Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Hukuman Sharapova Dipotong Selama Sembilan Bulan

logo tribunnews.com tribunnews.com 14/02/2017 Danang Setiaji Prabowo
Maria Sharapova © en.wikipedia.org Maria Sharapova

TRIBUNNEWS.COM - Maria Sharapova belum lama ini memamerkan kesibukannya berlatih di gym. Usai mendapat vonis hukuman larangan bertanding selama 15 bulan akibat kasus doping meldonium, mantan ratu tenis dunia itu tengah bersiap kembali beraksi di lapangan.

Bukan tanpa sebab Sharapova mulai sibuk berlatih seperti sebelum terganjal kasus doping. Ia sudah mulai bisa bermain pada bulan April nanti pada turnamen Porsche Tennis Grand Prix yang berlangsung di Stuttgart. Setelahnya, ia akan berlaga di turnamen Madrid Open yang berlangsung mulai tanggal 5 Mei, setelah mendapatkan wildcard.

"Sedikit keseimbangan, kekuatan, dan yoga bersama Yutaka. Tolong kuenya," tulis Sharapova dalam keterangan video yang diunggahnya ke akun Instagram, seperti dilansir Daily Mail.

Keikutsertaan Sharapova dalam turnamen Madrid Open turut dibenarkan oleh Direktur Madrid Open, Manolo Santana. Ia yakin petenis asal Rusia itu akan sangat termotivasi saat kembali bermain di lapangan.

"Sharapova diundang untuk bermain. Dia satu di antara pemain terbaik dalam 15 tahun terakhir dan juga pernah menjadi juara dalam turnamen-turnamen sebelumnya," ujar Santana.

"Di Madrid, dia selalu bermain bagus. Saya yakin dia akan kembali ke lapangan dengan motivasi tinggi. Mudah-mudahan segalanya berjalan lancar," sambungnya.

Adapun setelah dinyatakan positif mengonsumsi meldonium pada bulan Januari 2016, Sharapova dijatuhi hukuman dua tahun oleh Federasi Tenis Internasional (ITF). Namun pengadilan arbitrase olahraga (CAS) kemudian memotong masa hukuman selama sembilan bulan pada Oktober 2016.

Sharapova sendiri berharap bisa bermain lebih cepat, termasuk bermain dalam Olimpiade Rio 2016. Sayangnya, CAS tak kunjung mengeluarkan putusan hingga 18 Juli 2016, yang mana tanggal itu merupakan batas waktu bagi tim untuk menentukan nama pemain yang akan berangkat ke Brasil.

Sebelumnya, pihak ITF turut merilis pernyataan resminya setelah menjatuhkan skorsing dua tahun pada juara Australia Terbuka 2008 tersebut.

ITF menjelaskan bahwa sebuah pengadilan independen yang ditunjuk berdasarkan pasal 8.1 Program Tenis Anti-Doping 2016 menemukan bahwa Maria Sharapova melakukan suatu pelanggaran peraturan antidoping pada pasal 2.1. Dan sebagai konsekuensinya, Sharapova didiskualifikasi dari turnamen Australia Terbuka 2016 dan dijatuhi skors terhitung dari tanggal 26 Januari 2016.

"Nona Sharapova, petenis berusia 29 tahun dari Rusia, memberikan sampel urin pada 26 Januari 2016 setelah pertandingan perempat final di Australia Terbuka 2016 yang berlangsung di Melbourne, Australia. Sampel telah dikirim ke laboratorium World Anti-Doping Agency (WADA) yang terakreditasi di Montreal, Kanada, untuk dianalisis,” bunyi pernyataan ITF.

“Dari hasil pemeriksaan, ditemukan kandungan meldonium yang merupakan modulator metabolik yang disertakan di bawah bagian S4 (Hormon dan Modulator Metabolik) dari daftar obat terlarang 2016 yang dikeluarkan WADA, dan obat itu juga dilarang dalam Program Tenis Anti-Doping 2016," tambahnya.

Adapun meldonium dikategorikan sebagai doping sejak Januari 2016. Sharapova pun pernah menjelaskan bahwa dirinya sudah 10 tahun mengonsumsi meldonium karena punya riwayat penyakit jantung dan keluarganya memiliki riwayat diabetes.

Lainnya dari tribunnews.com

tribunnews.com
tribunnews.com
image beaconimage beaconimage beacon