Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Komite Medis AFC Bedah Kasus Meninggalnya Choirul Huda

logo Goal.com Goal.com 06/11/2017
© 2017 Goal.com

Aspek medis dalam sepakbola tengah mendapat perhatian besar dari FIFA dan AFC.

AFC sebagai konfederasi sepakbola Asia menyelenggarakanpelatihan terkait aspek medis, khususnya tindakan gawat darurat dananti doping, di St. Luke Medical Center Manila, Filipina, 31Oktober hingga 3 November 2017.

Dalam kegiatan ini, dilibatkan 60 dokter olahraga dari 15 negarakawasan Asia tenggara dan Asia Timur ditambah Australia. PSSIsendiri sebagai federasi sepakbola Indonesia diwakili oleh dr.Ikhwan Zein dari Komite Medis.

Pada acara tersebut, dibahas tentang berbagai cara untukmenangani serangan jantung mendadak, cedera kepala leher, gegarotak, serangan alergi, asma, kejang epilepsi, cedera panas hinggakasus sambaran petir.

Pembicara dalam acara ini, Profesor Efraim Kramer yang jugaspesialis gawat darurat dan Dato Dr. Gurcharan Singh, Komite MedisAFC, mendalami kasus meninggalnya kiper Persela Lamongan ChoirulHuda pada hari pertama dan kedua.

Seperti diketahui, meninggalnya legenda Persela itu menjadiperhatian dunia dan bagaimana Huda ditangani sebelum meninggal padapertandingan antara Persela dan Semen Padang menjadi pembahasanPSSI hingga FIFA.

Simulasi pengambilan sampel doping ketika bertindak sebagaiDoping Control Officer (DCO) dilakukan pada hari ketiga dankeempat, bersamaan dengan pembahasan kesehatan dalam olahragasecara umum.

“PSSI merasa terhormat mendapat prioritas mengikuti seminar inidari anggota AFC lainnya, dan pastinya ilmu ini sangat berguna bagisisi medis sepakbola kita," ungkap Ikhwan dalam rilis PSSI.

"Memang sudah semestinya kita bersama-sama terus sadarkanmasyarakat tentang risiko dan pentingnya medis dalampenyelenggaraan sepakbola,” pungkasnya.

More from GOAL.com

image beaconimage beaconimage beacon