Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Mengenal Pemain Terbaik Liga 2 2017; Irfan Jaya

logo Goal.com Goal.com 29/11/2017
© 2017 Goal.com

Irfan jaya yang mungil dengan dribel cepat menyisir sayap, membuat loyalis Persebaya sejenak melupakan kepulangan Andik Vermansah.

Irfan Jaya, idola baru dari Persebaya Surabaya yang namanyaditetapkan sebagai Pemain Terbaik Liga 2 2017. Gelar tersebutmelengkapi kebahagiaan Bajul Ijo yang promosi ke Liga 1 musim depandengan titel juara.

Tubuhnya mungil dan beroperasi di sektor sayap, ia punyagiringan bola cepat dan tak ragu untuk melepaskan tembakan kegawang lawan. Posturnya yang hanya 160 cm mengingatkan kita padasosok Andik Vermansah.

Pemain kelahiran Bantaeng, 1 Mei 1996 ini memang layak mendapattitel individu. Liga 2 2017 merupakan musim perdananya sebagaipemain profesional, namun ia dipercaya tampil dalam 20pertandingan, mencatatkan sembilan gol, serta enam assist.

"Alhamdulillah akhirnya Persebaya bisa menjadi juara di Liga 2ini, saya juga tidak menyangka bisa menjadi pemain terbaik dikompetisi ini," beber Irfan.

"Saya hanya fokus membawa Persebaya juara, tapi ini yang sayadapat berkat kerja keras, doa, dukungan kerabat keluarga,teman-teman, dukungan Bonek yang jadi semangat kami di lapangan,"imbuhnya.

Berbeda dengan Andik yang berasal dari Jember, Jawa Timur, Irfanjustru bukan produk binaan kawasan Pulau Jawa. Dia berasal dariBantaeng, Sulawesi Selatan, tempaan SSB Butta Toa Raya, yang dibinaoleh Kusnadi dan Hariyanto sebagai pelatih.

Potensinya di lapangan hijau mulai tercium ketika lolos seleksiPSM Makassar U-21, untuk tampil di kompetisi Indonesia SoccerChampionship U-21 2016. Insting gol yang dimilikinya tak diragukan,dengan 14 gol ia catatkan pada kompetisi nonresmi tersebut.

Dikenal sebagai pemain pinjaman dari PSM, Irfan pun akhirnyamenegaskan statusnya. "Saya bukan pemain PSM, mungkin media banyakyang bilang bahwa saya pinjaman tapi saya tidak pernah kontrakdengan PSM senior," ungkapnya.

Dengan bakatnya, wajar jika Irfan mulai dihubungi klub-klub Liga1 untuk musim depan. Usianya yang masih 21 tahun menjadi nilaiplus, jika memang regulasi pemain U-23 kembali diberlakukan padakompetisi tertinggi musim depan.

Iwan Setiawan dari Borneo FC salah satu yang menginginkan Irfan.Maklum, Irfan sendiri dibawa Iwan untuk memperkuat Greenforce padaawal musim Liga 2 ketika ia menjadi arstiek tim. Namun, yangbersangkutan kerasan berada di Surabaya.

"Kalau masalah ada yang kontak, ada. Tapi saya tidak bisa bilangiya, karena saya masih ingin main di Persebaya, karena saya senangmain di sini," ungkap pemain yang juga dirumorkan jadi bidikanPersib Bandung itu.

"Di tim Persebaya itu kekeluargaannya terasa, kami semua kompak,solid. Pokoknya dalam tim Persebaya itu sudah kaya keluarga,manajemen semua baik," sambung sosok yang ramah senyum itu.

Musim depan akan cerah jika Irfan meningkatkan levelnya saatbermain di kasta tertinggi. Pintu timnas Indonesia U-23 untuk AsianGames 2017 mungkin saja terbuka untuknya, karena usianya yang masih22 pada Agustus 2018 nanti.

"Saya tidak bisa masuk ke situ," singkat Afredo Vera, pelatihPersebaya ketika ditanya apakah layak Irfan masuk timnas. "Menurutsaya Irfan dari awal sampai sekarang meningkat. Dia meningkat darisini (rendah) sampai sini (tinggi), itu karena dia kerja keras,"sambung Alfredo.

Meraih gelar pemain terbaik tak lantas membuat pemain bernomorpunggung 41 ini tinggi hati, ia sadar bahwa kariernya baru sajadimulai. "Yang jelas saya tidak boleh berpuas diri. Saya ini masihbaru di sini dan saya masih harus banyak belajar."

More from GOAL.com

image beaconimage beaconimage beacon