Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Ingat Insiden Salah Pasang Bendera di SEA Games Malaysia? Ternyata Pelakunya. . .

logo tribunnews.com tribunnews.com 09/09/2017 Aji Bramastra

TRIBUNNEWS.COM - Insiden salah pasang bendera dalam tayangan televisi soal SEA Games Kuala Lumpur 2017 di TV Malaysia, TV2, sempat menjadi polemik tersendiri.

Dalam tayangan klasemen perolehan medali SEA Games, bendera negara-negara selain Malaysia dipasang secara ngawur.

Yang jadi 'korban' tak hanya Indonesia, yang pada tayangan itu diberi bendera Vietnam.

Negara-negara lain mengalami perlakuan hal sama.

Tayangan di TV2 yang menunjukkan salah pasang bendera negara peserta SEA Games 2017 Kuala Lumpur. © Twitter Tayangan di TV2 yang menunjukkan salah pasang bendera negara peserta SEA Games 2017 Kuala Lumpur.

Vietnam diberi bendera Singapura, Singapura diberi bendera Thailand, Thailand diberi bendera Indonesia, Filipina diberi bendera Myanmar, dan sebaliknya Myanmar diberi bendera Filipina.

Menariknya, negara Malaysia tidak mengalami kesalahan bendera.

Kasus ini pun menimbulkan polemik, karena terjadi hanya beberapa saat setelah bendera Indonesia dicetak terbalik di brosur resmi SEA Games.

Nah, kasus ini rupanya menjadi perhatian serius bagi pihak TV 2.

Dikutip Tribunnews dari media Malaysia, MStar Online, pihak TV2 telah mengakui bahwa hal itu merupakan kesalahan pegawainya.

Usai SEA Games, Ketua Pengarah Penyiaran, Datuk Abu Bakar Ab Rahim, mengatakan, bahwa pihaknya memberi pegawai tersebut sanksi.

Menurut dia, pihaknya memberi skorsing serta denda terhadapnya.

“Seorang pegawai dari bagian berita (redaksi) telah diskors selama dua minggu,". 

"Selain itu, terdapat beberapa pegawai telah diberi denda sehubung insiden yang berlaku,” kata Abu Bakar.

Meski demikian, Abu Bakar menolak untuk menyebut identitas pegawai tersebut.

Abu Bakar mengakui bahwa kesalahan itu tidak akan terjadi jika semua pihak di bagian produksi mengikut prosedur operasi standar (SOP) selama siaran berlangsung.

“Semua siaran yang kita siarkan harusnya melalui seleksi dulu, tak boleh dibiarkan lepas begitu saja,” tambah Abu Bakar.

Insiden bendera ini terjadi pada 24 Agustus 2017 lalu.

Setelah viral di media sosial, pihak TV2 merilis permohonan maaf secara terbuka. (*)

Lainnya dari tribunnews.com

tribunnews.com
tribunnews.com
image beaconimage beaconimage beacon