Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Greysia/Apriyani Tumbang dari Wakil Korsel

logo tribunnews.com tribunnews.com 16/11/2017 Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM - Tiket babak kedua tak berhasil diamankan oleh pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, di ajang China Open Superseries Premier 2017.

Hal tersebut terjadi karena mereka gagal mengatasi unggulan delapan dari Korea, Kim Hye Rim/Lee So Hee, di babak pertama siang tadi, Rabu (15/11).

Greysia/Apriyani kalah dengn skor tipis 21-19, 7-21 dan 21-23.

Pertandingan ini merupakan yang pertama kali bagi Greysia/Apriyani dengan Kim/Lee. Meski sudah mencoba mempelajari permainan lawan, namun rupanya kendala di lapangan masih cukup terasa pada Greysia/Apriyani.

“Ini merupakan pertandingan baru lagi, dan kami sudah berusaha untuk memberikan yang terbaik sebisa kami saat ini. Tapi inilah permainan. Kami terlalu buru-buru tadi. Kami sudah memimpin, sudah game, sampai game ketiga, kami balik unggul lagi, terus dikejar lagi hingga harus kalah. Yah memang harus dijalani, prosesnya harus kami lewati. Kami menyesali di poin-poin terakhir tadi. Kami juga inginnya menyelesaikan, tapi mau gimana lagi. Koh Didi (Eng Hian) juga tadi bilang habis pertandingan, mau gimana lagi, kemampuannya sudah segini mau diapain. Tapi kami kalahnya yang pasti juga nggak mudah, jadi kami coba ambil positifnya di situ,” jelas Greysia seperti di rilis PBSI.

Greysia/Apriyani berhasil mengamankan game pertama. Namun memasuki game kedua, mereka justru balik tertekan lawan hingga kalah dengan skor yang cukup jauh, 7-21.

Di game penentu, Greysia/Apriyani sebenarnya sudah memimpin dengan 20-17. Namun pasangan Korea tersebut tak tinggal diam dan menyamakan kedudukan menjadi 20-20. Setelah terlibat dua kali setting point, Greysia/Apriyani harus merelakan kemenangan bagi lawan, 21-23.

“Pemain Korea ini tipenya kencang-kencang, tapi melawan kami, mereka juga merubah pola permainannya dia. Sama-sama nggak nyaman juga. Yang pasti masalah konsistennya diperbaiki lagi. Habis juara terus mulai pertandingan baru lagi, gimana caranya kami harus lebih konsisten lagi,” ungkap Greysia.

“Saya sangat menyesal karena kejadian di Denmark Open kemarin keulang lagi. Sudah 20 duluan tapi akhirnya kalah,” ujar Apriyani singkat.

Dengan demikian, babak dua sektor ganda putri China Open Super Series Premier 2017 yang berlangsung di Haixia Olympic Sports Center, Fuzhou, Tiongkok, akan bergulir tanpa ada wakil dari Indonesia.

Sebab Greysia/Apriyani merupakan satu-satunya pasangan Indonesia yang turun di sektor ini.

Kekalahan yang sama juga harus dialami dua wakil Indonesia lainnya. Anthony Sinisuka Ginting tak berhasil mengalahkan Ng Ka Long Angus, Hong Kong.

Ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu. © Humas PBSI Ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu.

Ia kalah dua game langsung dengan 20-22 dan 18-21.

Sementara duet campuran Indonesia-Malaysia, Hendra Setiawan/Tan Boon Heong akhirnya kalah setelah bertarung sengit dengan Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov, Rusia.

Hendra/Tan kalah 25-23, 18-21 dan 19-21 dalam waktu 61 menit pertandingan.

Lainnya dari tribunnews.com

tribunnews.com
tribunnews.com
image beaconimage beaconimage beacon