Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Inapgoc Adakan Pertemuan Delegasi Teknis Panitia Pelaksana Asian Para Games 2018

logo tribunnews.com tribunnews.com 17/11/2017

TRIBUNNEWS.COM - Setelah menandatangani Nota Kesepahaman mengenai anggaran dengan Kemenpora, Inapgoc selaku Panitia Pelaksana Asian Para Games 2018 bekerja cepat dengan mengadakan Pertemuan Delegasi Teknis yang dibuka pada hari Jumat (17/11/2017) ini di hotel Grand Sahid, Jakarta.

Pertemuan delegasi teknis yang pertama ini merupakan bukti keseriusan Inapgoc dalam mempersiapkan Asian Para Games 2018 meski banyak menghadapi kendala di berbagai bidang.

Ketua Pelaksana Asian Para Games 2018, Raja Sapta Oktohari, mengakui bahwa persiapan Indonesia mungkin jauh dari sempurna akibat tantangan di berbagai bidang.

Meski begitu, hal tersebut tak menghalangi Inapgoc untuk berusaha sekuat tenaga mempersiapkan gelaran ini.

"Kami menghadapi banyak tantangan dalam persiapan. Utamanya soal anggaran, pembangunan infrastruktur, dan pemenuhan standar aksesibilitas. Selain itu kami juga harus membangun kesadaran publik tentang Asian Para Games 2018," ujar Okto dalam sambutannya.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (kelima kanan) berpose bersama Kemenpora, Imam Nahrawi (kelima kiri) Ketua umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir dan Ketua Pelaksana Asian Para Games (INAPGOC), Raja Sapta Oktohari (keempat kanan) bersama para peraih medali Sea Games dan Sea Para Games Kuala Lumpur 2017 di Kemayoran, Jakarta, Jumat (6/10/2017) Super Ball/Feri Setiawan © Super Ball/Feri Setiawan Wakil Presiden Jusuf Kalla (kelima kanan) berpose bersama Kemenpora, Imam Nahrawi (kelima kiri) Ketua umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir dan Ketua Pelaksana Asian Para Games (INAPGOC), Raja Sapta Oktohari (keempat kanan) bersama para peraih medali Sea Games dan Sea Para Games Kuala Lumpur 2017 di Kemayoran, Jakarta, Jumat (6/10/2017) Super Ball/Feri Setiawan

"Dalam kunjungan ke venue, para delegasi teknis akan bisa melihat bahwa banyak venue masih dalam proses renovasi dan sebagian dari venue tersebut belum ramah kaum difabel. Ini menjadi salah satu tantangan yang kami hadapi," sambungnya.

Menurut Okto, hal tersebut juga terlihat di perkampungan atlet. Karena itu pihaknya bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan untuk memenuhi standar aksesibilitas di venue dan perkampungan atlet.

Adapun pertemuan delegasi teknis ini dihadiri oleh tiga delegasi teknis dari tiga cabang yakni goal ball, menembak, dan tenis kursi roda.

Dalam pertemuan ini, para delegasi akan melakukan kunjungan ke venue goal ball di Gelanggang Olahraga Tanjung Priok, Lapangan Tembak Senayan, dan lapangan tenis Klub Rasuna Kuningan.

Lainnya dari tribunnews.com

tribunnews.com
tribunnews.com
image beaconimage beaconimage beacon