Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Jorge Lorenzo Siap Pensiun di Ducati

logo tribunnews.com tribunnews.com 26/01/2017 Muhammad Barir

TRIBUNNEWS.COM - Pebalap Spanyol, Jorge Lorenzo tak mau sekadar mampir di tim Ducati selama dua musim. Dia menegaskan ketertarikannya untuk mengakhiri kariernya di tim Ducati.

Keinginannya mengakhiri kariernya di Ducati di sampaikan dalam sesi wawancara dengan Gazzetta dello Sport.

Setelah diperkenalkan sebagai bintang baru dari tim Italia, Lorenzo siap untuk berangkat ke Sepang. Pada hari Senin sampai Rabu depan, dia akan berpartisipasi dalam uji coba pertama MotoGP tahun ini.

Dua minggu kemudian dia akan kembali mengendarai Desmosedici GP, uji coba selanjutnya di Phillip Island, sebelum uji coba terakhir pada tes pramusim di Qatar, beberapa hari sebelum balapan pembukaan di Qatar yang dijadwalkan digelar 26 Maret di sana.

"Saya menandatangani kontrak dengan Ducati dengan tujuan untuk mengakhiri karier saya di sini. Kita tidak bisa tahu apa yang akan nanti terjadi dalam hidup dan bahkan dalam hal balapan, tapi ini adalah niat saya. Mengakhiri karier dengan Ducati dan jika mungkin menjadi legendanya," kata Lorenzo dilansir Motorsport.

Meskipun diakuinya itu sulit. Dia menjelaskan kalau bersama satu atap dengan Valentino Rossi sangat sulit baginya. Seperti yang dirasakan selama dua tahun terakhir. Itu juga yang mendorongnya untuk memutuskan untuk mengubah tim.

Jorge Lorenzo © derapate.allaguida.it Jorge Lorenzo

"Tinggal di Yamaha adalah kesempatan besar, baik dalam hal tawaran keuangan dan juga paket sepeda motor dan tim. Tapi saya memilih Ducati. Saya mengerti betapa pentingnya memiliki karakter seperti Valentino untuk Yamaha, untuk apa yang telah diberikan untuk juara dan pentingnya memiliki dia dalam hal pemasaran," kata Lorenzo.

"Ini normal untuk produsen seperti Yamaha menempatkan semua upaya untuk dia. Tapi mereka selalu melakukan hal yang sama dengan saya, secara teknis selalu memberi kepada saya perlakuan yang sama," katanya.

Lorenzo sudah merasakan pengalaman sembilan tahun di Yamaha dengan cara yang terbaik, dengan kemenangan dan jabat tangan dengan Rossi.

"Saya tidak melakukannya karena niat sendiri. Seseorang ada yang menyarankan (saya) untuk berjabat tangan (dengan dia), tapi itu ide yang baik. Ini sangat sulit untuk memiliki hubungan yang baik dengan rekan Anda, karena dia saingan pertama dan dia mengalahkan Saya jika saya tidak memiliki alasan. Tapi pada akhirnya perlu empati untuk memahami bahwa dia memiliki perasaan seperti saya," katanya

Lainnya dari tribunnews.com

tribunnews.com
tribunnews.com
image beaconimage beaconimage beacon