Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Kata Ketua PSSI Soal Perubahan Regulasi Pemain U-23 di Liga 1

logo Tempo.co Tempo.co 06/07/2017 Tempo.co
foto © Copyright (c) 2016 TEMPO.CO foto

TEMPO.CO , Gianyar - Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, tak bisa menjamin bahwa pihaknya tak akan kembali memberlakukan regulasi penggunaan 3 pemain U-23 di Liga 1 sebagai starting eleven . Menurut dia, peraturan itu bisa saja kembali diberlakukan tergantung kebutuhan dari tim nasional Indonesia.

"Ini (regulasi) tergantung, berdasarkan kebutuhan. Tanpa kami lakukan (regulasi) itu tidak ketemu pemain-pemain (timnas U-22), paling Evan Dimas dan Hansamu Yama, karena itu yang kelihatan," ujarnya saat meninjau pelatnas timnas U-22 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Kamis 6 Juli 2017.

Baca: Jadwal Liga 1 Pekan Ke-13 dan Klasemen: Banyak Big Match

Sebelumnya PSSI membekukan sejumlah peraturan kontroversial yang berlaku di Liga 1 karena melanggar ketentuan FIFA. Selain keharusan memainkan 3 pemain U-23, setiap klub yang bertanding juga sebelumnya boleh mengganti pemain hingga 5 kali dalam 1 pertandingan. Selain itu setiam tim juga boleh membawa 9 pemain cadangan.

Soal keharusan memainkan 3 pemain U-23, Edy menjelaskan bahwa peraturan itu dibuat untuk memudahkan tim pelatih dalam membentuk Tim Nasional U-22 yang akan berlaga di ajang SEA Games 2017 di Malaysia Agustus mendatang. Selain itu, peraturan itu juga diterapkan agar para pemain lebih siap menghadapi kompetisi seperti SEA Games.

"Pemain usia ini (U-23) perlu jam terbang di liga. Pemain (timnas U-22) sudah kami temukan, sehingga regulasi kami kembalikan normal," katanya.

Menurut dia, Liga 1 harus menjadi ajang untuk mencari calon pemain timnas. Edy menjelaskan dalam liga ada dua aspek penting, yaitu hiburan dan pembinaan.

Baca juga: Hasil Liga 1: Persib Bandung Berhasil Tumbangkan PSM Makassar 2-1

"Kalau hanya hiburan saja tidak ada pembinaan habis nanti kita. Kalau cuma pembinaan, masyarakat enggak ada hiburan," katanya. "Semua klub mau menang, enggak mau mainkan pemain usia dini, terus kapan kita lihat?"

Soal pelanggaran terhadap ketentuan FIFA,l Edy menjamin tak akan berdampak pada keberlangsungan Liga 1. Alasannya, dia menyatakan telah meminta izin kepada badan sepak bola tersebut.

"Walaupun menyalahi statuta, tapi kami izin ke FIFA. Kami beri tahu alasan ini, sehingga di putaran pertama Liga 1 kami diizinkan (regulasi U-23)," katanya.

BRAM SETIAWAN

Lainnya dari Tempo.co

image beaconimage beaconimage beacon