Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Luis Suarez Tak Lagi Menyeramkan?

logo Goal.com Goal.com 01/11/2017

Musim ini berpotensi menjadi musim termajal Suarez di sepanjang kariernya akibat start yang tidak produktif.

Dalam budaya barat, 31 Oktober selalu identik dengan perayaanHalloween, ketika orang-orang merayakan hari kematian tersebutdengan kostum-kostum yang menakutkan.

Di sepanjang kariernya, setiap kali Halloween tiba, Luis Suarezjuga terlihat menyeramkan. Tentu bukan karena ia mengenakan kostumvampir atau serigala jadi-jadian, melainkan karena performaimpresifnya di lapangan hijau.

Ya, sejak berkarier di Eropa, Suarez punya kebiasaan untukselalu tancap gas sejak awal musim. Entah itu saat berkiprah diGroningen, Ajax Amsterdam, Liverpool, dan kini di Barcelona,penyerang Uruguay itu selalu rutin mencetak banyak gol sebelummusim memasuki November.

Namun Halloween tahun ini terasa ganjil bagi Suarez. Jikasebelumnya ia sukses mencetak banyak gol hingga penghujung Oktoberdi tiap musimnya, maka di musim ini ia baru mengemas tiga gol dari13 laga. Jumlah ini menjadi yang paling kecil di sepanjangkariernya.

© 2017 Goal.com

Kecuali di awal musim 2014/15, ketika ia menjalani suspensikarena menggigit Giorgio Chiellini di Piala Dunia 2014 sehinggabaru bisa tampil sekali per 31 Oktober, Suarez minimal mencetaklima gol. Bahkan, saat ia diskors di awal musim 2013/14 karenamenggigit Branislav Ivanovic, Suarez yang hanya tampil lima kalimasih sanggup memborong enam gol bersama Liverpool.

Laga terbaru melawan Olympiakos di Liga Champions yang berakhir0-0, Selasa (31/10), menjadi bukti terbaru bahwa Suarez sedangkehilangan ketajamannya. Berduet dengan Lionel Messi dalam formasi4-4-2, Suarez sebetulnya tidak kesulitan menciptakan kans.

Tujuh percobaan tembakan berhasil dilepaskan, hanya sajapenyelesaian akhirnya masih lemah. Banyak peluangnya yang bisaditepis kiper, diblok bek, atau malah memberi umpan kepada Messisaat seharusnya menembak. Suarez terlihat tidak percaya diri dikotak penalti yang selama ini menjadi wilayah favoritnya.

Kemajalan Suarez di awal musim 2017/18 ini tentu menimbulkanpertanyaan karena tidak biasanya striker haus gol seperti dirinyatiba-tiba kepayahan menjebol gawang lawan. Analisis paling masukakal adalah karena penempatan posisinya di musim ini yang sedikitmelebar.

Seperti diketahui, alih-alih memasang Suarez, pelatih ErnestoValverde lebih suka menempatkan Messi sebagai penyerang tengah.Suarez pun terpaksa mengalah ke sisi kiri atau kanan lapangan danmenjadi pelayan Messi. Sayang bagi Suarez, Messi sebagai penyerangtengah ternyata sangat produktif di musim ini. Sebagai predatormurni yang biasa diplot sebagai ujung tombak, situasi ini tentutidak ideal untuk Suarez.

Namun menurut Valverde, sang tertuduh dalam kemajalan Suarez dimusim ini, tidak perlu ada yang dirisaukan terkait isu ini. “Makinsering Suarez membuang peluang, maka akan makin baik. Itu artinya,dia masih terus menciptakan peluang,” kata Valverde selepas laga diYunani.

Sebagai catatan tambahan, Suarez juga belum membikin gol dariempat laga Liga Champions musim ini. Logikanya, dengan performaSuarez seperti sekarang ini, jangan harap Barca bisa menjadi juaraLiga Champions. Valverde harus menemukan solusi untuk mengembalikanSuarez yang dulu.

More from GOAL.com

image beaconimage beaconimage beacon