Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Mantan Pembalap Moto2 Doni Tata Pradita Buka Sekolah Balap di Yogyakarta

logo tribunnews.com tribunnews.com 12/11/2017 Muh Radlis

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Radlis

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Nama Doni Tata Pradita tentunya tidak asing lagi di telinga pecinta balap motor tanah air.

Pria 26 tahun asal Sleman, Yogyakarta ini pernah merajai olah raga balap motor tanah air dan berkompetisi di ajang balap dunia seperti World Supersport, Superstok hingga kelas Moto2.

Lantas apa kesibukan Doni setelah tidak berkompetisi di balapan dunia?

Rupanya saat ini Doni mulai merintis usaha barunya.

Mengikuti jejak pendahulunya, M Fadli, Doni saat ini ingin membuka sekolah balap.

"Rencana mau bikin sekolah balap di Yogyakarta, sekarang sudah ada dua siswa. Dari Kalimantan dan Blora," kata Doni saat berbincang dengan Tribun Jateng baru-baru ini.

Baca: Mantan Pembalap Moto2 Doni Tata Pradita Yakin Marc Marquez Juara MotoGP 2017

Sekolah balap yang didirikan Doni ini tidak terbatas umur.

Nantinya semua siswa yang ingin berlatih dan mempertajam skil mengenai balap motor akan dibina dan digembleng langsung oleh Doni.

"Tidak ada batasan umur. Siapa saja yang mau belajar, kami sediakan mess untuk menginap, ada motor balap dan tempat latihan fisik," katanya.

Lantas di sirkuit mana Doni akan melatih dan mempraktikkan materi balap yang telah diturunkan ke siswanya sementara Yogyakarta belum memiliki sirkuit balap permanen?

"Nanti latihannya di Mandala Krida atau Maguwoharjo. Ada dua orang pembalap juga yang akan jadi instruktur. Florianus Roy dan Anang Prabowo," katanya.

Doni Tata Pradita © Dok Pribadi Doni Tata Pradita

Baca: Penyelundupan Emas ke Jepang Merajalela, Kementerian Keuangan Perketat Peraturan

Meski mulai merambah sekolah balap, rupanya lajang 26 tahun ini tetap eksis di beberapa event balap.

Di seri ke dua kejuaraan FIM Asia Supermoto di Solo baru-baru ini, Doni menyabet peringkat ke lima untuk kategori Pro Asia sementara Kejurnas Supermoto, Doni berdiri di podium tertinggi.

Rupanya Doni sempat "banting setir" mengurus hotel dan restoran milik keluarga. Menjadi pengusaha yang jauh dari deru mesin membuat Doni tak betah.

"Tidah betah, mungkin jiwanya gak boleh jauh-jauh dari balap," ujarnya berkelakar.

Mengenai kondisi dunia balap di Indonesia, Doni yang pernah merasakan asam garam dunia balap mengatakan Indonesia sangat berlimpah potensi pembalap bagus.

Sayangnya, kata Doni, kurangnya sarana dan prasarana dan minimnya support dari sponsor membuat bibit balap tidak berkembang seperti di Eropa atau negara Asia lainnya.

"Talenta sangat banyak, tapi minim support khususnya sponsor. Contoh sponsor kontrak setahun, baru mulai meraba settingan motor dan sedikit berkembang masa kontraknya habis dan tidak diperpanjang," katanya.

Lainnya dari tribunnews.com

tribunnews.com
tribunnews.com
image beaconimage beaconimage beacon