Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Edin Dzeko Nikmati Status Tua-Tua Keladi

logo Goal.com Goal.com 18/10/2017

Jelang laga kontra Chelsea, eks striker Manchester City ini merasa dirinya jauh lebih berkembang saat ini.

© 2017 Goal.com

Usia di atas kepala ketiga biasanya menjadi periode kritis bagikebanyakan striker. Insting gol yang mulai menurun dan ancamantergeser oleh penyerang lain yang lebih muda dan lebih bugarmenjadi cerita sehari-hari bagi striker veteran.

Namun tidak demikian dengan Edin Dzeko. Justru di atas umur 30 tahun itulahia merasa lebih hebat. Bak pepatah tua-tua keladi, Dzeko merasakemampuannya sebagai pesepakbola jauh lebih baik ketika iamemperkuat AS Roma, klubnya saat ini, ketimbang saat menghabiskankarier di usia emas bersama Manchester City.

Hal ini diungkapkan penyerang berusia 31 tahun itu jelanglawatan Roma ke markas Chelsea, Kamis (19/10) dini hari WIB, dalampartai lanjutan Liga Champions. Kembalinya Dzeko ke Inggristersebut mengingatkan publik pada kiprah empat setengah tahunnya diCity.

Ditanya dalam jumpa pers apakah dirinya merasa lebih matang diItalia ketimbang di Inggris, Dzeko menjawab, “Saya tidak tahu, tapisepertinya ya. Lebih tua, lebih baik seperti kata pepatah.”

“Saya merasa baik dan fit. Itulah yang terpenting. Selama duasetengah tahun di Italia, saya merasa gembira dengan performa saya.Semua gol yang saya cetak bisa tercipta berkat bantuan rekan setimsaya. Saya tidak akan pernah berhenti mencetak gol dan ingin lebihbaik lagi," serunya.

Secara statistik, produktivitas Dzeko di Roma memang lebih okeketimbang di City. Jumlah golnya bersama Giallorossi memang tidaksebanyak saat berseragam The Citizens, yakni 57 berbanding 72 gol.Namun rataan gol per laganya di City hanya menyentuh 0,38 aliaslebih kecil ketimbang saat bersama Roma yang mencapai 0,57.

Di musim lalu, Dzeko bahkan mampu melakoni musim palingproduktif di sepanjang kariernya dengan mengemas 39 gol di semuaajang, termasuk menjadi topskor Serie A Italia (29 gol). Ia punberhasil menembus nominasi Ballon d’Or 2017. “Saya bangga bisamasuk daftar itu meski saya tahu saya tidak mungkin memenanginya,”ujarnya.

Soal duel kontra Chelsea, pemain internasionalBosnia-Herzegovina ini percaya jika kekuatan lawannya itu tidakmelemah kendati The Blues baru saja menelan kekalahan mengejutkan2-1 melawan tim juru kunci Crystal Palace.

“Itulah Liga Primer Inggris. Anda bisa menang melawan timterbaik atau kalah melawan tim peringkat terbawah. Chelsea tetaplahtim kuat dengan pemain hebat. Ini adalah laga yang sangat sulit,tetapi kami datang kemari untuk menampilkan performa terbaik danmencari hasil positif,” pungkasnya.

More from GOAL.com

image beaconimage beaconimage beacon