Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Massimiliano Allegri: Jika Bermain Seperti Kontra SPAL, Juventus Akan Kalah Dari AC Milan

logo Goal.com Goal.com 26/10/2017
© 2017 Goal.com

Juventus berhasil menaklukkan SPAL pada Kamis (26/10) dini hari WIB, tapi sang pelatih merasa tidak puas melihat performa timnya.

Pelatih JuventusMassimiliano Allegri menyebut timnya kurangkonsentrasi saat meraih kemenangan 4-1 atas SPAL dalam lanjutanSerie A Italia.

Gol dari Federico Bernardeschi, Paulo Dybala, Gonzalo Higuaindan Juan Cuadrado membawa klub asal kota Turin itu meraih tiga poindan tetap menjaga jarak ketertinggalan tiga poin dari sang pemuncakklasemen Napoli.

Gol indah Bernardeschi dan Dybala membuat Juve mengontrolpermainan saat laga beru memasuk menit ke-22 tapi Alberto Paloschisukses membawa tim tamu memperkecil ketertinggalan. SPAL bahkansempat kembali membobol gawang Juve lewat Marios Oikonomou, tapigol dianulir karena lebih dulu berada dalam posisi offside.

Laga terakhir Juve di kandang saat menghadapi klub papan atasberakhir dengan kekalahn 2-1 dari Lazio, setelah mereka sempatunggul dan gagal mencetak gol lewat tendangan penalti di menitakhir meski mampu menguasai jalannya laga sepanjang babakpertama.

Allegri melihat ada banyak kesamaan antara laga tersebut denganlaga kontra SPAL, ia memperingatkan para pemainnya bahwa merekabisa saja kalah dari AC Milan di San Siro pada Sabtu (28/10) jikamereka tidak memperlihatkan beberapa peningkatan.

Jika kami bermain seperti ini di San Siro menghadapi Milan,tentu kami akan kalah," ujar Allegri kepada Mediaset Premium.

"Kami masih belum bisa menampilkan bahwa bagus untuk bisamencetak banyak gol tapi kami juga harus menjaga intensitas dankonsentrasi lebih baik lagi."

"Kami membuat diri kami mengalami masalah dan SPAL mampubangkit. Di babak kedua, kami mengambil risiko setelah gol AlbertoPaloschi dan beruntung kemudian terjadi offside."

"Kami harus mencari keseimbangan atau akan sulit untuk bisamemenangkan gelar juara. Kami tidak ingin hanya menyerang ataubertahan saja, tapi menjaga keseimbangan."

"Setelah unggul 2-0 terjadi tiga kesalahan secara beruntun, SPALmampu menguasai bola. Segalanya bisa saja terjadi jika kedudukanmenjadi 2-2. Anda tidak bisa melakukan hal seperti itu saatmenghadapi klub yang lebih besar. Lihat apa yang terjadi kepadakami di laga kontra Lazio."

"Saya sangat menuntut jika terkait hal seperti ini dan parapemain akan memahami itu."

"Saya harap ini adalah terakhir kalinya saya harus melemparjaket [sebagai wujud kemarahan]. Saya sudah semakin tua. Parapemain tampil bagus tapi mereka harus lebih waspada," ujar pelatihberusia 50 tahun itu.

More from GOAL.com

image beaconimage beaconimage beacon