Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Kylian Mbappe - Bukan Hengkang, Tapi Pulang Ke PSG

logo Goal.com Goal.com 08/09/2017

Pemain berusia 18 tahun ini menjadi rekrutan spesial bagi PSG, tidak hanya karena banderolnya, tetapi juga karena hubungannya dengan klub ibukota.

© 2017 Goal.com


Saat Kylian Mbappe diperkenalkan sebagai pemain Paris Saint-Germain untuk pertama kalinya pada Rabu kemarin,sudah sangat jeas itu bukan perekrutan biasa, tetapi sebuahkepulangan.

Disambut oleh suporter di Parc des Princes, di mana flaremenyala dan namanya dinyanyikan, itu adalah sambutan yang tidakpernah diterima oleh pemain berusia 18 tahun, yang akan menjadipemain muda termahal sepanjang sejarah ketika PSG membelinya secarapermanen musim depan, dengan banderol €145 juta yang bisa naikmenjadi €180 juta.

SIMAK JUGA: Neymar Tandai Era Baru Ligue 1

Pada Jumat, ketika PSG tandang ke Metz, fans mereka akan mendapatkesempatan menyaksikan aksinya di atas lapangan untuk pertama kali,sebuah perwujudan mimpi dari anak muda yang menembus karir dansekarang akan bermain untuk klub kampung halamannya.

Mbappe mungkin dinilai CIES sebagai pemain yang dibanderol terlalutinggi pada musim panas ini, tetapi bagi PSG, dia memiliki nilailebih dari yang bisa dibeli uang. Simbolisasi Mbappe tidak ternilaiharganya.

"Sungguh penting bisa pulang ke rumah," ini merupakan kalimatresmi pertamanya sebagai pemain PSG. "Parc adalah tempat spesial,saya datang ke sini ketika masih muda. Hanya ada satu klub di kota,jadi anak-anak secara alami menoleh ke PSG. Bagi saya, Parc adalahtempat saya datang ketika mendapat uang saku!"

Rumah Mbappe di Bondy, di mana ia bermain secara serius pertamakali, hanya berjarak sekitar 10 kilometer dari pusat Paris yanghistoris dan dua kali lipat ke kandang PSG, di mana dia sekarangakan menjadi rekan bintang dunia seperti Neymar, Marco Verratti danDani Alves, dalam skuat yang memiliki potensi menjadi juara LigaChampions.

Ini adalah area dia mana ia mendapatkan banyak cinta, setelahbermain untuk klub selama bertahun-tahun saat belia sebelumhengkang ke Monaco. Dan keduanya memiliki perasaan yang sama, tidaksedikit karena sang penyerang tetap sangat rendah hati kapanpun diapulang.

"Tidak ada yang bisa memahami emosi yang saya rasakan hari ini,"ujar Mbappe ketika pulang setelah menjuarai Ligue 1 bersama Monaco."Ini perasaan bangga yang luar biasa. Ini adalah kota yang sayakenal, di mana saya tumbuh dan berkembang dan di mana bagian darisaya tinggal.

"Di sini, saya bukan Mbappe, saya hanya Kylian.”

Kylian Mbappé a désormais son portrait sur un immeuble de#Bondy ,la ville où il a grandi. pic.twitter.com/iWlvW61aE3

— Nathan Gourdol (@NathanGourdol) September6, 2017

Bagaimanapun juga, Bondy adalah tempat dimana ia mengasahkemampuannya. Di atas lapangan, dia mengorbankan libur sekolahuntuk meningkatkan kualitas, sehingga mendorongnya untuk langsungpulang setelah Monaco juara Ligue 1 musim lalu.

Awalnya, ia berpikir akan berjuang untuk mempertahankan gelarjuara, tetapi ia kemudian mengejar trofi itu lagi di ibukota.

"Saya merenung bersama orang tua dan agen, menimbang positif dannegatif, dan saya memutuskan untuk bergabung dengan PSG, karena iniadalah proyek yang mengizinkan saya untuk belajar sambil menang,"ujarnya. "Belajar itu hal bagus, tetapi Anda juga harus menang -Anda hanya memiliki satu karir. Saya lapar gelar juara, sayaseorang kompetitor, saya ingin menang sekarang.

"Lewat kerja keras dan kerendahan hati, kami akan mencapai targetkami dan impian memenangkan Liga Champions."

Sementara fanbase global PSG menginginkan kesuksesan, apa yangsuporter lokal inginkan adalah melihat klub dengan pemain Prancisdan terlebih lagi memiliki latar belakang dari Paris. TransferBlaise Matuidi ke Juventus mencopot salah satu 'pemain mereka',terlepas sang pemain lahir di Toulouse, tetapi Mbappe ditakdirkanmenjadi idola baru di Parc.

Memang, tulang punggung klub dari Paris mulai tampak, dengan AdrienRabiot tampil istimewa di lini tengah. Kemudian Alphonse Areolamenyingkirkan Kevin Trapp, sementara Presnel Kimpembe sekarangmenjadi pesaing Thiago Silva dan Marquinhos di jantungpertahanan.

Neymar mungkin menjadi pemain yang menyebarkan nama PSG ke seluruhdunia, tetapi Mbappe yang kemungkinan akan mendapat tempat lebihspesial di suporter lokal.

Dengan menuntaskan impiannya memperkuat klub kampung halaman,Mbappe semakin mendorong PSG untuk lebih dekat mewujudkan mimpiklub meraih gelar juara Liga Champions.

More from GOAL.com

image beaconimage beaconimage beacon