Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Luciano Spalletti Tanggapi Cemoohan Fans AS Roma Soal Francesco Totti

logo Goal.com Goal.com 28/08/2017

Spalletti mendapat sambutan dingin dari publik Olimpico, yang menganggapnya sebagai pemicu Totti pensiun.

Kembalinya LucianoSpalletti ke Stadio Olimpico, Sabtu (26/8) lalu, tidaksepenuhnya berjalan lancar meski InterMilan besutannya meraih kemenangan 3-1 atas AS Roma.Pasalnya, Spalletti mendapat cemoohan dari fans Roma karenadianggap menjadi pemicu utama dari pensiunnya sang legenda klubFrancesco Totti.

Spalletti mampu membawa Roma finis di peringkat dua Serie AItalia musim lalu. Namun pelatih 58 tahun dikenal memiliki hubunganyang kurang harmonis dengan Totti. Dalam periode keduanya di Romayang relatif singkat, Spalletti memang tidak sungkan untukmencadangkan Totti. Hal itulah yang memunculkan kritik dari tifosiRoma kepada pelatih 58 tahun itu.

Jelang kick-off antara Inter dan Roma, suporter Roma di areaCurva Sud memberikan siulan sinis kepada Spalletti sembarimenyuarakan dukungan untuk Totti. Spalletti pun balik menyerangfans Giallorossi, dengan menyatakan bahwa keputusan Totti untukgantung sepatu tidak ada hubungannya dengan dirinya.

SIMAK JUGA: Inter Gulung Roma Di Olimpico

“Mereka mencemooh saya karena mereka pikir saya adalah alasanmengapa Totti pensiun. Tapi saat ini saya tidak di Roma dan diaseharusnya bisa saja melanjutkan kariernya,” kata Spalletti kepadaMediaset Premium.

© 2017 Goal.com

“Jalan saya dan Totti mungkin sudah tidak akan bersinggunganlagi, tetapi saya akan tetap menawarkan pertemanan kepadanya. FansTotti memang mencemooh saya, tetapi saya menerima banyak pesanpositif dari fans Roma lain,” imbuhnya.

Spalletti juga ingin meredam diskusi soal kans Scudetto Inter dimusim ini menyusul kemenangan impresif atas Roma dan Fiorentina didua giornata pembuka.

“Mari fokus dengan realita saat ini. Jika terus membicarakanScudetto, situasinya akan seperti balon yang meledak. Artinya, jikaAnda finis di posisi kedua, itu akan terasa seperti sebuahkegagalan. Inter masih perlu bekerja keras,” tandasnya.

More from GOAL.com

image beaconimage beaconimage beacon