Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Menpora Sambangi Atlet Angkat Besi yang Terpaksa Mengamen untuk Ikut Kejuaraan

logo tribunnews.com tribunnews.com 30/05/2017 Reynas Abdila

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS COM - Atlet angkat berat asal Sumatera Barat Sandra Diana Sari dikabarkan harus mengamen di jalan, untuk mengikuti kejuaraan nasional Oktober mendatang.

Mendengar kabar itu, hati Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi tergerak. Ia ingin mendengar langsung persoalan yang terjadi pada Sandra.

Minggu (28/5/2017) siang, Imam bersama Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit, datang ke tempat latihan Sandra di Family Barbell Club, Komplek Cendana Koto Kaciak, Blok D No. 3, Padang Selatan, Sumatera Barat.

"Saya senang hari ini bisa bertemu Sandra, pelatih, manajemen klub, Pak Wagub, Pak Kadispora, Ketua KONI, Pengurus PABBSI, semua unsur-unsur pembinaan olahraga provinsi. Ini menunjukkan perhatian yang amat dari pemerintah pusat kepada potensi atlet," tegas Menpora. 

Upaya Sandra untuk menorehkan prestasi di bidang olahraga ternyata tak mudah.

Ia harus mengumpulkan uang sendiri dengan cara mengamen di jalan, supaya dapat mendukungnya mengikuti kejuaraan serta meraih prestasi. Kabar itu kemudian ramai jadi perbincangan di media sosial. 

Fakta itu harus diakui menjadi preseden buruk. Padahal, jika semua pihak dapat memahami, setiap persoalan dapat dicarikan solusi penyelesaiannya. Sandra tak perlu mengamen.

"Saat ini, diawal Ramadan saatnya tabayun, mempertemukan kita semua untuk menjelaskan segala duduk permasalahan. Perlu dipahami bahwa urusan apa saja apalagi menyangkut keuangan itu ada mekanisme yang harus dilalui," ucap Imam.

Menpora Imam Nahrawi bertemu dengan lifter angkat berat asal Sumatera Barat Sandra Diana Sari © Tribunnews.com/Reynas Abdila Menpora Imam Nahrawi bertemu dengan lifter angkat berat asal Sumatera Barat Sandra Diana Sari

"Saya minta Pak Wagub atas nama Gubernur dan pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk dapat segera menyelesaikan segala persoalan yang ada agar potensi atlet tetap terjaga dan berkembang," lanjutnya. 

Imam juga mendorong agar Sandra dapat mengikuti Kejuaraan Nasional di Medan pada Oktober mendatang.

"Saya harap Sandra dapat mengikuti kejurnas nanti dan memperoleh prestasi yang membanggakan, mengharumkan Sumatera Barat dan Indonesia," ucap Imam.

Perhatian pemerintah terhadap atlet tidaklah hanya satu cabor saja seperti angkat berat tetapi seluruh cabang olahraga. 

"Tanggung jawab pembinaan olahraga adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat, provinsi, daerah, sponsor, masyarakat dan bahkan orang tua," terangnya.

"Khusus untuk multi even menjadi tanggung jawab pemerintah pusat berikut bonusnya. Mari kita saling memahami agar atlet potensi tetap mendapat perhatian untuk mengembangkan prestasi," tutupnya.

Sementara Wagub Sumbar Nasrul Abit mendengarkan harapan Menpora, langsung merespon positif,

"Siap, saya akan selesaikan persoalan yang ada agar Sandra dan potensi-potensi atlet lainnya di Sumatera Barat tetap terperhatikan dan terbina dengan baik," ucapnya.

Family Barbell Club yang dipimpin oleh Yal Aziz dengan pelatih Suluhmi Harefa, dengan segala kesederhanaan fasilitas yang dimiliki kini menempa 40 atlet angkat besi.

Ke depan harapannya, klub tersebut dapat melahirkan atlet-atlet berprestasi sebagaimana yang ditorehkan Sandra.

Turut hadir, Staf Khusus Menpora Bidang Olahraga Taufik Hidayat, Bupati Lima Puluh Kota Ferizal Ridwan, Kadispora Sumbar Priadi Syukur, Rektor UNP Ganefri, Ketua KONI Sumbar Syaiful, dan Ketua Harian PABBSI Edwarsyah.(*)

Lainnya dari tribunnews.com

tribunnews.com
tribunnews.com
image beaconimage beaconimage beacon