Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

CEO Bali United Sebut Sanksi Untuk Mitra Kukar Tak Masuk Akal

logo Goal.com Goal.com 08/11/2017

Yabes mempertanyakan keputusan Komdis yang memutuskan Mitra Kukar kalah 3-0 dari Bhayangkara.

Yabes Tanuri - CEO Bali United © 2017 Goal.com Yabes Tanuri - CEO Bali United


Kubu Bali United ikut geram dengan adanya keputusan KomisiDisiplin (Komdis) PSSI terkait hasil laga antara Mitra Kukar kontraBhayangkara FC. Sebenarnya, laga tersebut berkesudahan dengan skorimbang 1-1.

Namun timbul permasalahan, lantaran Mitra Kukar memainkanMohamed Sissoko dalam laga tersebut. Padahal, Komdis sudahmenjatuhkan sanksi terhadap eks penggawa Liverpool tersebut untukbermain dalam dua pertandingan yang salah satunya adalah lagamelawan Bhayangkara.

Tapi berdasarkan keterangan pihak Mitra Kukar, keputusan sanksitersebut tak mereka dapatkan hingga jelang pertandingan. Termasukdalam nota larangan bermain yang diterbitkan oleh PT Liga IndonesiaBaru (LIB) cuma tertera nama Herwin Tri Saputra dan Indra KahfiArdhiyasa yang tak bisa bermain di laga itu.

Hal itu juga diperkuat, tak adanya peringatan yang diberikanoleh pengawas pertandingan ketika Sissoko bermain. Muncul dugaan,ada keterlambatan atau kelalaian dalam pengiriman surat keputusansanksi dari Komdis PSSI kepada Mitra Kukar.

"Kami punya dua email, tapi hingga jelang pertandingan tak adaemail yang masuk soal keputusan sanksi itu. Kami akan coba telusuriatau pelajari lagi. Kami akan rapatkan dengan ketua umum MitraKukar (Endri Erawan) soal langkah yang akan kami ambil," ucapSuwanto, direktur operasional Mitra Kukar kepada GoalIndonesia.

Maka itu, CEO Bali United Yabes Tanuri mempertanyakan haltersebut. Apalagi keputusan yang membuat Bhayangkara akhirnyadianggap menang 3-0, juga merugikan timnya yang sedang bersaingdalam perebutan juara.

Mengingat, karena keputusan itu kini Bhayangkara memuncakiklasemen sementara dengan 65 poin. Poin yang sama sebenarnyadikoleksi Bali United, namun mereka berada di peringkat kedualantaran kalah head to head dari Bhayangkara.

Bhayangkara sendiri masih menyisakan dua laga lagi dan maksimalbisa mengumpulkan poin 61. Sedangkan Bali United yang cumamenyisakan satu laga, maksimal hanya bisa meraih 68 poin.

"Ini sangat tidak masuk akal. Kenapa saat Sissoko bermain lawanBhayangkara tidak ada pihak yang melarang. Dan dari informasi yangkami terima juga yang dilarang bermain saat itu Herwin Tri Saputrakarena akumulasi kartu dan Indra Kahfi yang mendapat sanksilarangan bermain sebanyak dua kali. Tidak ada nama Sissoko yangdilarang bermain saat Mitra Kukar lawan Bhayangkara," kataYabes.

Menurut Yabes, setiap klub di Indonesia selalu mengetahui setiapperkembangan pemain mereka, salah satunya pemain yang tidak bisaditurunkan. "Kami di klub selalu berhitung siapa pemain yang kenakartu, yang kena sanksi, dan lain-lain. Kami tahu persis aturanitu, jadi tidak mungkin kami melanggar aturan jika memang salahsatu pemain tidak bisa diturunkan akibat sanksi," jelasnya.

"Jadi bukan memberi pembelaan kepada Mitra Kukar, tapi sangattidak wajar kalau sampai hal itu tidak diketahui. Kalau memangSissoko seharusnya tidak bermain saat lawan Bhayangkara, itu jelaskesalahan dari PT LIB. Apalagi klub memakai sistem online yangdisediakan juga oleh PT LIB untuk pemilihan pemain yang berhak atautidak," pungkasnya.(gk-67)

More from GOAL.com

image beaconimage beaconimage beacon