Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Di Balik Layar, Bagaimana Gian Piero Ventura Jadi Biang Kejatuhan Italia

logo Goal.com Goal.com 20/11/2017

Sikap tak lazim Ventura terungkap menjadi salah satu faktor kegagalan timnas Italia melaju ke Piala Dunia Rusia tahun depan.

© 2017 Goal.com

Tim nasional Italia mencatat prestasi memalukan dengan gagalmelangkah ke Piala Dunia 2018 di Rusia, setelah disingkirkan Swediapada babak play-off zona Eropa.

Kekalahan agregat 1-0 dari Swedia membuat Azzurri untuk pertamakali sejak 1958 absen di ajang sepakbola paling akbar, dan salahsatu kambing hitam penyebab keterpurukan itu adalah sang mantanpelatih, Gian Piero Ventura.

Pelatih berusia 69 tahun itu kerap mendapat kritik pedas terkaitpilihan skuatnya dan juga bagaimana manajemen ruang ganti yang iaterapkan. Untuk poin terakhir, Sky mengungkap beberapa hal yangterdengar sangat tidak lazim untuk negara sepakbola sepertiItalia.

Menurut penuturan Alessandro Alciato, Ventura terlalu terobsesidengan apa yang terjadi di luar lapangan dan juga muncul di suratkabar. Salah satunya, ketika percakapan Ventura mengirim pesanstarting line-up di Whatsapp yang berisi staf dan pemain, sebelumlaga leg kedua melawan Swedia. Ternyata line-up tersebut bocor dibeberapa media ternama, sehingga membuat sang pelatih berang.

Ventura kemudian, sehari sebelum pertandingan, sangat sibukmenanyakan kepada setiap staf untuk mencari siapa pelaku yangmenyebarkan informasi tersebut, sehingga pembahasan strategi dantaktik terpinggirkan. Tetapi, itu belum semua.

Sebelumnya, usai laga menghadapi Makedonia (yang berakhir imbang1-1), para pemain meminta untuk berkumpul tanpa dihadiri Ventura.Pertemuan tersebut dirumorkan menjadi ajang diskusi para pemain,termasuk menentukan line-up untuk laga berikutnya.

Menyikapi rumor yang beredar, sang pelatih mengambil tindakandengan meminta Gianluigi Buffon mengeluarkan pernyataan resmi untukmendukung otoritas pelatih, dan membantah pertemuan antar pemainuntuk membicarakan sisi teknis yang harusnya dipegang oleh dia.Namun, kapten Juventus tersebut menolak karena menilai bisamemperburuk situasi, meski menegaskan siap untuk menjawabpertanyaan apapun di konferensi pers.

Bagaimanapun juga, perseteruan yang paling panas antara pemaindan pelatih, terjadi beberapa jam sebelum laga penentuan menghadapiSwedia di Giuseppe Meazza.

Malam setelah kekalahan di Solna, Ventura berbicara blak-blakandengan pemain-pemain veteran, dan besoknya ia menyalahkan pertemuanantar pemain yang digelar usai laga melawan Makedonia, setelah itusang pelatih memaksa para pemain berlatih sendiri, memutuskansendiri sesi latihan dan juga line-up untuk pertandingan.

Beberapa pemain merasa kaget dan heran dengan tindakan sangpelatih, bahkan Ventura tidak terlihat di sisa hari tersebut hinggaberasumsi sang pelatih baru akan kembali jelang pertandingandimulai.

Situasi tersebut jelas menjadi sebuah hal yang sangatmengejutkan, tampak sekali ketidakharmonisan antara pemain danpelatih. Sayangnya, tidak ada keajaiban bagi Italia, karut marut dibelakang layar membuat Azzurri terpaksa absen di Piala Dunia untukpertama kali sejak 59 tahun silam.

More from GOAL.com

image beaconimage beaconimage beacon