaldo mencicipipengalaman menjadi penendang pertama pada adu penalti tepatnya saatPortugal bermain imbang 1-1 di Marseille. Setelah superstar El Realtersebut sukses menggetarkan gawang, Portugal menang 5-3.

Kembali ke Rusia, momen yang melibatkan Ronaldo terkait adupenalti Portugal menuai beragam kecaman mulai dari anggapan hanyaingin menjadi pahlawan hingga komentar yang jauh lebih sinisseperti pengecut dan pemimpin yang buruk.

Tetapi apakah sudah benar penilaian seperti itu?

SIMAK JUGA: Arturo Vidal: Cristiano Ronaldo? PemainSok Pintar!

Dari tribun stadion dan layar kaca, menendang penalti terlihatbukan pekerjaan sulit tetapi lain ceritanya bagi pemain di ataslapangan.

Sebut saja pemain legendaris seperti Roberto Baggio, DiegoMaradona, Frank Lampard, Steven Gerrard dan sederet pemain kaliberkelas dunia lainnya pernah gagal mengeksekusi bola dari titikputih.

Mengambil tendangan penalti terutama di adu penalti dibutuhkanmental yang sangat kuat untuk mengendalikan emosi ditambahperencanaan yang matang karena bukan tidak mungkin, sebelumnyakiper yang akan dihadapi telah mempersiapkan diri secara khususdengan mempelajari kebiasaan lawan.

Dinukil dari michelacosta, Ronaldo sejauh ini bisa membuktikandiri sebagai penendang penalti yang ulung. Total superstar ReaMadrid sudah mengemas 101 gol dari titik putih berbanding gagal 22kali.

Ronaldo tercatat sudah terlibat delapan kali di adu penaltidengan enam di antaranya sukses dia lesakkan.

Meski tidak baku, pemain yang paling diandalkan klub biasanyamenjadi penendang terakhir seperti halnya Ronaldo untuk RealMadrid.

Pada final Liga Champions 2014, Ronaldo jadi penentu kemenanganLos Blancos dengan menyandang status penendang penalti kelima yangberhasil mengandaskan ambisi Atletico Madrid.

SIMAK JUGA: Rahasia Claudio Bravo Tangkis TigaPenalti

Bagi pemain sekelas Ronaldo, tidak peduli memilih atau dipilihmenjadi penendang terakhir merupakan keputusan yang bisa diterimaoleh akal alias bukan sekadar jago-jagoan atau berharap menjadipahlawan di akhir laga.

© 2017 Goal.com

Penendang kelima adalah pemain dengan tekanan dan beban terbesardi momen adu penalti. Harapan luar biasa besar tim, fans, klub,bahkan negara berada di pundaknya.

Maka tidak sebuah hal yang aneh jika pemain yang palingdiandalkan sering menjadi penendang terakhir dengan harapan merekapunya kans yang lebih besar untuk menyegel kemenangan dibandingmenaruh harapan pada eksekutor minim pengalaman pada situasi hidupdan mati.

More from GOAL.com

image beaconimage beaconimage beacon