Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Indonesia Terbuka Jadi Ajang Evaluasi Pelatnas

logo tribunnews.com tribunnews.com 12/06/2017 Muhammad Barir
Sekretaris Jendral PBSI Achmad Budiharto (keempat kanan), Kepala Bidang Pembunaan Prestasi PP PBSI Susi Susanti (keempat kiri) dan sejumlah pebulu tangkis Indonesia (kiri ke kanan) Anthony Sinisuka Ginting, Kevin Sanjaya Sukamuljo, Marcus Fernaldi Gideon, Fitriani, Debby Susanto serta Praveen Jordan melakukan sesi foto usai jumpa pers jelang BCA Indonesia Open 2017 di Jakarta, Minggu (11/6/2017). Kejuaraan yang diikuti 310 atlet dari 21 negara tersebut akan berlangsung 12-18 Juni 2017 di Jakarta Convention Center. Super Ball/Feri Setiawan © Super Ball/Feri Setiawan Sekretaris Jendral PBSI Achmad Budiharto (keempat kanan), Kepala Bidang Pembunaan Prestasi PP PBSI Susi Susanti (keempat kiri) dan sejumlah pebulu tangkis Indonesia (kiri ke kanan) Anthony Sinisuka Ginting, Kevin Sanjaya Sukamuljo, Marcus Fernaldi Gideon, Fitriani, Debby Susanto serta Praveen Jordan melakukan sesi foto usai jumpa pers jelang BCA Indonesia Open 2017 di Jakarta, Minggu (11/6/2017). Kejuaraan yang diikuti 310 atlet dari 21 negara tersebut akan berlangsung 12-18 Juni 2017 di Jakarta Convention Center. Super Ball/Feri Setiawan

TRIBUNNEWS.COM - Turnamen BCA Indonesia Open (BIO) Superseries Premier 2017 menjadi ajang khusus bagi skuat ganda putri pelatnas. Kejuaraan ini bakal menjadi saat penilaian terakhir program evaluasi enam bulanan yang diterapkan Pelatnas. Hal itu diungkapkan Eng Hian, Kepala Pelatih Ganda Putri PBSI.

Di awal tahun 2017, Eng memang pernah menyebutkan bahwa ia telah menetapkan sejumlah kriteria dan target bagi para penghuni pelatnas ganda putri senior untuk dapat bertahan menjadi anggota timnas di pelatnas Cipayung.

“Indonesia Open ini akan menjadi evaluasi enam bulanan di ganda putri, terutama pemain-pemain senior. Jadi semua saya beri target untuk bisa berprestasi di kejuaraan ini, kalau masih mau lanjut di pelatnas PBSI,” kata Eng Hian dilansir Djarum Badminton.

Empat pasangan ganda putri senior pelatnas akan berjuang di babak utama BIOSSP 2017. Della Destiara Haris/Rosyita Eka Putri Sari kini memiliki peringkat tertinggi diantara rekan-rekan sepelatnasnya dengan menduduki rangking 15 dunia. Di babak kedua, Della/Rosyita kemungkinan akan bertemu dengan wakil Tiongkok unggulan keenam, Luo Ying/Luo Yu.

Sedangkan Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani juga berpeluang untuk jumpa pasangan unggulan yaitu Jung Kyung Eun/Shin Seung Chan dari Korea. Sama halnya dengan pasangan Greysia Polii/Apriani Rahayu, jika berhasil melewati babak pertama, keduanya bakal dihadapkan dengan unggulan ketiga dari Korea, Chang Ye Na/Lee So Hee.

Pasangan Rizki Amelia Pradipta/Tiara Rosalia Nuraidah di babak pertama sudah harus berhadapan dengan ganda putri utama Thailand, Puttita Supajirakul/Sapsiree Taerattanachai.

“Tiga pasangan senior akan menghadapi pasangan-pasangan terbaik dunia di babak pertama dan kedua. Sedangkan satu pasangan lagi akan berhadapan dengan ganda putri terbaik Thailand di babak pertama, saya akan lihat apakah mereka bisa melewati babak tersebut,” tutur Eng.

Sementara itu, skuad pratama ganda putri pelatnas memenuhi draw babak kualifikasi. Mereka adalah Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva Ramadhanti, Ribka Sugiarto/Febriana Dwipuji Kusuma, Yulfira Barkah/Meirisa Cindy Sahputri, Ramadhani Hastiyanti Putri/Vania Arianti Sukoco, Tania Oktaviani Kusumah/Nisak Puji Lestari, Pitha Haningtyas Mentari/Virni Putri serta Serena Kani/Jauza Fadhila Sugiarto.

Lainnya dari tribunnews.com

tribunnews.com
tribunnews.com
image beaconimage beaconimage beacon