Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Diego Maradona Kembali Ke Timnas Argentina? Bencana!

logo Goal.com Goal.com 23/11/2017

Kariernya sebagai pelatih terbilang jauh dari gemilang tetapi dia masih berambisi membesut lagi tim Tango.

Tidak pernah malu-malu mengeluarkan pendapat, Diego Maradonakembali mengeluarkan pernyataan untuk Argentina.

"Saya murka, Gengsi Argentina tercabik-cabik!" seru sang legendamengeluhkan kegagalan pasukan Jorge Sampaoli mengalahkan Nigeriapada laga persahabatan.

"Tetapi ini bukan kesalahan para pemain - saya inginkembali!"

Episode Maradona membesut lagi Albiceleste tentu akan menjadicerita yang menarik bagi para penikmat sepakbola, terutama pihaknetral. Tetapi jika melihat rekornya di sisi lapangan, Argentinamungkin bakal mengabaikan. Karier kepelatihan Maradona jadibukti.

"Saya tidak tahu apakah kami akan banyak berlatih bersama Diego,satu hal yang pasti, kami bakal banyak menikmati barbecue," celotehplaymaker Paraguay Guido Alvarenga saat mendengar Maradona yangbaru saja dikirim pulang dari Piala Dunia 1994 karena gagal tesdoping akan memerintah di Mandiyu.

Klub dari Corrientes tersebut sudah berada di kasta tertinggisepakbola Argentina selama enam tahun. Pemilik klub Roberto Cruzmemilik ide besar dengan menggabungkan Maradona bersama Carlos Frendan Sergio Goycochea. Ini adalah rencana utama klub menujukejayaan.

Dengan legenda Argentina ada di bench, Corrientes dilandaeuforia. Pada pertandingan pertama melawan Rosario Central, stadionpenuh sesak dengan spanduk besar bertuliskan 'Selamat Datang Diego'dipamerkan para pemain sebelum kick-off.

Maradona sendiri menyaksikan duel dari tribun karena belummenuntaskan kursus kepelatihan yang disyaratkan hingga Fren yangmengarahkan segalanya di sisi lapangan. Di akhir petandingan,suporter tertunduk lesu, tim kesayangan mereka kalah 2-1. Maradonasendiri berteriak-teriak dan memperlihatkan gestur dramatis darikejauhan.

Ketika itu perhatian terpusat pada Maradona namun dia tidak raguuntuk berbagi tenar dengan Fren.

"Kami punya otoritas yang sama. Jika pemain berbicara lebihdahulu pada saya, mereka hanya bertanya tentang gol yang pernahsaya cetak, sedikit lebih banyak dari Carlos," ujar Maradonasedikit berkelakar di hadapan reporter setelah pertandingan.

Akan tetapi kejatuhan terus terjadi. Setelah 12 pertandinganberlalu, saatu kemenangan, enam imbang termasuk 2-2 di markas RiverPlate dan lima kekalahan, Maradona mundur sebagai pelatih.Bagaimana dengan nasib Corrientes? Di akhir komepetisi merekaterdegradasi.

Cruz pada akhirnya menarik dana dan Mandiyu bankrut, hanyakurang dari satu tahun setelah sambutan hangat yang didapat olehMaradona.

Tetap saja, Maradona tidak butuh waktu lama untuk mendapatkanpekerjaan baru. Racing Club, salah satu tim langganan lima besarsepakbola Argentina. Tim ini sudah lama puasa gelar, tepatnyaselama 29 tahun. Maradona dan Fren merapat pada Januari 1995sebelum musim Clausura dimulai. Mereka membesut sebuah tim dengansederet pemain dengan bakat jempolan seperti Claudio 'Piojo' Lopezyang gemilang bersama Valencia.

Ketika diperkenalkan, Maradona menggaungkan era baru, sebuahkehidupan baru yang keras di bench. Maradona juga mengisyaratkankesiapan bermain saat sanksinya berakhir dan menegaskan andai masihberedar bersama Racing ketika sanksinya selesai, dia akan turun kelapangan meski hal tersebut juga tergantung pada keputusan CarlosFren.

Seperti yang pernah kita saksikan selama ini, kiprah Maradona disisi lapangan selalu berwarna, salah satunya adalah mengacungkanjari tengah ke segala penjuru stadion saat Ignacio Gonzalezmelakukan penyelamatan penalti untuk Racing.

Adegan menarik lainnya adalah di laga derby pertamanya lawanIndependiente. Saat itu dia diusir wasit Bava karena menyemprothakim garis dengan air. "Saya hanya ingin mendapat sedikitperhatian darinya," terang Maradona.

Sayangnya petualangan Maradona bersama Racing tidak lebih baikdari Mandiyu. Dari 11 pertandingan, Maradona hanya mencatat duakemenangan, enam imbang dan sisanya kalah. Ketika presiden Juan DeStefano tidak terpilih lagi, Maradona ikut meninggalkan klub.

Tidak kurang dari 13 tahun berlalu, Diego kembali ke bench, kaliini dia menggantikan mantan pelatihnya di timnas Argentina AlfioBasile, mengemban sebuah pekerjaan terbesar di dunia.

Dua tahun berpetualang bersama Albiceleste, Maradona melahirkansejumlah catatan menarik: total 108 pemain dipanggil ke timnas yangmenjadi rekor nasional. Kemudian tentu saja tidak lupa, aksidivingnya di Monumental setelah Argentina memastikan diri lolos kePiala Dunia. Dua episode ini masih ditambah dengan serangkaiankomentar kontroversialnya pada jurnalis.

© 2017 Goal.com

Tetapi di antara itu semua, hal paling mencolok adalah gayasepakbola Argentina dari membosankan menuju kamikaze tanparasa.

Kekalahan 4-0 dari Jerman di babak perempat-final Piala Dunia2010 menjadi akhir dari kisah antiknya bersama tim Tango.Pengalaman terkini Maradona sebagai pelatih tercatat bersama timUni Emirate Arab Al-Wasl. Lagi-lagi kisahnya diwarnai sejumlahkomentar kontroversial, perseteruan dan hasil di bawah standar.

Setelahnya Maradona lebih sering bertugas sebagai duta, sebuahalternatif mewah yang tidak terbebani target. Maradona sekarangbanyak terlibat di laga amal.

Fans Argentina seharusnya sekarang bisa bersikap lebih tenang.Tidak peduli bagaimana buruknya Sampaoli, kemungkinan El Pibe deOro (si Anak Emas) kembali membesut timnas rasanya masih jauh darikenyataan.

More from GOAL.com

image beaconimage beaconimage beacon