Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Kopi Bukan Obat Ngantuk Kala Mudik

logo Liputan 6 Liputan 6 23/06/2017

Pemudik yang mengendarai kendaraan pribadi harus segera meminggirkan mobil atau motornya saat didera rasa kantuk. Tidur yang paling dianjurkan supaya pemudik lebih segar, bisa berkonsentrasi, dan lebih awas. Pantang buat pemudik yang mengantuk untuk minum kopi atau minum minuman berenergi.

Ngopi jadi hobi bagi generasi milenial © Hobi ngopi para generasi milenial, bikin enggan menabung Ngopi jadi hobi bagi generasi milenial

"Kemampuan berkendara itu artinya kemampuan konsentrasi, kewaspadaan, refleks tubuh buat menghindar, dan semuanya itu hanya dibangun pada saat pemudik tidur. Tidak ada cara lain," kata kata Spesialis Tidur, dr Andreas Prasadja RPSGT saat dihubungi Health Liputan6.com, Kamis, 22 Juni 2017.

Menurut Andreas, tidak ada cara lain yang dapat dilakukan ketika pemudik sudah didera rasa kantuk. Meski dilarang minum kopi maupun minuman berenergi, bukan berarti tidak boleh meminumnya. Boleh saja, asal tetap tidur.

"Begini, kafein baru bekerja setelah 30 menit dikonsumsi. Jadi, tidur setengah jam kemudian bangun, pemudik akan mendapatkan manfaat dari tidur itu dan dari kopinya," kata Andreas.

Dengan begitu, konsentrasi pemudik bisa kembali. Semangat dan kewaspadaan yang sempat redup juga bisa muncul lagi.

"Refleksnya pun akan kembali baik pas kafein dari kopi yang pemudik minum itu mulai bekerja," Andreas menambahkan.

LAINNYA DARI LIPUTAN 6

image beaconimage beaconimage beacon