Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Keylor Navas, Ditolak Di Kosta Rika Hingga Dua Kali Mengangkat Trofi Liga Champions

logo Goal.com Goal.com 09/07/2017

Saat masih muda, kiper Real Madrid ini pernah ditolak karena posturnya dianggap tidak ideal, tetapi sekarang dia beredar di level top.

OLEH Albert Pinero Penyusun Gunawan Widyantara Ikuti ditwitter

Tiga tahun sudah berlalu sejak Kosta Rika mencatat hasil luarbiasa di lapangan hijau. Mereka sukses menembus babak delapan besardi Piala Dunia Brasil yang tidak hanya mencuri perhatian fanssepakbola di seluruh dunia, namun ikut melambungkan sejumlahnama.

Keylor Navas adalah ikon revolusi sepakbolaKosta Rika. Ketika itu dia masih berkostum Levante dan bisamenyuguhkan sederet performa gemilang di Brasil 2014 yangmengantarkannya ke pintu Santiago Bernabeu. Setelah pesta sepakbolapaling akbar sejagat tersebut, Navas mendapat perhatian besar dinegarana - terutama di kota Perez Zeledon.

SIMAK JUGA: Keylor Navas Siap Pertahankan TempatnyaDi Real Madrid

© 2017 Goal.com

Di sana Navas dipuja layaknya pahlawan, dia diarak menggunakanmobil mewah dan mendapat kunci kota. Nama Navas diagungkan olehpuluhan bahkan ratusan ribu fans sepakbola. Tidak berhenti di sana,nama Navas bakal diabadikan menjadi nama stadion yaitu EstadioMunicipal Keylor Navas Gamboa, menggantikan nama Municipal Stadium,tentu saja ini sebuah penghargaan terbesar dalam kariernya.

Di antara usia 12 dan 14 saat Navas masih belajar bersamaEscuela de Futbol Pedregoso, dia mendapat kesempatan melakoni trialbersama Club Municipal Perez Zeledon. Klub tersebut pernah dibelaayahnya hingga punya arti khusus, sayang karena dianggap punyapostur kecil, dia mendapat penolakan.

Meski demikian episode tidak sedap tersebut sama sekali tidakmemadamkan api semangat Navas, terbukti markas klub yang pernahmenolaknya itu kelak akan menggunakan namanya.

Belum memang, karena aturan di Kosta Rika baru mengizinkanpenggunaan nama sebagai sebuah tempat ketika orang tersebut telahmeninggal dunia. Stadion itu masih bernama Municipal namun satu halyang pasti Municipal Perez Zeledon pasti menyesal sepanjang masakarena pernah menolak pemain yang sekarang menjadi pahlawansekaligus legenda di Kosta Rika dan salah satu ikon RealMadrid.

Kehidupan Navas pada awalnya tidak sepenuhnya mudah. Pada usiadelapan, Keylor merapat ke Escuela de Futbol Pedregoso. Episode inidigagas oleh Juan de Dios Madriz, sang pendiri sekolah. "Dia bisamenendang dengan kedua kaki; kecil tapi lincah," ujarnya memberipenilaian pada Navas sewaktu kecil.

Juan de Dios menggaetnya hanya karena mendengar Navas punyabakat bagus sebagai penjaga gawang. Dia kemudian berbicara pada ibuNavas, Sandra, yang setuju untuk kemudian dengan rutin membawaanaknya dengan motor Suzuki 80cc ke tempat latihan.

Tidak lama kemduian orang tua Navas harus pergi ke AmerikaSerikat untuk bekerja, jadi yang membesarkannya di Kosta Rikaadalah Juan, sang kakek. Juan -yang juga dianggap Navas sebagaiayah - dengan telaten membawanya ke sejumlah pertaindingan dansering mengajaknya berkeliling menggunakan mobil Toyota berwarnahijau yang dideskripsikan sudah sangat tua.

Dari Escuele de Futbol Pedregoso dan ditolak Club MunicipalPerez Zeledon, Navas lalu merapat ke Dportivo Saprissa di San Jose.Dari sana, Navas mendapat kesempatan mengenakan kostum Albacete,Levante dan Real Madrid untuk menciptakan sejarah yang sudah kitaketahui bersama.

SIMAK JUGA: Keylor Navas Desak Real MadridPertahankan Cristiano Ronaldo

Salah satu yang Navas kerjakan setelah resmi memperkuat Madridadalah membelikan kakeknya sebuah mobil KIA anyar. Ini adalahsebuah penghargaan pada sang kakek karena selalu membantu hinggamenjadikan dirinya seperti sekarang.

Dahulu Navas hanyalah seorang anak kecil dan tidak seorangpunbakal menyangka nama Navas akan begitu melegenda di Kosta Rikadengan memenangkan dua gelar Liga Champions bersama tim palingsukses di dunia, Real Madrid.

More from GOAL.com

image beaconimage beaconimage beacon