Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Marcus Thuram - Calon Bintang Ligue 1 Prancis

logo Goal.com Goal.com 04/10/2017

Anak pemain legendaris Prancis, Lilian Thuram, Marcus, berkembang pesat sebagai striker di Guingamp. Siapkah ia mengikuti jejak ayahnya?


Marcus Thuram memiliki ekspektasi besar untuk dibuktikan.

Striker Guingamp berusia 20 tahun, yang mencetak gol keduanyamusim ini ketika menjebol gawang Toulouse saat laga baru berjalan56 detik akhir pekan kemarin, adalah anak dari legenda sepakbolaPrancis, Lilian Thuram.

Sebuah hal yang cukup mengejutkan melihat anak sulung mantan bekandalan Monaco, Parma dan Juventus itu bermain di posisi yangberseberangan. Mencetak gol bukan hal yang diasosiasikan denganLilian, dengan hanya mencetak 15 gol dalam 825 pertandingansepanjang karirnya.

Mungkin sudah takdir Marcus menunjukkan sikap memberontak,mengingat namanya diambil dari aktivis pembela hak asasi MarcusGarvey.

Untungnya bagi sang pemain muda, yang lahir di Italia, di manaayahnya bermain bersama pemain seperti Gianluigi Buffon dan FabioCannavaro saat itu, ia menunjukkan potensi yang lebih besar untukmencetak gol daripada menghentikan gol.

Dia telah bermain di kasta tertinggi selama kurang dari duabulan sejak hengkang dari Sochaux ke Brittany pada musim panas, dansudah membukukan beberapa gol.

© 2017 Goal.com

Marcus sudah lama disebut memiliki potensi untuk bisa mencuat,setelah bergabung di tim akademi Stade Bonal pada usia 15 tahunatas nasihat ayahnya.

"Sochaux jauh dari segalanya, tidak banyak sorotan media,sedikit seperti kepompong yang protektif," ungkap Marcus kepadaL’Equipe. “Ayah saya yang memberitahu saya untuk lari daribling-bling!”

Di akademi Sochaux, salah satu yang terbaik di Prancis, iapertama mendapat sorotan internasional dengan menembus timnasPrancis U-17, dan sejak saat itu, Marcus terus bermain di timnasjunior hingga U-20 saat ini.

Ini juga klub di mana ia menjalani debut senior, masuk sebagaipemain pengganti pada Maret 2015 melawan Chateauroux. Beberapabulan kemudian, dia mencetak gol di final Coupe Gambardella yangprestisius di level akademi, di mana turnamen itu mengaduakademi-akademi terbaik di Prancis.

Kontrak profesional menyusul beberapa pekan kemudian dan diamenghabiskan dua musim berikutnya secara perlahan untuk mendapatmenit secara reguler.

Mantan bek Paris Saint-Germain Antoine Kombouare, yang sekarangmelatih Guingamp, mempercepat prosesnya ke skuat utama,menggunakannya sebagai striker tengah, tidak sebagai pemain sayapseperti yang biasa ia lakukan di Sochaux.

Thuram ditugaskan untuk memberi aspek fisik kepada permainanmenyerang tim dan ia sudah menjadi starter lima kali musim ini. Diajuga mendekati 500 menit di atas lapangan - sebuah buktiperkembangan sang pemain mengingat ia tidak berhasil menembus 1000menit di liga untuk Sochaux musim lalu.

Gol kompetitif pertamanya datang melawan Lyon melalui tandukan.Dia merayakannya dengan gaya yang familiar, mengangkat tangan kemulut melakukan pose seperti gaya Lilian dalam momen terbaiknya -ketika ia mencetak dua gol untuk sepuluh pemain Prancis yangmembantu tim menang dalam semi-final Piala Dunia 1998 melawanKroasia, satu-satunya laga di mana ia mencetak gol untuk Les Bleussepanjang 142 caps.

BERITA LAIN - INTER MILAN PERTIMBANGKAN JAVIERPASTORE

Hanya saja, Marcus kemudian mengklarifikasi bahwa ia bukanlahmeniru gaya ayahnya, tetapi seorang rapper, komedian dan pegiatmedia sosial fenomenal asal Prancis, OhMonDieuSialva.

"Tidak, tidak, ayah berlutut (saat selebrasi)," jelas Marcus."Saya ingin meniru orang lain, dia dipanggil OhMonDieuSialva. Diaseorang komedian di media sosial.”

Marcus jelas tidak berusaha memuluskan karirnya denganmenghubungkan dirinya dengan sang ayah, tetapi pada saat yang sama,hal itu memberi keuntungan pada beberapa titik kehidupannya.

Ketika Lilian bermain di Barcelona, Marcus menjelaskan bahwasalah satu teman ayahnya cukup baik untuk memberinya sepasangsepatu. Pemain itu adalah Lionel Messi yang masih berusia 20tahun.

"Saya masa bodoh pada saat itu, mungkin usia 10, dan dia 20,"ujar Marcus kepada AFP. "Sepatunya terlalu kecil untuk saya, jadisaya memberinya ke teman. Dia harus masih memilikinya!"

Sementara menjadi Thuram junior juga memiliki kekurangan, Marcustumbuh dewasa mengolah hal itu menjadi kekuatan.

More from GOAL.com

image beaconimage beaconimage beacon