Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

CEO & Bendahara Cilegon United Diciduk KPK

logo Goal.com Goal.com 23/09/2017

Basaria menyatakan, penggunaan klub sepakbola sebagai sarana menyamarkan kasus suap menjadi modus operandi baru.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan CEO CilegonUnited Yudhi Apriyanto dan bendahara Wahyu Ida Utama terkait kasussuap kepada wali kota Cilegon Tubagus Iman Aryadi sebesar Rp1,5miliar dalam operasi tangkap tangan (OTT).

Wakil ketua KPK Basaria Panjaitan dalam keterangannyamengatakan,pihaknya mengamankan tujuh orang dalam OTT yangdilakukan, Jumat (22/9). Dari ketujuh orang itu, empat diantaranyamerupakan pengurus Cilegon United. Selain CEO dan bendahara, KPKjuga mengamankan R yang merupakan staf Yudhi, dan AS, stafWahyu.

SIMAK JUGA: Gebuk Cilegon United, PSS Tatap Persis

Dalam OTT ini, Yudhi ditangkap di Bank BJB pada sore hari sesaatsetelah menarik uang sebesar Rp800 juta. Selanjutnya, tim KPKmeluncur menuju kantor Cilegon United, dan mendapati uang sebesarRp352 juta. Uang itu ditransfer dari PT KIEC, dan diduga merupakansebagian dari total Rp700 juta.

“Jadi ada dua transfer sebesar Rp800 juta dan Rp700 juta sesuaidengan kesepakatan sejumlah Rp1,5 miliar untuk pengurusan AMDAL.Dalam OTT ini, KPK mengamankan total uang sebesar Rp1,152 miliar,”ujar Basari.

Football General View © 2017 Goal.com Football General View

SIMAK JUGA: Pembagian Grup 16 Besar Liga 2 2017

Setelah melakukan penyidikan selama 24 jam, dan gelar perkara,KPK tidak menyebutkan Yudhi dan Wahyu sebagai tersangka di kasussuap ini.

KPK, lanjut Basaria, telah menetapkan enam orang menjaditersangka, yaitu wali kota Cileon, ADP sebagai Kepala BadanPerizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPTPM) Kota Cilegon, Hsebagai pihak swasta, proyek manajer PT KIEC, PDS, dan EWD legalmanager PT KIEC.

Dari OTT yang dilakukan KPK ini, Basaria menyatakan, pihaknyamenemukan modus operandi baru dalam melakukan suap denganmenggunakan saluran CSR ke klub sepakbola.

SIMAK JUGA: Liga 2: Mereka Yang Ke 16 Besar & YangTerdegradasi

“KPK menemukan modus operandi baru yang diduga menggunakansaluran CSR perusahaan kepada klub sepakbola daerah sebagai saranauntuk menerima suap. CU football club diindikasi digunakan saranauntuk menyamarkan dana agar tercatat sebagai pembukuan CSR, atausponsorship, pada perusahaan,” jelas Basaria.

“Diduga hanya sebagaian dana bantuan yang benar-benar digunakanuntuk CU Football Club.”

More from GOAL.com

image beaconimage beaconimage beacon