Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Didier Deschamps Bosan Bicarakan Karim Benzema

logo Goal.com Goal.com 14/11/2017

Benzema sudah merasa kansnya kembali ke timnas Prancis sangat tipis dan berikut tanggapan Deschamps.

Didier Deschamps mengaku bosan dengan pertanyaan tentang masadepan Karim Benzema bersama tim nasional Prancis.

Benzema absen di level internasional akibat kasus tuduhanpemerasan pada Mathieu Valbuena terkait video seks pada 2015. Kasustersebut belum berakhir tetapi pengadilan Kasasi Prancis untukkriminal sipil telah mengambil keputusan yang menguntungkan sangpenyerang.

Pengacara Benzema berargumen, polisi yang menyamar bersikaptidak jujur dan punya peran aktif hingga membuat semua pihakterlibat dalam kesepakatan. Tanpa aksi itu, tindak kejahatandinilai tidak akan pernah terjadi.

Penyerang yang kali terakhir memperkuat Prancis pada Oktober2015 tersebut mengatakan Deschamps tidak akan pernah memberinyakesempatan lagi untuk berkostum Les Bleus sementara sang pelatihmengaku bosan karena terus-terusan ditanya soal situasi yangsama.

"Apakah kalian memang sudah berencana mengajukan pertanyaantertentu di setiap pertandingan? kata Deschamps saat konferensipers pertandingan lawan Jerman.

"Berita tentang tim nasional Prancis adalah tentang laga lawanWales dan sekarang Jerman. Ini bergengsi."

"Anda bisa membuka debat sesuai keinginan, tetapi saya rasapemain yang saya pilih, pemain yang sudah saya percayai setidaknyapantas untuk dihargai."

"Saya tidak jengkel tetapi ini membosankan meski tetap harussaya hadapi."

Prancis mejadi salah satu favorit untuk merajai Piala Duniatahun depan namun Deschamps tidak sependapat dengan menyebut levelJerman di atas semua tim.

Didier Deschamps (r.) vertraut gegen Portugal auf Karim Benzema © 2017 Goal.com Didier Deschamps (r.) vertraut gegen Portugal auf Karim Benzema

"Mereka yang menjagokan Prancis mungkin bukan orang Prancis,"lanjutnya.

"Saya tidak tahu, mungkin mereka hanya menebak. Hal tersebutmembuat tersanjung karena kami dianggap punya kualitas untukmelakukan hal besar."

"Tetapi saya menganggap Jerman di atas Prancis. Berdasar catatandalam beberapa tahun ke belakang, Jerman punya pengalamankolektif."

"Di level internasional, hal itu sangat penting. Anda bisamelihat perjalanan mereka mulai 2004 kemudian 2006 dan delapantahun berselang mereka menyambar gelar Piala Dunia (2014)."

"Para pemain Jerman juga kerap diguyur gelar liga dan LigaChampions. Terkait hal ini, Prancis sedikit tertinggal."

More from GOAL.com

image beaconimage beaconimage beacon