Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Heru Pujihartono: Tim Gulat DKI Jakarta Tetap Optimistis

logo tribunnews.com tribunnews.com 26/10/2017 Toni Bramantoro

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gelaran hari ketiga Kejurnas Gulat Senior sekaligus test-event Asian Games 2018, Kamis (26/10/2017) ini, mementaskan persaingan perebutan medali di lima kelas.

Yakni, tiga kelas di gaya bebas putri dan dua kelas gaya grego putra. Tiga kelas gaya bebas putri, kelas 63 kg, kelas 69 kg, dan kelas 75 kg. Sementara dua kelas gaya grego putra, kelas 59 kg dan kelas 66 kg.

Dari lima kelas yang dipertandingkan mulai 14.00 WIB di GOR Ciracas, Jakarta Timur, ini, tiga kelas diantaranya diikuti pegulat DKI Jaya. Yakni, Shilpa Setty di kelas 63 kg gaya bebas putri, serta M.Irfan Saputra di kelas 59 kg gaya grego putra dan Andika Sulaiman di kelas 66 kg gaya grego putra.

DKI Jakarta menurunkan 13 pegulat terbaiknya di Kejurnas Senior sekaligus Test-Event Asian Games 2018 ini.

Namun, andalan DKI Jakarta di kelas 125 kg gaya bebas putra, M.Lutfi Azhar, gagal tampil karena mengalami cedera kaki.

Dari lima  pegulat DKI Jakarta yang sudah bertanding, dua medali perunggu diraih oleh Erikson Tambunan di kelas 65 kg gaya bebas putra dan Rizky Darmawan di kelas 74 kg gaya bebas putra.

Tiga pegulat lainnya kurang beruntung, yakni Elipitua Siregar di kelas 57 kg gaya bebas putra, Dwi Nur Anggraeni di kelas 48 kg gaya bebas putri, dan Yusiana Hana Pertiwi di kelas 58 kg gaya bebas putri.

Heru Pujihartono (jaket hitam) bersama tim Gulat DKI Jakarta ke Kejurnas Gulat Senior © ist Heru Pujihartono (jaket hitam) bersama tim Gulat DKI Jakarta ke Kejurnas Gulat Senior

"Tetap semangat," tanggap Chef de Mission (CdM) tim gulat DKI Jakarta, H.Heru Pujihartono, Kamis pagi.

Heru Pujihartono yang mendapat amanat dari Ketua Pengprov PGSI DKI Jakarta Steven Setiabudi Musa, mengapresiasi penampilan para pegulatnya.

"Mereka sudah berusaha tampil sebaik-baiknya," katanya, "Dan memang seperti itulah seharusnya, berjuang maksimal hingga detik terakhir," puji Heru Pujihartono, pemilik perusahaan katering Nendia Primarasa itu.

Lainnya dari tribunnews.com

tribunnews.com
tribunnews.com
image beaconimage beaconimage beacon