Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Menanti Ujian Kesempurnaan Manchester City

logo Goal.com Goal.com 16/10/2017
© 2017 Goal.com

Aktivitas belanja besar nan efektif mengubah wajah The Citizens menjadi mesin gol yang menakutkan dengan gaya permainan atraktif.

Tanpa diragukan lagi Manchester City yang sekarang sudah tampak berbeda dengan timyang sama dalam kampanye Liga Primer Inggris musim lalu, hasilbelanja besar £220 juta tak berbohong dan performa mereka di awalmusim 2017/18 ini menjadi jawabannya.

Musim lalu, The Citizens menutup perjalanan panjang merekadengan hampa gelar. Dalih adaptasi debut Pep Guardiola yangmenyesuaikan dengan gaya Liga Primer pun bermunculan serta adanyaperombakan besar di tubuh skuat, seperti pendepakan Joe Hartsebagai kiper utama yang digantikan Claudio Bravo. Pembelaan atasketerpurukan tersebut memang terdengar wajar dan bisadimaklumi.

HIGHLIGHTS: Manchester City 7-2 Stoke City

Sebenarnya catatan baus sama-sama dibukukan City baik di awalanmusim lalu dan sekarang. Enam kemenangan beruntun di awal musimlalu berhasil diraih City, tapi kesempurnaan mereka runtuh setelahtakluk 2-0 dari Tottenham Hotspur di Oktober. Setelah itu, mentaltim seperti terguncang dengan hanya bermain imbang dalam tiga dariempat laga berikutnya dan bahkan tercecer di urutan kelimasekaligus kans juara mereka mulai diragukan selepas menelan tigakekalahan tambahan di periode Desember.

Namun situasinya berubah drastis musim ini, City menutup lagapekan kedelapan dengan memantapkan posisi di puncak, unggul duaangka atas rival sekota mereka Manchester United yang membuat fansmereka merasa bosan dengan permainan tim yang hanya bermain imbangtanpa gol lawan Liverpool.

Selain tetap berhasil menjaga kesempuraan performa sejauh ini,pasukan Manchester biru juga mencatatkan rekor berkat ketajamanbarisan depan. Total memasukkan 29 gol membuat mereka menjadi timdengan tingkat produktivitas terbaik dalam delapan laga awal diLiga Primer, atau kasta tertinggi kompetisi Inggris sejak Evertondengan 30 gol namun pada musim 1894/95.

Apa yang menjadi kunci perbedaan? Salah satunya seperti yangtertulis pada akhir paragraf pertama, aktivitas transfer yangefektif menjadi jawabannya.

Yang utama pada sektor bek sayap. Guardiola jelas senang melihatkeputusannya melepas sejumlah penggawa veteran seperti BacarySagna, Gael Clichy, Aleksandar Kolarov hingga ikon tim, PabloZabaleta untuk digantikan oleh sederet wajah baru nan segar dengandana lebih dari separuh total pengeluaran transfer musim panas.Memang banyak yang mencibir langkah City dalam membenahi linitersebut, tapi kini para peragu tampaknya mulai terdiam.

Masuknya tiga bek sayap baru, Kyle Walker, Benjamin Mendy,Danilo serta Fabian Delph yang dipaksa menjadi bek kiri dadakanmenghadirkan dimensi baru. Mereka menawarkan kecepatan, penempatanposisi serta akurasi umpan yang lebih baik ketimbang pendahulumereka. Hal itu memudahkan Guardiola untuk bisa melakukankegemarannya dalam memainkan posisi inverted full-back , maksudnyadalam peran ini para bek sayap lebih mengontrol aliran bola denganmelakukan tusukan ke tengah lapangan hingga menciptakan situasipadat dan membuat lawan kesulitan untuk mengimbangi penguasaanbola.

Laga melawan Cheslea pada dua pekan lalu menjadi contoh nyataefektivitas skema ofensif Guardiola. Itu merupakan salah satu ujianterberat City di awal musim ini, namun berhasil dilalui dengantorehan kemenangan 1-0. Skor memang tipis, tapi secara garis besarpermainan, sang juara bertahan dibuat mati kutu di kandangsendiri.

Barisan belakang City semakin lengkap dengan hadirnya EdersonMoraes yang menggusur eksistensi Bravo setelah kerap mendapatkankritikan pedas sebagai kiper utama musim kemarin. Dibeli denganbanderol mewah £35 juta dari Benfica, Ederson adalah tipesweeper-keeper , atau kiper yang mampu untuk mengontrol danmengomandoi ruang di belakang lini pertahanan, dan aktifberpartisipasi dalam pembangunan serangan, adalah idamanGuardiola.

Pemain berusia 24 tahun asal Brasil itu selain mendatangkantambahan kualitas, juga menyuguhkan ketenangan yang mampumengangkat mental dan moral rekan-rekan beknya. Nicolas Otamendidan John Stones pun menjadi duo sosok yang tampak berbeda, mamputampil lebih rapi dalam organisasi permainan.

Jika kesempurnaan City ini terus berlanjut sama seperti yangditunjukkan saat melumat Stoke City pada akhir pekan kemarin denganskor fantatis 7-2, bukan tak mungkin trofi Liga Primer akan mampirke Etihad Stadium untuk ketiga kalinya di akhir musim ini.

More from GOAL.com

image beaconimage beaconimage beacon