Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Cricket Indonesia Bubar Jika Cricket tak Dipertandingkan di Asian Games 2018

logo tribunnews.com tribunnews.com 06/04/2017 Toni Bramantoro

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Cricket Indonesia (PP PCSI) M.Aziz Syamsuddin, SE.SH, MAF, MH menegaskan, ia akan membubarkan kepengurusannya dan sekaligus menyerahkan proses pembinaan atlet kepada pemerintah atau KONI Pusat.

Itu akan ia lakukan seandainya cricket tidak dipertandingkan di Asian Games XVIII, Agustus-September 2018 di Jakarta-Palembang.

"Jujur, kalau cricket tidak dipertandingkan di Asian Games 2018 itu, saya akan bubarin dan menyerahkan cricket kepada pemerintah atau KONI Pusat. Tidak ada artinya, kita ngurusi tapi tidak dipertandingkan," jelas Aziz Syamsuddin, Kamis (6/4), seusai diterima Menpora Imam Nahrawi di Kemenpora, Senayan.

Aziz Syamsuddin yang ditemui wartawan di Media Center Kemenpora, lebih jauh menyatakan, PP PCI sudah jauh-jauh hari mempersiapkan tim nasional pria dan wanita untuk diterjunkan di event mancanegara atau global.

"Kebangaan atlet nasional adalah membela negara, bangsa dan tanah air. Demi Merah Putih. Benar kan? Jadi sekali lagi saya tegaskan, cricket layak dipertandingkan di Asian Games 2018, daripada kita dik bench atau terkena suspend oleh induk organisasi cricket internasional," papar Aziz, politisi Partai Golkar yang anggota Banggar DPR itu.

Seperti ramai diberitakan, cricket termasuk dari enam cabor yang kemungkinan dicoret atau tidak dipertandingkan di Asian Games XVIII/2018 itu. PP PCI saat ini terus berjuang agar cabang olahraga ini tetap dipertandingkan, sebagaimana kesepakatan semula.

PP PCI juga tetap mempersiapkan timnya. Timnas cricket Indonesia bahkan akan segera menjadi tuan rumah dari "Bali International Cricket Tournament 2017".

Ini merupakan event internasional yang melibatkan keikusertaan beberapa negara kuat di dunia, seperti Inggris, Australia, India, Selandia Baru, Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Aziz Syamsuddin (tengah) usai diterima Menpora Imam Nahrawi di Kemenpora, Senayan, Kamis (6/4/2017) © ist Aziz Syamsuddin (tengah) usai diterima Menpora Imam Nahrawi di Kemenpora, Senayan, Kamis (6/4/2017)

Ada 16 tim yang akan berlaga di turnamen yang digelar 14-23 April ini di Lapangan Cricket Udayana, yang berlokasi di kompleks Universitas Udayana, Jimbaran, Bali.

Menurut Azis, turnamen ini sudah masuk dalam kalender kegiatan tahunan PP PCI, dan telah diselenggarakan sebanyak 21 kali.

"Kegiatan ini juga dikenal dengan nama Bali Sixes," papar Azis.

Bali Sixes, katanya, terdiri dari rangkaian dua tunamen yakni Bali Sixes untuk putra pada 14-16 April, kemudian disusul dengan Kartini Cup pada 17-23 April.

"Dua event ini merupakan arena seleksi dan uji coba bagi atlet-atlet pelatnas untuk diterjunkan pada event internasional, misalnya SEA Games XXIX, Agustus nanti di Kuala Lumpur. "Menpora Imam Nahrawi sudah memastikan kesiapannya untuk membuka resmi turnamen ini," jelas Aziz Syamsuddin.

Untuk Kartini Cup, digelar untuk turut memeriahkan Hari Kartini."Jadi kita berharap atlet-atlet nasional mampu memberikan pretasi yang terbaik di event ini. Untuk putri target kita juara. Sementara untuk putra ya tiga besarlah," terang Aziz Syamsuddin.

Azis menegaskan, dua event ini sangat besar manfaatnya bagi Indonesia, sebagai bagian dari persiapan serius mereka menghadapi kompetisi cricket SEA Games XXIX/2017 dan Asia Games XVIII/2018. Oleh karena itulah ia sangat mengharapkan cricket dipertandingkan di Asian Games XVIII/2018 itu.

"Percuma atlet melakukan pelatnas atau trainning camp kalau tidak bertanding," tegasnya. tb

Lainnya dari tribunnews.com

tribunnews.com
tribunnews.com
image beaconimage beaconimage beacon