Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Jelena Ostapenko Rebut Trofi Roland Garros

logo tribunnews.com tribunnews.com 12/06/2017 Muhammad Barir

TRIBUNNEWS.COM - putri Latvia, Jelena Ostapenko menjadi petenis termuda yang berhasil menjadi juara Prancis Terbuka dalam 20 tahun terakhir. Petenis non-unggulan itu berhasil mengangkat trofi juara dua hari setelah ulang tahunnya yang Ke-20 mengalahkan petenis Rumania, Simona Halep di final dengan skor 4-6, 6-4, 6-3, Minggu (11/6) WIB.

Pertarungan final di turnamen grand slam yang digelar di lapangan tanah liat itu berlangsung satu jam 59 menit. Ostapenko membuat kejutan dengan mengalahkan petenis berusia 25 yang lebih diunggulkan.

Dalam dua gim pertama, keduanya saling mematahkan servis. Set pertama, skor sempat imbang 4-4 sebelum Halep memenangkan set tersebut dalam waktu 39 menit.

Catatan Halep yang tak pernah kalah satu gim pun di Prancis Terbuka terhenti pada set Kedua final. Sekalipun, pada set ini Halep juga sempat mendominasi dan unggul 3-0.   Pada gim keempat, Ostapenko mulai bangkit dan merebut angka. Hingga dia berbalik mendominasi permainan dan unggul 4-1 sebelum menuntaskan set Kedua dengan skor 6-4.

Situasi seperti set Kedua kembali terulang pada set Ketiga. Halep memimpin 3-1 dan banyak mematahkan servis Ostapenko. Dua gim berikutnya, Ostapenko mengejar dan skor imbang 3-3.

Dengan pukulan yang keras dan akurat, Ostapenko makin tak terbendung oleh Halep. Ostapenko menang pada set ini dengan skor 6-3.

Sepanjang digelar Prancis Terbuka, Ostapenko menempati peringkat Kedua termuda di bawah Iva Majoli dari Kroasia yang merebut trofi Roland Garros pada 1997.

Jelena Ostapenko © zimbio.com Jelena Ostapenko

Tanggal 8 Juni 1997 adalah hari spesial bagi Ostapenko. Demikian pula, hari itu jadi hari yang sangat spesial bagi Iva Majoli. Hari ketika Iva Majoli untuk pertama kalinya bisa mencium dan mengangkat trofi Roland Garros 1997 dan mencetak rekor sebagai petenis termuda sepanjang sejarah yang meraih juara Roland Garros. 

"Saya tidak percaya Saya juara Roland Garros, dan saya baru berusia 20. Saya bahkan tidak membayangkan bisa memenangkan gelar juara," kata Ostapenko.

Ostapenko menjadi orang Latvia pertama yang memenangkan gelar grand slam. Dia menjadi petenis non-unggulan pertama yang sukses mengangkat Piala Suzanne Lenglen sejak petenis Inggris Margaret Scriven pada 1933.

"Tentu saja saya mungkin akan mendapat lebih banyak tekanan dan perhatian, tapi saya akan mencoba untuk mengatasinya," ujarnya. 

Lainnya dari tribunnews.com

tribunnews.com
tribunnews.com
image beaconimage beaconimage beacon