Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Menpora Ajukan Tambahan Anggaran Rp 20 Miliar ke DPR untuk Bonus Atlet

logo tribunnews.com tribunnews.com 14/07/2017 Lendy Ramadhan

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lendy Ramadhan

Mentri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi berjabat tangan dengan sejumlah pemain saat pembukaan Turnamen Sepakbola Antar Forum Wartawan yang di selenggarakan di Lapangan Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta, Rabu (10/5/2017) dalam memperigati HUT PSSI ke-87 PSSI Pers mengadakan Turnamen Invitasi Antar Forum Wartawan yang di ikuti 8 tim dari berbagai Pokja Pers. Super Ball/Feri Setiawan © Super Ball/Super Ball/Feri Setiawan Mentri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi berjabat tangan dengan sejumlah pemain saat pembukaan Turnamen Sepakbola Antar Forum Wartawan yang di selenggarakan di Lapangan Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta, Rabu (10/5/2017) dalam memperigati HUT PSSI ke-87 PSSI Pers mengadakan Turnamen Invitasi Antar Forum Wartawan yang di ikuti 8 tim dari berbagai Pokja Pers. Super Ball/Feri Setiawan

TRIBUNNEWS.COM. JAKARTA - Kementerian Pemuda dan Olah Raga mengajukan tambahan anggaran ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Tambahan anggaran itu diperuntukkan sebagai bonus kepada para atlet berprestasi di ajang SEA Games ke-29 Kuala Lumpur.

Hal tersebut dinyatakan Menteri Pemuda dan Olah Raga Imam Nahrawi, usai mengikuti rapat koordinasi dengan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani di kantor Menko PMK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (14/7/2017).

Imam menjelaskan, bahwa penambahan bonus yang diajukan sekitar Rp 20 miliar. Pengajuan itu ditujukan kepada Komisi XI DPR.

"Untuk SEA Games ini kita minta tambahan ke Komisi XI, yang nanti akan disampaikan ke Banggar (Badan Anggaran) kurang lebih Rp 6 miliar untuk kebutuhan CDM, kemudain ada tambahan lagi Rp 20 miliar untuk bonus," terang Imam.

Imam menambahkan, bonus untuk para atlet nantinya direncanakan bukan berupa uang. Tetapi berupa biaya pendidikan, biaya kesehatam, atau rumah.

"Tentu ini kami sedang dalami, sedang kami pelajari regulasinya, sehingga tidak membuat kaget atlet. Karena tahun-tahun sebelumnya dikasih bonus uang," tambah Imam.(*)

Lainnya dari tribunnews.com

tribunnews.com
tribunnews.com
image beaconimage beaconimage beacon