Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Mauricio Pochettino Geram Lihat Cara Jose Mourinho Dekati Eric Dier

logo Goal.com Goal.com 22/10/2017

Manajer Tottenham Hotspur itu marah melihat Eric Dier dan Jose Mourinho mengobrol dan tertawa bersama usai laga musim lalu.

Manajer Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino mengatakan manajer Manchester United Jose Mourinho telah membuat Eric Dier merasa tidak yakin setelah melakukan upaya pendekatan untuk mendatangkannya ke Old Trafford.

Pemain timnas Inggris itu dikaitkan dengan kepindahan ke klub raksasa Liga Primer Inggri United sebelum musim ini dimulai, sebelum pada akhirnya Mourinho memilih merekrut Nemanja Matic dari Chelsea.

Bek yang juga bisa bermain sebagai gelandang bertahan itu masih terikat kontrak hingga 2021, ia baru saja memperbarui kontraknya September tahun lalu. Pemain berusia 23 tahun tersebut ternyata sempat mempertimbangkan ketertarikan dari United karena ingin bermain secara reguler sebagai gelandang sementara Spurs telah mendatangkan Victor Wanyama.

Pochettino dibuat geram oleh aksi Dier dan Mourinho setelah melihat keduanya mengobrol dan tertawa setelah Spurs kalah 1-0 dari United di Old Trafford Desember lalu.

"Saya mengatakan kepada Eric bahwa dia punya kemampuan untuk menjadi bek tengah terbaik Inggris tapi dirinya sendiri harus meyakini itu. Kami menciptakan kondisi baginya untuk berkembang. Tapi dia bisa menembus tim nasional berkat penampilannya sebagai gelandang bertahan dan bisa mencetak beberapa gol penting," ungkap Pochettino dalam sebuah kutipan dari buku baru berjudul 'Brave New World' yang dipublikasikan Daily Mail.

"Setelah kami merekrut Wanyama [pada musim panas 2016], Eric, yang sekarang melihat dirinya sebagai seorang gelandang, merasa kami mengancam posisinya karena kedatangan Wanyama bisa menghambat perkembangannya. Performanya pun mulai terganggu. Kami berbicara banyak akhir-akhir ini tapi saya merasa dia tidak memberi tahu segalanya. Kemudian saya sekali lagi mencoba untuk memahami kenapa dia tidak bisa mengungkapkannya dan saya menawarkan diri untuk membantunya apapun masalahnya."

© 2017 Goal.com

"Kemudian saya tahu bahwa United telah melakukan pendekatan dan sang pemain menjadi tidak stabil. Pihak mereka memberikan tekanan kepadanya, meski United tidak menjanjikan apapun."

"Mourinho dan saya telah menyelesaikan sesi wawancara d OldTrafford [setelah Spurs kalah 1-0 dari United, Desember 2016] dan para pemain melakukan pendinginan di lapangan. Ketika Jose selesai menemui media, dia berdiri di lorong pintu masuk dan menyambut para pemain."

"Dia menyapa Moussa Sissoko dan memeluk Dier. Mereka melewati saya saat berjalan menuju ruang ganti, tertawa dan berbicara bahasa Portugal. Mungkin itu adalah taktik yang biasa Mourinho terapkan, tapi dia membuat Eric berada dalam posisi berkompromi. Anda tidak bisa melakukan itu setelah mengalami suatu kekalahan."

Kemudian saya bertanya kepadanya, "Apakah Anda berteman dengan Mourinho?" Ia menjawab, "Tidak, tapi saya mengenalnya cukup lama, saat saya menetap di Portugal, salah satu anak asuhnya melatih saya. Dia selalu menyapa."

"Saya duduk bersama Eric usai makan siang pada hari Senin dan kami berbincang selama empat jam tentang segalanya: agennya, keluarganya, dan kebingungannya."

"Terkait insiden dengan Mourinho, 'apa yang bisa saya lakukan?' Eric bertanya kepada saya. Dia berbicara tentang ketertarikan United sejak musim panas lalu [2016] dan saya menjelaskan situasi yang ada kepadanya."

"Anda tidak akan hengkang karena Anda telah menandatangani kontrak lima tahun bersama kami pada Agustus. Anda berada dalam jajaran pemain dengan bayaran termahal di Tottenham di usia 22 tahun. Anda sangat penting bagi kami dan bisa menjadi bek tengah terbaik di Liga Primer."

"Sejak perbincangan itu, Eric mengaku ia rela menunggu hingga Mourinho tak lagi terlihat sebelum berjalan ke ruang ganti."

More from GOAL.com

image beaconimage beaconimage beacon