Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Kisah di Balik Kegagalan Alexis Sanchez Pindah ke Manchester City

logo Tempo.co Tempo.co 02/09/2017 Tempo.co

Hari terakhir bursa transfer pemain menyisakan kisah menarik soal kegagalan kepindahan Alexis Sanchez dari Arsenal ke Manchester City. Ada faktor Thomas Lemar yang ikut menyelip dalam persoalan.

Menjelang pertandingan Cile melawan Paraguay pada babak kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Conmebol, Jumat pagi waktu Indonesia, perwakilan Manchester City sudah berada di Santiago, ibu kota Cile. Tujuan mereka hanya satu: menyelesaikan semua administrasi kepindahan Alexis Sanchez, yang tengah membela negerinya.

Pep Guardiola memang amat menginginkan pemain Arsenal itu bermain di skuadnya pada musim ini. Tawaran pertama, Selasa lalu, ditolak. Uang sebesar Rp 860 miliar ditampik klub yang bermarkas di Emirates Stadium itu. Alasannya, Sanchez tidak akan dijual.

Guardiola tetap punya keyakinan. Arsenal akan menjualnya. Apalagi pemain itu sudah menyatakan ingin hengkang. Itulah sebabnya dia mengajukan tawaran baru, yakni senilai Rp 1 triliun.

Respons Arsenal ternyata berubah. Mereka membuka peluang. Namun dengan catatan mereka harus mendapatkan Thomas Lemar dari AS Monaco dulu. Sebelumnya, Wenger menyatakan pihaknya sudah tak lagi berusaha merekrut pemain itu.

Menjelang tenggat, mereka mengajukan tawaran senilai Rp 1,5 triliun. Pada saat bersamaan, di Saint-Denis, Lemar tengah berada di lapangan, membela Prancis yang menang besar 4-0 atas Belanda. Dalam pertandingan itu, dia mencetak dua gol.

Aksi Arsenal terbilang penuh percaya diri. Padahal beberapa hari sebelumnya, pemain kelahiran 12 November 1995 itu dikabarkan memilih Liverpool bila harus pergi dari Monaco. Pilihan yang masuk akal, tentu saja. Pada musim ini, Liverpool lebih bergengsi. Mereka bermain di Liga Champions, sementara Arsenal hanya turun di Liga Europa.

Jurnalis Spanyol, Guillem Balague, sebelum bursa transfer ditutup, sempat mencuit di akun Twitter-nya. "Soal Lemar. Pemain itu menolak pindah ke #AFC. Lacazette, Koscielny, dan Giroud datang ke kamarnya untuk meyakinkan dia."

Ternyata cuitan itu benar. Lemar menolak tawaran itu. Dia memilih tetap berada di AS Monaco. Ini berarti kepindahan Sanchez ke Manchester City gagal. Klub itu pun berang dan menyalahkan Arsenal, yang dianggap tidak serius hendak melepas Sanchez.

Bagaimana dengan Sanchez? Tentu saja kesal. Dia sudah bersiap untuk menggoreskan penanya saat mempersiapkan diri untuk bertanding melawan Uruguay. Namun ternyata dia masih harus tinggal di London.

Kegagalan ini membuat Alexis Sanchez senasib dengan Jonny Evans, yang juga gagal pindah ke Manchester City; serta Philippe Coutinho, yang tertahan di Anfield. Meski bursa transfer La Liga baru berakhir pada 1 September, Liverpool takkan melepas Coutinho.

Nasib serupa dialami Virgil van Dijk, yang sebelumnya berniat pergi ke Liverpool. Ternyata, pada akhir bursa transfer, Liverpool tak menawar Van Dijk. Harga pemain Belanda itu memang mahal. Southampton mau melepasnya hanya bila tawaran yang masuk mencapai Rp 1,2 triliun.

Lagi pula, klub yang diasuh Juergen Klopp itu memang tengah berusaha menambah pemain. Sebelum bursa ditutup, klub ini mendapatkan Alex Oxlade-Chamberlain dari Arsenal. Dia dipastikan akan menambah daya gempur The Reds.

Oxlade-Chamberlain sebenarnya juga diminati Chelsea, tapi lebih memilih Liverpool dengan biaya transfer Rp 602 miliar. Pemain yang biasa dipanggil Alex itu tidak mau mengumbar banyak kata. "Tapi saya tidak sabar untuk pergi ke Melwood," kata dia, yang tengah bersama tim nasional Inggris. Melwood adalah pusat latihan Liverpool.

Pada bursa transfer kali ini, nasib Chelsea tak bagus. Mereka akhirnya mendapatkan Danny Drinkwater dari Leicester dan Davide Zappacosta dari Torino, tapi pinangan kepada Fernando Llorente yang bermain di Swansea ditolak.

Padahal Llorente pernah bersama dengan Antonio Conte saat membela Juventus. Dalam rencana Conte, striker berusia 32 tahun tersebut akan dijadikan pilihan kedua di lini depan. Namun dia malah melabuhkan dirinya ke Tottenham Hotspur. Dia diambil dari klub asal Wales itu dengan nilai transfer sebesar Rp 258 miliar.

Berbeda dengan Chelsea, Spurs terbilang beruntung pada hari terakhir bursa transfer ini. Selain berhasil merekrut Llorente, mereka kedatangan bek asal Paris Saint-Germain, yakni Serge Aurier. Padahal sebelumnya ramai dibicarakan bek tersebut akan berlabuh di Stamford Bridge, kandang Chelsea.

foto © Copyright (c) 2016 TEMPO.CO foto

Aurier, 24 tahun, yang berasal dari Pantai Gading, merupakan pemain penuh kontroversi. Setahun lalu, dia dipenjara 2 bulan karena menyerang polisi di sebuah klub malam di Paris. Meski menyatakan tak bersalah dan mengajukan banding, dia ditolak masuk Inggris. Akibatnya, dia absen saat Paris Saint-Germain bermain melawan Arsenal di Liga Champions musim lalu.

Namun pengadilan Prancis mengubah hukuman penjara itu menjadi denda. Rabu lalu, pemain yang sudah mendapatkan visa kerja di Inggris itu menyatakan akan membuat pertahanan Spurs lebih kuat. Apalagi Mauricio Pochettino sang pelatih juga berhasil mendapatkan pemain Ajax, Davinson Sanchez, dengan harga Rp 688 miliar serta bek Juan Foyth dari Estudiantes, Argentina.

Tottenham boleh saja dibilang menang banyak-istilah anak muda di sini. Tapi hal yang paling mengejutkan adalah kepindahan Renato Sanchez ke Swansea. Pemain muda terbaik di Piala Eropa tahun lalu itu tanpa diduga memilih klub Wales tersebut. Padahal banyak klub besar yang menginginkannya, termasuk AC Milan dan Chelsea.

Bermain di Bayern Muenchen, dia memang tak mendapat tempat. Dia memerlukan lebih banyak waktu bermain. Nah, Paul Clement, yang sebelumnya merupakan asisten pelatih Carlo Ancelotti, menjanjikan kesempatan bermain lebih banyak kepadanya.

Pihak Bayern pun setuju. Bagi dia, meminjamkan Sanchez agar bermain di Liga Primer bisa menjadikannya lebih matang. "Melepasnya bermain di liga yang paling keras di dunia akan membuatnya lebih baik," kata presiden klub, Karl-Heinz Rummenigge.

Kepindahan pemain pada hari penutupan bursa ini menggenapkan total nilai transaksi yang mencapai Rp 25,3 triliun, atau naik dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 20,4 triliun. Alexis Sanchez tak ikut menyumbang angka itu karena ia harus menunggu masa jendela transfer pemain berikutnya dibuka bila tetap ingin pindah.

GUARDIAN | BBC | DAILYMAIL | ESPN | IRFAN BUDIMAN

Lainnya dari Tempo.co

image beaconimage beaconimage beacon