Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Klaim Jadi Promotor MMA Top Asia, ONE Championship Tantang UFC

logo Liputan 6 Liputan 6 20/06/2017
Angela Lee © Petarung ONE Championship wanita, Angela Lee (Foto: OneFC) Angela Lee

Persaingan dua kekuatan gobal MMA atau seni bela diri campuran antara ONE Championship (ONE) dan Ultimate Fighting Championship (UFC) tak terelakkan. Singapura muncul sebagai negara di Asia untuk pusat MMA dan terlibat dalam persaingan itu.

UFC baru-baru ini menampilkan seri Fight Night yang berlangsung di Singapore Indoor Stadium, Sabtu (17/6/2017). Seri tersebut jadi salah satu bentuk persaingan dengan ONE Championship untuk mendominasi pasar Asia.

Fight Night menampilkan pertarungan utama MMA antara mantan juara kelas bantam wanita UFC, Holly "The Preacher’s Daughter" Holm (10-3) melawan Bethe Correia (10-2-1). Holm menang KO dalam duel itu.

Lebih dari sebulan lalu, ONE Championship mengadakan pertunjukkan utama di Singapura dengan tajuk ONE: Dynasty Of Heroes. Acara itu menampilkan petarung favorit MMA wanita Asia, "Unstoppable" Angela Lee yang berhadapan dengan Istela Nunes dari Brasil.

Angela Lee, perwakilan Singapura di panggung global MMA, yang juga juara dunia ONE Women’s Atomweight. Angela Lee dikenal secara universal sebagai salah satu petarung wanita tercepat di dunia. Kapan pun ada berita utama tentang Angela Lee di Singapura. Tiket terjual habis bila acara melibatkan Angela Lee. Acara ONE pada Mei lalu tiketnya terjual sebanyak 12 ribu tempat duduk sekaligus ludes.

Dengan kedua peristiwa yang berlangsung di Singapore Indoor Stadium, sulit untuk tidak membandingkan UFC dengan ONE Championship. "Sebagai penggemar, secara keseluruhan nuansa pertunjukan dan hiburan, saya pikir ONE lebih baik," kata Arvind Lalwani, kepala dan pemilik gym lokal Juggernaut Fight Club, dalam rilis yang diterima wartawan. 

"Banyak perkelahian (pada acara UFC) agak mengecewakan. Saya mendengar cukup banyak orang yang keluar dari stadion dan menyesal membayar untuk acara tersebut, terutama mereka yang membayar kursi mahal. Perkelahian itu sangat membosankan. Sebagai penggemar, saya ingin bersemangat dengan perkelahian," ungkapnya.

CEO ONE Championship, Chatri Sityodtong, mengklaim pihaknya lebih menarik dalam menyajikan pertarungan ketimbang UFC. Pertarungan yang unik dari ONE Championship lebih menghibur bagi penggemar MMA. UFC sempat berusaha merebut sebagian pasar penggemar MMA di Asia dengan strategi mencari bakat terbaik. Namun, UFC, dalam sebuah pernyataan yang dibuat melalui Wakil Presiden Senior Internasional dan Konten Joe Carr, mengklaim bakat-bakat di Asia belum di level UFC, termasuk Angela Lee.

"Saya kecewa dengan kesombongan barat yang ditampilkan oleh UFC, terutama sebagai tamu di rumah kita di Asia. Tema orang asing yang datang ke sini dan memukul orang Asia bukanlah yang baru," ucap Sityodtong.

"Jika mereka (UFC) benar-benar percaya bahwa mereka adalah yang terbaik, maka mereka seharusnya tidak memiliki masalah dalam menerima undangan rkami dari juara dunia kami versus juara dunia mereka," jelasnya.

Dengan Angela Lee muncul sebagai salah satu bintang MMA terbesar di Asia, sulit untuk memahami bagaimana UFC dapat meremehkan peran dan dampaknya di pasar Asia. Angela Lee sendiri bisa menjual di seluruh arena, dan dia tidak sendiri dalam ONE yang memiliki bakat berharga seperti di kelas welter Ben Askren dan superstar Filipina Brandon Vera.

LAINNYA DARI LIPUTAN 6

image beaconimage beaconimage beacon