Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Kisruh Bhayangkara FC & Mitra Kukar: Belajar Dari Kasus Denis Cheryshev Real Madrid

logo Goal.com Goal.com 09/11/2017
Denis Cheryshev war für das Pokalspiel nicht spielberechtigt und wurde kurz nach Wiederanpfiff der zweiten Hälfte ausgewechselt © 2017 Goal.com Denis Cheryshev war für das Pokalspiel nicht spielberechtigt und wurde kurz nach Wiederanpfiff der zweiten Hälfte ausgewechselt

Los Blancos pernah dicoret dari kompetisi Copa del Rey karena menurunkan pemain tidak sah.

Kisah Denis Cheryshev bersama Real Madrid di Copa del Rey sudahberakhir namun dengan situasi terkini di sepakbola Indonesia yangmelibatkan Mitra Kukar, Bhayangkara FC, dan Bali United kiranyamenjadi menarik lagi untuk diungkap, setidaknya menjadi bahanpembelajaran untuk kita semua.

3 Desember 2015, Real Madrid menjalani rutinitas pertandingan diCopa del Rey melawan Cadiz pada leg pertama putaran keempat.

Akhir pertandingan mudah untuk diprediksi, Los Merengues berjayadi Estadio Ramon de Carranza dengan skor telak 3-1. Gol kemenanganEl Real pada saat itu dicetak Denis Cheryshev pada menit ketiga dansepasang gol Isco di babak kedua.

Sekilas tidak ada masalah, namun setelah pertandingan Cadizmempersoalkan keputusan Rafael Benitez menurunkan Cheryshev karenapemain asal Rusia tersebut seharusnya tidak bisa dimainkan karenamasih harus menjalani sanksi.

Cheryshev mendapat sanksi karena pada musim sebelumnya telahmengoleksi tiga kartu kuning (bersama Villarreal). Ketika manajemenMadrid menyadari kekeliruan tersebut mereka langsung menarikCheryshev di masa rehat, namun langkah yang diklaim sebagai 'itikadbaik' tersebut sudah terlambat.

Tidak perlu menunggu lama, hanya sehari setelah pertandinganFederasi Sepakbola Spanyol mengambil keputusan, Los Blancosdidiskualifikasi. Tidak berhenti di sana, raksasa ibu kota Spanyolini juga mendapat sanksi berupa denda sebesar €6.000.

Tentu saja Los Blancos melayangkan protes keras. Mereka mencobaberlindung berdasar pada regulasi kompetisi yang menyatakan jikatidak ada pemberitahuan sebelumnya maka sanksi tidak berlaku.

"Kami tidak menerima pemberitahuan apapun. Tidak dari ferderasi.Kami akan melakukan banding, kemudian membawanya ke pengadilanarbitrase," seru presiden Florentino Perez ketika itu.

Bagi Benitez sendiri, teledor administrasi seperti ini bukanperistiwa yang pertama. Pada 2001 saat masih membesut Valencia,mereka didiskualifikasi karena terlalu banyak menurunkan pemainnon-EU.

Tidak tanggung, tiga upaya banding dilayangkan Real Madrid namunhasilnya sama saja. Los Blancos mendapat hukuman atas keteledoranyang telah dilakukan karena menurunkan pemain yang tidak sah hinggaCadiz mendapat tiket 'gratis' ke babak berikutnya.

Bagaimana dengan kasus yang terjadi di Indonesia? Kurang lebihserupa. Semua berawal ketika Mohamed Sissoko mendapat kartu merahdi laga lawan Borneo FC. Tak ayal, pemain asal Mali ini harus absendi pertandingan menghadapi Persib Bandung.

Sehari kemudian, Sissioko mendapat sanksi tambahan larangan didua pertandingan dari Komdis PSSI hingga pemain asal Mali inidinyatakan tidak bisa dimainkan Mitra Kukar pada pertandingan lawanBhayangkara FC dan Persiba Balikpapan.

Akan tetapi Naga Mekes menurunkan Sissoko lawan the Guardianyang berakhir imbang 1-1. Hal ini mereka lakukan karena mengklaimbelum menerima salinan keputusan dari Komdis terkait sanksitambahan Sissoko (artikel lengkap di sini). Di kubu berlawanan,protes tentu saja dilayangkan oleh Bhayangkara yang berbuahkeputusan Mitra Kukar menerima hukuman kalah 3-0 ditambah dendaRp100 juta.

SIMAK JUGA: Pernyataan Resmi Bhayangkara FC SetelahDinyatakan Menang Atas Mitra Kukar

A post shared by Goal Indonesia(@goalcomindonesia) on Nov 8, 2017 at 8:16am PST

Situasi menjadi pelik. Bukan apa-apa, keputusan tersebut membuatkans Bhayangkara menjadi juara semakin besar. Mereka kemudianberhasil menang atas Madura United hingga secara matematika danregulasi head-to-head tim ini berhasil menyambar status rajasepakbola Indonesia meski nantinya koleksi poin mereka mampudisamakan Bali United.

Bhayangkara FC langsung melakukan selebrasi juara di Maduranamun PT LIB belum mengesahkan status tersebut. Pasalnya, menurutChief Operation Officer Tigorshalom Boboy, pihaknya masih menungguapakah Mitra Kukar akan mengajukan banding terhadap keputusanKomdis atau tidak.

Apapun itu demi menghindari peristiwa serupa terulang, sangatpenting ditekankan untuk klub, otoritas liga dan federasi, tertibadministrasi adalah sebuah hal mutlak.

Menarik untuk dinantikan akhir kisah cerita di ujung Liga 12017. Bagaimana prediksi kalian?

More from GOAL.com

image beaconimage beaconimage beacon