Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Formula 1 Azerbaijan: 5 Hal yang Bakal Mengubah Peta Balapan 2018

logo Tempo.co Tempo.co 23/06/2017 Tempo.co

Menjelang pergelaran Formula 1 GP Azerbaijan yang akan digelar di Baku, Azerbaijan, pada 25 Juni nanti, ada 5 hal penting yang perlu diperhatikan selain persaingan antara Sebastian Vettel dan Lewis Hamilton menuju puncak klasemen pembalap.

Vettel masih memimpin klasemen dengan poin 141. Namun kegagalannya meraih podium dalam seri Formula 1 Kanada pada dua pekan lalu, membuat was-was karena itu adalah kali pertama Vettel gagal podium dalam 7 seri yang sudah digelar.

foto © Copyright (c) 2016 TEMPO.CO foto

Sementara itu Hamilton justru menunjukkan grafik performa yang meningkat. Setelah gagal podium di Monako, Hamilton meraih kemenangan ke-6 di Kanada. Kemenangan ini diindikasikan bahwa Mercedes sudah menemukan performanya kembali untuk bersaing dengan Ferrari.

Berikut adalah hal-hal penting yang harus diperhatikan menjelang Formula 1 Azerbaijan.

1. Jadwal Formula 1 musim balap 2018 sudah dirilis.

Balapan musim depan akan bertambah 1 seri, dengan kemunculan GP Prancis pada 24 Juni. Pemilik baru Fornula 1, Liberty Media, sepertinya akan menambah lagi jumlah seri balap Formula 1 di tahun mendatang.  

2. Persaingan Ferrari vs Mercedes yang semakin memanas.

Tahun lalu Mercedes menang di Formula 1 Azerbaijan melalui Nico Rosberg, namun tahun ini hasilnya bisa berbeda. Mobil Ferrari SF70H memiliki panjang 3,463 meter, sementara Mercedes W08 berukuran 3,666 meter. Ferrari akan lebih lincah melaju di sirkuit jalan raya Baku yang sempit dan punya banyak kelokan. 

3. Force India diprediksi akan mendapatkan podium perdananya musim ini, seperti yang mereka dapatkan tahun lalu melalui Sergio Perez.

Pembalap asal Meksiko itu menempati podium ke-3 alam Formula 1 Azerbaijan 2016, setelah podium ke-3 juga di Monako 2016. Mobil Force India andal jika digeber di sirkuit jalan raya seperti Baku. 

4. Nasib McLaren masih belum jelas untuk 2018.

Mereka belum mendapatkan kepastian pemasok mesin, setelah tidak puas dengan performa mesin Honda yang memble. McLaren digosipkan akan kembali bekerjasama dengan Mercedes, namun pabrikan mesin dari Jerman itu masih bungkam. 

5. Nasib tim Sauber yang penuh ketidakpastian.

Tim balap asal Swiss itu kehilangan nakhoda, setelah ditinggalkan CEOnya, Monisha Kaltenborn. Perempuan warga negara Austria berdarah India itu mundur karena ketidakcocokan dengan pemilik baru Sauber, Longbow Finance. Santer beredar kabar bahwa Sauber akan ditendang dari ajang Formula 1, seperti halnya Manor Racing, untuk memberi kesempatan kepada pendatang baru di ajang balap jet darat ini.




CRASH | DON

Lainnya dari Tempo.co

image beaconimage beaconimage beacon