Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Konnichiwa, Osaka! - Goal Indonesia Sambangi Markas Cerezo Osaka

logo Goal.com Goal.com 02/12/2017

Goal Indonesia berkesempatan terlibat langsung dalam kegiatan operasional Cerezo Osaka jelang pertandingan.

Hari kedua Goal Indonesia di Osaka diisi dengan agendamengunjungi kamp latihan Cerezo Osaka. Ini merupakan latihan terakhir yang dilakukanHiroshi Kiyotake dkk. sebelum laga krusial kontra Vissel Kobekeesokan hari.

Yang menarik dari kamp latihan Cerezo adalah letaknya yangberada di sebuah pulau buatan di sebelah barat Osaka, yakniMaishima Sports Island. Pulau ini bukan hanya dimanfaatkan untuksepakbola saja, namun juga digunakan oleh cabang olahraga lainseperti bisbol dan tenis.

Untuk menuju ke sana, mau tak mau kami harus menggunakan taksiyang terkenal mahal di Jepang. Transportasi menggunakan busterbilang sulit dan tidak ada stasiun kereta terdekat di area inisehingga taksi menjadi jalan keluar. Butuh biaya 4000 yen atausekitar Rp500 ribu untuk jarak yang tidak begitu jauh.

Pertama kali melihat training ground Cerezo, rasanya sepertimendatangi tempat berlatih klub-klub top Eropa seperti Carrington(Manchester United) atau Ciudad Valdebebas (Real Madrid) karenaletaknya yang jauh dari pusat keramaian kota dan tentunya denganfasilitas penunjang yang komplet. Angin musim gugur berembus lebihkencang mengingat kami berada di pinggiran laut.

Kamp latihan Cerezo ini terdiri dari dua lapangan besar yangterintegrasi dengan sebuah kantor klub dan mess pemain. Kami sempatmasuk ke dalam kantor Cerezo untuk melakukan Facebook Live dengantim media Cerezo.

Ketika latihan dimulai pukul 9.30, para pemain Cerezo terlihatsangat disiplin. Sepuluh menit sebelumnya mereka sudah berkumpul dipinggir lapangan. Kedisiplinan semacam inilah yang barangkalimembuat Cerezo bisa langsung menembus papan atas begitu promosidari J2 di musim ini.

Soal jalannya latihan, durasinya terbilang sebentar, tidaksampai satu jam dengan empat-lima sesi latihan. Meski singkat,kualitas latihan yang diperagakan anak asuh Yoon Jong-hwan iniberada dalam standar tinggi. Contohnya, saat latihan menembak,hampir seluruh pemain mampu menunjukkan kepiawainnya dalam menjebolgawang.

Selepas sesi latihan, kami berkesempatan mewawancarai penyerangsekaligus kapten Cerezo, Yoichiro Kakitani. Banyak hal yangdibicarakan, mulai dari pengalamannya di Basel hingga rencananyauntuk mengunjungi Indonesia. Simak selengkapnya dalam video berseridi sini.

Berikutnya, kami mengunjungi megastore Cerezo yang letaknyatidak jauh dari kompleks latihan namun berada di pulau buatan lain,tepatnya di sebuah mall bernama ATC. Berbagai pernak-pernik khasCerezo dijual di sini, mulai dari jersey sampai penghapus. Sekadarinformasi, harga jersey home Cerezo berada di angka 14 ribu yenatau sekitar Rp1,7 juta.

Yang menarik adalah keberadaan museum Cerezo di dalam megastore.Berjejer rapi trofi, jersey, foto, patung kaki, dan memorabilialain dari klub berjuluk Sakura ini. Kami juga berkesempatan melihatlangsung Levain Cup, trofi dengan gengsi setara Piala Liga Inggrisyang baru saja dimenangi Cerezo pada awal November lalu.

Keesokan hari adalah menu utama ketika Cerezo melakoni matchdayJ1 League nan krusial di Yanmar Stadium Nagai, menghadapi klub darikota tetangga, Vissel Kobe, yang diperkuat Lukas Podolski. Cerezodiwajibkan untuk memenangi laga ini untuk menjaga peluang lolos keLiga Champions Asia.

Yanmar Stadium memiliki kapasitas 47 ribu penonton dan merupakanstadion yang pernah menggelar tiga partai Piala Dunia 2002.Terdapat lemari kaca besar di pintu masuk VIP yang berisikanmemorabilia dari laga-laga Piala Dunia tersebut, termasuk jerseyHiroaki Morishima, legenda Cerezo yang mampu mencetak gol distadion ini saat Jepang menaklukkan Tunisia.

Terletak di selatan pusat kota, tepatnya di kompleks Nagai Park,Yanmar Stadium diapit oleh dua stadion besar lain danlapangan-lapangan kecil yang bisa dimanfaatkan warga sekitar untukberolahraga. Mirip dengan Kompleks Olahraga Bung Karno di Senayan,Jakarta. Untuk diketahui, Cerezo hanya menggunakan stadion iniuntuk laga-laga penting. Di laga-laga reguler, mereka biasa tampildi Kincho Stadium yang masih satu kompleks di Nagai Park.

Empat jam sebelum kick-off, puluhan ribu penonton mulai memadatiYanmar Stadium. Mereka tampak sangat tertib mengantre. Ada yangantre membeli makanan sampai antre mengambil lotre. Antusiasme yangcukup tinggi meski sepakbola bukan olahraga nomor satu diJepang.

Sembari menunggu kick-off, kami menyempatkan diri untukmelakukan tur stadion. Kami menjelajahi dan mengelilingi seisiYanmar Stadium, seperti memasuki ke kamar ganti pemain, ruangkontrol televisi, hingga merasakan rumput stadion. Tentu saja semuafasilitas ini berstandar internasional.

Kami mendapat kejutan dengan diminta untuk menjadi pembawabendera fairplay sebelum kick-off. Bersama bocah-bocah sekolahdasar Jepang, kami melangkah ke tengah lapangan sambil membawabendera, diikuti oleh para pemain kedua tim. Kami menyaksikanlangsung sebuah kejadian unik ketika seekor monyet ditugaskan untuk menyerahkan bola kepada wasit.Tawa puluhan ribu penonton meledak menyaksikan momen lucu ini yangternyata menjadi viral selepas laga.

Cerezo sempat tertinggal lebih dulu, namun berhasil bangkitdengan dimotori oleh striker andalan Kenyu Sugimoto, yang mencetakdua gol di laga ini sekaligus memantapkan statusnya sebagai topskorJ1 League 2017. Skor akhir 3-1 untuk tim tuan rumah. Selepas laga,dilangsungkan lap of honour dari para pemain Cerezo karena iniadalah laga kandang terakhir mereka di musim ini.

© 2017 Goal.com

Di area mixed zone, para wartawan diberi kesempatan untukberjumpa langsung dengan para pemain. Ada perbedaan mencolok ditempat ini karena suasananya begitu tenang dan malah cenderungsunyi. Wartawan seperti berbisik-bisik dengan pemain yangdiwawancarinya. Situasi yang jauh berbeda ketika meliputpertandingan-pertandingan di Indonesia.

Pada akhirnya, kemenangan untuk Cerezo juga berarti kemenanganuntuk kami, mengingat ini adalah pengalaman liputan yang amatberkesan. Kami menutup hari dengan berjalan-jalan di sekitarDotonbori dan Namba sebelum meninggalkan Osaka keesokan hari dengansenyum puas.

More from GOAL.com

image beaconimage beaconimage beacon