Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Firasat Aneh Ibunda Andik Indonesia Gagal Rebut Piala AFF 2016

logo Liputan 6 Liputan 6 18/12/2016
Jumiah (kanan), ibunda penyerang timnas Indonesia, Andik Vermansyah © Jumiah (kanan), ibunda penyerang timnas Indonesia, Andik Vermansyah (Ahmad Zaini/Liputan6.com) Jumiah (kanan), ibunda penyerang timnas Indonesia, Andik Vermansyah

Liputan6.com, Surabaya Ada yang menarik dari acara nonton bareng (nobar) final leg kedua Piala AFF 2016, yang digelar keluarga Andik Vermansyah di rumahnya di Kalijudan Taruna, Surabaya. Jumiah, ibunda Andik ternyata tidak tampak di tengah-tengah keluarganya saat menyaksikan siaran langsung.

Ternyata, perempuan 50 tahun itu memilih berdoa (wiridan) demi kemenangan Timnas Indonesia.

Memang, saat Liputan6.com datang ke sana, perempuan berjilbab itu tidak ada. "Ibu (Jumiah, red) di dalam kamar. Dia sedang wiridan," kata Saman, ayah Andik. Saman mengatakan, hal itu selalu dilakukan istrinya setiap kali Andik bermain.

Usai pertandingan dengan hasil kekalahan Timnas Indonesia setelah ditumbangkan tuan rumah Thailand 0-2. Jumiah baru keluar dan menemui Liputan6.com. Belum sempat bertanya, Jumiah sudah bercerita dengan sendirinya.

"Saya sudah kerasa mas. Ada firasat buruk pada saat saya tadi wiridan. Tas yang ada di depan saya, tiba tiba jatuh. Padahal tas itu nyantol pada paku. Pakunya nggak copot, tapi kok tasnya jatuh. Padahal tasnya juga nggak putus," kata Jumiah.

Suara Jumiah mulai terbatah karena menahan kekecewaan. Dengan mata berkaca kaca, Jumiah lantas melanjutkan ceritanya. Firasat (tad jatuh pada saat wiridan) itu meyakinkan Jumiah bahwa Timnas Indonesia kalah. Sebab, bukan kali pertama firasat itu muncul di benaknya.

"Pada saat dulu, Timnas Indonesia bermain di final dan kalah. Pada saat wiridan, malah foto Andik yang tiba tiba jatuh ke lantai. Dan benar, firasat itu berujung pada kekalahan Timnas Indonesia. Lha kok kali ini terulang lagi firasat itu," kata Jumiah, seraya menundukkan kepala.

Tapi, kekalahan Timnas Indonesia kali ini, tidak lantas membuat Jumiah putus asa. Apalagi mendoakan Andik, anaknya tercinta. "Tidak apa apa kalah. Mungkin belum waktunya. Yang penting, Andik dan teman setimnya tetap semangat dan jangan pernah putus asa," pungkasnya.

Indonesia sebenarnya sudah menempatkan satu kakinya di podium juara usai memenangkan final leg pertama dengan skor 2-1 di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (14/12/2016). Untuk mengangkat trofi, Indonesia sebearnya hanya butuh menahan imbang War Elephants.

Sayang, bertandingan di markas lawan, Stadion Rajamangala, Bangkok, Indonesia harus mengakui ketangguhan Timnas Thailand. Di babak pertama, Indonesia harus kebobolan lewat gol yang dicetak oleh Siroch Chattong pada menit ke-37.

Dua menit babak kedua berjalan, gawang Indonesia kembali kebobolan. Chattong yang juga dijuluki Kingkong memaksa Kurnia Meiga memungut bola untuk kali kedua. Thailand sebenarnya punya kesempatan untuk menambah skor lewat titik putih penalti. Namun Teerasil Dangda yang maju sebagai eksekutor gagal mencetak gol. Tendangannya mampu dibacar kiper timnas, Kurnia Meiga.

Andik sendiri tidak bisa tampil dalam laga ini karena mengalami cedera ACL di leg pertama. Posisinya digantikan Zulham Zamrun.

(Baca selengkapnya jalannya pertandingan :Kalah di Markas Thailand, Timnas Indonesia Gagal Juara AFF 2016)

LAINNYA DARI LIPUTAN 6

image beaconimage beaconimage beacon