Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Legenda Atlet Bulutangkis Siap Fasilitasi Bibit Muda Menyongsong Asian Games

logo tribunnews.com tribunnews.com 07/09/2017 Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM - Para mantan atlet bulu tangkis kelas dunia yang kini menjadi pengelola Apartemen Green Pramuka siap membantu para pebulu tangkis Indonesia yang akan berlaga di ajang Asian Games 2018.

“Sebagai mantan atlet kami sangat ingin membantu adik-adik [atlet] di cabang bulu tangkis mengembalikan dominasi Indonesia di cabang kebanggaan kami. Bentuknya apa, kami siap berkomunikasi dengan pihak PBSI maupun tim Satlak Prima,” tutur Komisaris PT Duta Paramindo Sejahtera Eddy Hartono, 

Menurut pebulu tangkis yang memperkuat tim Thomas dari tahun 1988 sampai tahun 1994 itu, dirinya merasa resah melihat kegagalan timnas bulu tangkis melakukan sapu bersih medali emas di ajang SEA Games.

logo bulutangkis © NET logo bulutangkis

Pada Sea Games 2017, cabang olahraga bulutangkis cuma meraih dua medali emas dari nomor beregu putra yang didapat usai mengalahkan Malaysia di partai final.

Sementara sisa satu emas didapat dari Jonatan Cristie dari tunggal putra.

Hanya dua emas yang dibawa pulang ke Tanah Air menjadikan SEA Games ini sebagai yang terburuk dalam sejarah perbulutangkisan Indonesia.

Pasalnya sejak ikut SEA Games pada 1977, Indonesia selalu jadi juara umum.

“Resah saja tidak cukup, kami para mantan atlet dan telah terjun di sektor swasta siap membantu sesuai kemampuan kami. Hal ini rasanya tidak berlebihan karena kita menjadi tuan rumah Asian Games. Wajib rasanya bulu tangkis meraih hasil maksimal,” tegas anggota timnas yang mencapai final Asian Games 1990.

Mantan atlet yang lahir pada 19 Juli 1964 ini adalah salah satu legenda yang dimiliki PB Djarum. Bersama Rudy Gunawan, duet Eddy-Rudy menjadi salah satu ganda yang disegani di dunia internasional.

Keduanya sejajar dengan ganda legenda Korea Selatan Park Joo Bong/Kim Moon Soo, Tiang Bingyi/Li Yongbo dari Tiongkok serta Razif Sidek/Jailani Sidek dari Malaysia.

Duet Eddy-Rudy meraih banyak hal termasuk All England dan medali perak Olimpiade 1992 di Barcelona.

Hal senada dikatakan Dirut PT Duta Paramindo Sejahtera Rudy Herjanto Saputra yang menilai ajang Asian Games di Jakarta dan Palembang tidak saja penting sukses dari sisi penyelenggaraan namun juga harus dari segi prestasi.

“Bulu tangkis sudah menjadi tradisi cabang unggulan Indonesia. Segenap pihak harus mendukung. Kami siap mendukung timnas. Sebagai mantan atlet, kami akan sangat terbuka jika diberi kesempatan untuk membantu timnas,” tegasnya.

Sejauh ini fasilitas Green Pramuka dengan konsep one stop living dirasa cukup mendukung untuk menumbuhkan bibit olah ragawan di tanah air.

Green Pramuka City senantiasa berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidup yang layak dan nyaman bagi penghuninya dengan terus di kembangkannya fasilitas fasilitas olah raga agar dapat menjadi salah satu wadah untuk menemukan bibit bibit unggul di cabang olah raga Tanah Air. 

Serupa dengan Komisaris Green Pramuka Eddy Hartono, Rudy Herjanto Saputra adalah pemain di cabang ganda putra.

Bersama tandemnya, Kartono, pasangan Rudy-Kartono pernah menyabet juara All England pada 1981 dan 1984. 

Uniknya, Rudy justru menjadi pasangan Kartono setelah menundukkan ‘calon pasangannya’ itu pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 1977.

Saat itu pasangan Rudy dan Nara Sudjana mewakili Jawa Barat menekuk Liem Swie King/Kartono dari Jawa Tengah pada partai final.

Selepas itu, pasangan Rudy-Kartono melibas Tjun Tjun/Johan Wahyudi pada All England 1981 dan menundukkan andalan Inggris Martin Dew/Michael Tredgett pada ajang yang sama tiga tahun berselang.

Lainnya dari tribunnews.com

tribunnews.com
tribunnews.com
image beaconimage beaconimage beacon