Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Ernesto Valverde Buat Barcelona Jadi Mesin Pemenang

logo Goal.com Goal.com 20/11/2017

Tidak selalu bermain cantik memang, tapi Barcelona musim ini benar-benar menjelma jadi mesin pemenang.

Barcelona berhasil meraih kemenangan telak 3-0di markas Leganes, pada jornada 12 La Liga Spanyol, Minggu (19/11)dini hari WIB.

Selain karena kebangkitan Luis Suarez yang mengakhiri paceklikgol selama lima jornada sebelumnya, Anda mungkin berasumsi tak adayang menarik di partai ini. Menang telak atas tim seperti Leganes,di atas kertas memang sudah jadi keharusan untuk klub sekelasBarca.

Namun apa yang terpapar di atas lapangan sama sekali tidakdemikian. Sedikit saja Barca kehilangan fokus di partai ini,Leganes yang konsisten beredar di sepuluh besar klasemen musim inibisa saja membuat margin skor jadi lebih ketat bahkan melenyapkantiga poin Blaugrana.

Meski mendominasi jalannya pertandingan hingga 62 persen, Barcatidak bisa dibilang bermain sempurna di partai ini. Hal itu tampakjelas tatkala Leganes sanggup melepaskan 12 tembakan ke arahgawang, dengan tujuh di antaranya tepat sasaran.

Ketangguhan kiper utama Barca, Andre ter Stegen, menjadi begitukrusial. Dia membuat setidaknya tiga penyelamatan hingga lamanstatistik Whoscored tak sungkan memberinya nilai 7,15 dari 10."Mungkin skor kemenangan setelak 3-0 [melawan Leganes] agakberlebihan untuk kami," begitu gambaran pelatih Barca, Ernesto Valverde, seperti dilansir AS.

Sejatinya bukan kali ini saja Barca harus menderita untuk petiktiga poin. Mereka juga mengalaminya saat kalahkan Real Betis,Deportivo Alaves, Getafe, Girona, Malaga, Sevilla, dan tentu sajasaat ditahan imbang Athletic Bilbao. Sederhananya musim iniAzulgrana tak bermain secantik biasanya.

Tapi mengapa Barca bisa konsisten meraih kemenangan hingga kiniunggul sampai sepuluh poin di klasemen sementara dengan rivalabadinya, Real Madrid? Jawabannya, karena Valverde sukses membuattimnya jadi mesin pemenang.

Filosofi atau gaya bermain yang selama ini dipegang teguh Barcaterutama sejak era Pep Guardiola, memang penting. Itu pula alasanmereka menunjuk Valverde sebagai nakhoda anyar pengganti LuisEnrique.

Barcelona GFX ID © 2017 Goal.com Barcelona GFX ID

Namun Valverde juga sadar bahwa hasil adalah raja. Pluskepergian Neymar, cederanya Ousmane Dembele, menuanya AndresIniesta, plus komposisi lini tengah-belakang yang tak istimewa,sosok 53 tahun itu enggan memaksakan timnya meraih hasil dengankewajiban bermain cantik.

Valverde bisa dikatakan belajar dari Zinedine Zidane di Madrid.Dua kali beruntun keluar sebagai kampiun Liga Champions, LosGalacticos tak pernah dipuji karena bermain cantik. Taktik merekaadaptif, bergantung lawan dan situasi seperti apa yangdihadapi.

Pendekatan itulah yang coba dilakukanya untuk Barca musim ini.Skema ofensif 4-3-3 ditinggalkan dan berganti jadi 4-4-2. Selainuntuk mengoptimalkan kualitas pemain yang diremehkan macam GerardDeulofeu dan Paco Alcacer, formasi itu juga membuat pemainan LosCules jadi jauh lebih seimbang.

Untuk sementara, impaknya brilian. Selain jadi tim paling suburdi La Liga lewat lesatan 33 gol, Barca juga menyandang statussebagai tim dengan pertahanan terkukuh di Eropa karena barukebobolan empat gol. Dan yang paling penting, mereka masih belumtersentuh di singgasana klasemen.

More from GOAL.com

image beaconimage beaconimage beacon