Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Komisi X DPR Soroti Penggunaan Dana Asian Games

logo tribunnews.com tribunnews.com 06/04/2017 Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hanya tersisa waktu 16 bulan lagi bagi (Jakarta & Palembang) mempersiapkan diri sebagai tuan rumah Asian Games XVIII 2018 yang diselenggarakan pada 18 Agustus - 2 September 2018.

Transparansi dan efesiensi penggunaan dana yang telah dikucurkan negara melalui Panitia Asian Games (INASGOC) menjadi pertanyaan oleh berbagai kalangan, termasuk Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem, Kresna Dewanata Phrosakh.

"Kami menunggu penjelasan KOI dan INASGOC tentang penggunaan anggaran kegiatan multievent olahraga tahun 2015 dan 2016 yang lalu. Termasuk pembayaran ke OCA, Dewan Olimpiade Asia, sebesar total USD 45 juta atau sekitar Rp. 600 Milyar yang digunakan untuk kegiatan PR Campaign dan biaya Broadcasting Fee," katanya di gedung DPR belum lama ini.

Adanya wacana pemotongan anggaran Asian Games 2018 oleh Pemerintah, Kresna mengatakan panitia penyelenggara harus menghitung dengan matang rencana pengurangan cabang olahraga yang dipertandingkan dikarenakan alasan efisiensi.

Selain itu, aspek pembinaan jangka panjang dan prestasi cabang olahraga tersebut juga harus menjadi pertimbangan.

"Justru yang perlu dievaluasi dan diawasi adalah aspek pembiayaan yang bersifat seremonial, termasuk biaya promosi, sosialisasi, tampilan penyiaran, pengadaan perangkat IT dan lain-lain," tuturnya.

Anggota Komisi X Kresna Dewanata Phrosakh © ist Anggota Komisi X Kresna Dewanata Phrosakh

Dikatakan soal pembiayaan untuk infrastruktur dan sarana pendukung disesuaikan dengan rencana jangka panjang Pemerintah.

"Infrastruktur, akomodasi, transportasi dan fasilitas pertandingan sebaiknya juga disesuaikan dengan rencana umum pembangunan infrastruktur pemerintah sehingga pembiayaan yang digunakan nantinya tidak hanya efisien tetapi juga efektif supaya bisa memberi manfaat jangka panjang bagi pembinaan atlet dan masyarakat secara luas, terutama setelah Asian Games selesai di gelar," tegas Kresna.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga menjabat Ketua Panitia Pengarah Asian Games 2018 memberi target waktu kepada penyelanggara Asian Games 2018.

RI 2 tersebut menginginkan persiapan event akbar di Jakarta dan Palembang itu benar-benar matang.

Event akbar dunia ini menggelar 484 nomor pertandingan dalam 42 cabang olahraga.

Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games setelah kali pertama pada 1962.

Lainnya dari tribunnews.com

tribunnews.com
tribunnews.com
image beaconimage beaconimage beacon