Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Evaluasi Indonesia Open: Ganda Putra Nasional Mengkhawatirkan

logo Tempo.co Tempo.co 20/06/2017 Tempo.co

Para pemain bulu tangkis ganda putra Indonesia tampil tak maksimal dalam kejuaraan Indonesia Open 2017. Dari 11 pasangan ganda putra, hanya Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang bisa melaju sampai ke semifinal.

Fajar/Rian kalah di babak semifinal oleh peringkat kedua dunia asal Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen. Dalam pertandingan di Plenary Hall Jakarta Convention Center, Sabtu pekan lalu, Fajar/Rian kalah 17-21, 21-18, dan 12-21.

Fajar mengatakan, terlambat start pada game ketiga menjadi penyebab kekalahannya. Pada awal game ketiga, Fajar/Rian langsung tertinggal 0-5 oleh Boe/Mogensen.

"Kami masih bermain dengan pola biasa seperti pada game pertama di game kedua. Tapi, di game ketiga, tenaga tangan dan fokus kami sudah menurun," kata atlet 22 tahun asal Bandung itu.

Meski kalah, Fajar tetap puas. Pasalnya, langkah mereka hingga semifinal sudah melebihi target awal dari Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Pelatih ganda putra PBSI, Herry Iman Pierngadi, mengatakan target awal untuk Fajar/Rian adalah lolos sampai perempat final. Sedangkan target tertinggi tim ganda putra PBSI adalah juara melalui duet andalan, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.


Tapi ganda putra terbaik dunia itu tersingkir pada pertandingan pertama Indonesia Open setelah kalah melawan pasangan Denmark, Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen. Dalam pertandingan itu, Kevin mengalami cedera sobek otot bahu kanan.

Setelah Kevin/Marcus tersingkir, Herry menaruh harapan pada Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi, yang menempati peringkat kedelapan dunia. Namun Angga/Ricky tersingkir pada babak kedua setelah kalah melawan Fajar/Rian. Herry menyayangkan penampilan Angga/Ricky yang kalah oleh juniornya tersebut.

foto © Copyright (c) 2016 TEMPO.CO foto

Menurut Herry, secara fisik dan teknik tak ada yang salah dari Angga/Ricky. Ia pun menduga motivasi yang anjlok menjadi biang keladi jeleknya penampilan Angga/Ricky.

"Jika bicara dikalahkan junior, maka Angga/Ricky sudah dilewati Kevin/Marcus dan sekarang Fajar/Rian," kata Herry.

Herry pun memberikan peringatan kepada kedua pemain itu. Jika tak lagi berprestasi, tak tertutup kemungkinan Herry bakal memisahkan Angga dan Ricky. "Dari segi latihan, mereka bagus. Tapi, kalau dari penampilan dan motivasi, sama sekali tak mencerminkan bahwa mereka pemain ranking delapan dunia," katanya.

Meski begitu, Herry masih memberi kesempatan kepada keduanya hingga Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2017 di Skotlandia, Agustus mendatang. "Saya tak akan lihat dari menang atau kalah. Banyak faktornya," kata dia.

Namun, seusai Indonesia Open, Herry berencana mengajak anak didiknya berlibur ke Bali. Selain untuk relaksasi, ia ingin berbicara lebih dekat dengan para pemainnya.
"Saya akan dalami masalah pemain satu per satu. Saya akan sisipkan motivasi untuk kejuaraan dunia dan SEA Games 2017," kata Herry.

INDRA WIJAYA

Lainnya dari Tempo.co

image beaconimage beaconimage beacon