Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Memphis Depay Yang Tak Boleh Diremehkan Lagi

logo Goal.com Goal.com 27/11/2017

Penampilan Memphis Depay bersama Olympique Lyon musim ini mulai mematahkan kritik para peragu.

Memphis Depay tidak pernah sepi dari kontroversi. Pertama-tama,saat pria kelahiran Moordrecht itu muncul menjadi bintang potensialEredivisie Belanda, dia menyatakan keengganan menggunakan namabelakang "Depay". Dia dibesarkan dan didorong menjadi pesepakbolaprofesional oleh kakek dari pihak ibu karena sang ayah minggatentah ke mana. Ketika pindah memperkuat Manchester United direkrutLouis van Gaal, Memphis lebih dikenal karena perangainya di mediasosial -- bukan aksi di atas lapangan.

Fans United berharap label Memphis "lebih baik dari CristianoRonaldo pada usia yang sama" bukan lah pepesan kosong. Selama 18bulan, label itu tidak pernah terbukti. Jose Mourinho setujumelepas Memphis ke Olympique Lyon, awal 2017 lalu, dengan banderolharga separuh dari saat dia didatangkan dari PSV Eindhoven.

Perangai nyeleneh itu membuatnya menjadi sasaran empuk paraperundung. Termasuk ketika Memphis muncul di pemusatan latihantimnas Belanda dengan topi dan syal yang kikuk -- membuatnyaseperti sosok koboi yang tersesat atau fashionista yang tidak sadarzaman. Hingga beberapa waktu lamanya, topi Memphis lebih banyakdibicarakan daripada penampilannya di atas lapangan.

"Orang-orang berpakaian sesuai keinginan masing-masing. Tidaksedikit orang yang mengenakan topi, jadi saya tidak habis pikirkenapa orang-orang bersikap berlebihan ketika saya memakai topi,"kilahnya.

Memphis mesti menjawab cemoohan itu di atas lapangan. Namun,suaranya tidak cukup terdengar. Kesempatan bermain kian lama kianhilang. Saat dimainkan, Memphis sama kikuknya dengan topi yangdipakainya. Dia kerap melakukan trik bola yang tidak perlu, terlalulama menggiring bola, tembakannya tidak tepat sasaran, atau punkontribusinya membantu pertahanan. Pendeknya, penampilan Memphisseperti lelucon tak lucu yang tak perlu disaksikan fans setia OldTrafford.

Ketika memutuskan pindah ke Lyon, cemoohan tidak serta-mertahilang. Sebagian publik keburu melabelinya sebagai "pembelianManchester United yang flop". Pemain buangan yang gagal memenuhipotensi. Memphis tidak mempedulikannya, aktivitas media sosialnyaberjalan normal. Salah satu postingan di akun Instagram miliknyamemuat wawancara dengan pertanyaan yang diajukan oleh dirinyasendiri...

Bulan lalu, Memphis mengemas hat-trick ke gawang Troyes. Golketiga dicetak via eksekusi penalti ala panenka -- sebelumnya diaberebutan mengambil tendangan dengan Mariano Diaz. Itu merupakanhat-trick pertamanya sejak berkarier sebagai pesepakbolaprofesional. Gaya selebrasi gol Memphis selalu sama: berdirimenutup kedua telinga dan memejamkan mata. Gaya ini dipakainya baikdi level klub maupun timnas Belanda.

Sikap tidak peduli kritik itu menguatkan kepercayaan diriMemphis untuk mematahkan satu demi satu cemoohan publik.

"Saya mengambil risiko, terkadang saya kehilangan bola, itulahsepakbola," ujar pemain 23 tahun itu kepada L'Equipe.

"Kalau Anda menginginkan pemain sayap kiri yang bermainsederhana, saya bukan pemain yang baik. Tentu saja, saya bisabermain sederhana, tapi saya juga pemain yang bisa melakukandribel, berkreasi. Saat bercermin, saya melihat seorang pemain yangkreatif."

"Pelatih meminta saya melakukan banyak tugas dan saya cobamelakukan instruksinya, tapi saya bukan seorang bek kiri. Halpaling penting buat saya, adalah apa yang diharapkan dari saya,yaitu gol-gol dan banyak assist. Sisanya, saya akan mengerahkankemampuan terbaik."

"Saya selalu diserang kritik, tapi yang penting adalah apa yangdipikirkan tim saya. Saya tidak peduli apa pendapat orang lain,mereka berteriak di ruang kosong. Media sosial memberikan merekasuara, tapi saya tidak mendengarnya."

Pemain kreatif yang mengambil risiko itu kini mengumpulkan rasiomenyumbang gol setiap assist setiap 83 menit penampilan untuk Lyondan Belanda. Minggu (26/11) malam, Memphis menyarangkan dua golketika Lyon menang besar 5-0 di kandang Nice. Keduanya dihasilkanmelalui tendangan keras kaki kanan ke pojok gawang lawan.

Berkat tambahan dua gol itu, musim ini Memphis telah mencetaksepuluh gol untuk Lyon serta lima assist dalam 18 penampilan.Ditambah penampilan internasional, Memphis telah tampil 20 kalidengan total 1.497 menit bermain.

Penampilan itu untuk menjawab keraguan pelatih Bruno Genesio,yang sempat menyimpan Memphis di bangku cadangan pada beberapa lagaawal musim Ligue 1.

"Beberapa kali dia tidak masuk dalam skuat, terkadangdicadangkan, dan saya pikir itu justru memberinya keuntungan. Diamenuntut lebih pada dirinya sendiri dan saat latihan dia menjadipemain yang berbeda daripada yang kami lihat di awal musim," pujiGenesio, usai laga melawan Troyes.

Dalam sebuah wawancara kepada Voetbal International, Memphismengatakan, dia selalu menuntut diri sendiri untuk selalumemperbaiki diri.

Memphis Depay Lyon © 2017 Goal.com Memphis Depay Lyon

"Orang-orang bilang saya terlalu kritis kepada diri sendiri.Mungkin benar. Saya tahu kemampuan saya dan apa yang saya inginkan.Kita bisa bermain jelek, tapi tetap mencetak dua gol. Sebaliknya,bisa saja kita bermain bagus kendati tidak mencetak gol ataumemberikan assist," bilangnya.

"Jangan bandingkan saya dengan Arjen Robben. Saya masih 23tahun. Terkadang saya lupa saya masih 23 tahun. Arjen sudahmencapai banyak hal dalam kariernya -- hal-hal yang juga ingin sayaraih. Saya mengimpikannya dan saya bekerja untukmewujudkannya."

"Penampilan saya memang bagus, tapi saya masih bisa menjadilebih baik. Saya membuktikannya lebih sering. Dengan lebih banyakbertanding, perkembangan saya akan terus bertambah pesat."

Pada dasarnya, Memphis benar. Lyon belum meraih apa pun, begitujuga dengan dirinya sendiri. Memang ada sebuah penghargaanindividual berupa gol terbaik Ligue 1 musim 2016/17 (berkat golsetengah lapangan ke gawang Toulouse), tetapi itu tentu saja tidakcukup. Musim ini dapat menjadi pembuktian ambisi besar si pemainbuangan.

Dan, jika berhasil, United setiap saat selalu bisa mengaktifkanklausul buy back dalam kontrak Memphis...

More from GOAL.com

image beaconimage beaconimage beacon