Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Miftahudin Mukson, Asisten Pelatih Timnas Indonesia U-19 Berpangkat Mayor

logo Goal.com Goal.com 14/09/2017

Miftahudin menjadi satu-satunya pelatih nasional yang kini masih aktif sebagai perwira menengah TNI.


Masyarakat Indonesia tentunya sudah sangat mengenal sosokpelatih Indra Sjafri yang menukangi tim nasional (timnas) IndonesiaU-19. Performa apik pun berhasil diracik pelatih asal SumateraBarat itu di tim berjulukan Garuda Nusantara tersebut.

Tapi, Indra tak mungkin bisa melakukan itu sendiri tanpa adanyabantuan dari para asisten pelatihnya. Salah satu asisten pelatihtimnas Indonesia U-19 yang mencuri perhatian adalah MiftahudinMukson.

Sosok sederhana ini memang kurang begitu mentereng namanya didunia kepelatihan sepakbola Indonesia. Yang menarik adalah, bisadibilang dia menjadi satu-satunya pelatih nasional yang masih aktifsebagai perwira menengah TNI, setelah Rahmad Darmawan memutuskanpensiun dini dari kedinasannya sebagai perwira menengah di TNI ALpada 2015 lalu.

Miftahudin pun menceritakan awal mula dia mulai menggelutikariernya di kepelatihan. Dia memang mengawali karier sebagaipemain terlebih dahulu di kompetisi internal Persebaya Surabayadengan memperkuat klub Angkasa.

Kemudian, saat beralih ke profesional, pria kelahiran Jombang, 6Juli 1973, ini sempat memperkuat Persija Jakarta. Namun lantarankompetisi terhenti karena adanya kerusuhan pada 1998, diamemutuskan untuk pensiun sebagai pemain dan banting setir sebagaipelatih.

SIMAK JUGA: Pelatih Myanmar U-19 Inginkan Indonesia DiFinal

"Ketika jadi pelatih, klub profesional pertama saya jugaPersija. Ketika itu, saya menjadi asisten pelatih Iwan Setiawanbersama Sudirman. Saat itu, terjadi dualisme kompetisi dan sayamelatih yang Persija ISL," ucap Miftahudin, dalam perbincangan disela-sela penyelenggaraan Piala AFF U-18 2017 di Yangon,Myanmar.

SIMAK JUGA: Myanmar Menang, Indonesia Jumpa Thailand

Hingga akhirnya, pria yang masuk TNI lewat Bintara dari jalursepakbola ini berhasil membawa PS TNI U-21 juara Indonesia SoccerChampionship U-21 2016, yang kemudian dilirik Indra untukmembantunya di Indonesia U-19.

"Saya ketika dihubungi pertama kali waktu itu pada Februari 2017sedang berlangsung Piala Presiden. PS TNI sedang main di Malang.Awalnya saya enggak percaya ketika ditelepon coach Indra untukmeminta saya membantunya. Namun setelah saya tanya rekan di PSSIdan coach Indra sampai telepon dua kali, saya pun langsungmenerimanya," bebernya.

Lebih lanjut, Miftahudin juga mengakui merasakan perbedaan yangmencolok dari ketika melatih PS TNI U-21 dan menjadi asistenpelatih Indonesia U-19. "Perbedaan yang mencolok adalah, saya dapatwawasan baru, dapat ilmu baru bagaimana bentuk tim, bagaimana caramelatih anak-anak muda. Karena saya jarang di usia muda, kebanyakansaya di tim senior. Kemarin saya di PS TNI U-21 itu ketiban pulungsaja, harusnya di tim seniornya ternyata disuruh ke U-21," ucapnya,sambil tersenyum.

Miftahudin Mukson © 2017 Goal.com Miftahudin Mukson

"Soal pembagian tugas di timnas U-19, saya lebih ke soal teknis.Kalau mas Guntur (Cahyo Utomo, asisten pelatih Indonesia U-19)lebih ke analisis. Dan yang paling ditanamkan di timnas U-19 iniadalah disiplin. Bisa dikatakan, tim yang ini bisa menjadi generasiemas sepakbola kita, tinggal bagaimana kita mengarahkan merekasaja," tambahnya.

Pria yang kini menjabat sebagai kepala seksi Provost di PusatPolisi Militer TNI itu pun menegaskan tak ingin cepat puas denganapa yang diraihnya saat ini. Dia bertekad ingin mengembangkankarier kepelatihannya maupun militernya. Sekadar informasi, saatini Miftahudin sudah mengantongi lisensi kepelatihan B AFC.

"Ketika saya diberikan kesempatan untuk mengembangkan diri baikdi kepelatihan maupun militer, saya ingin total. Karena saya jugamewakili institusi, apalagi pimpinan kami memberikan kesempatanuntuk itu. Jadi, saya ingin keduanya berjalan beriringan dan jugatak asal-asalan," tegas pelatih berpangkat Mayor itu.

"Target saya memang ingin meningkatkan sertifikasi saya sebagaipelatih, supaya bisa belajar lagi. Kemudian ilmu-ilmu yangdidapatkan bisa diaplikasikan di tim manapun yang nanti saya akanpegang," tuturnya.

Di akhir perbincangan, Miftahudin pun memberikan pesannya kepadapara pemain dari militer yang kini masih aktif bermain, untuk terusmengembangkan diri mereka. Seperti diketahui, saat ini ada beberapapemain nasional yang juga sudah menjadi anggota TNI sepertiManahati Lestusen dan Muhammad Abduh Lestaluhu.

"Setiap generasi pasti beda situasi, beda karakteristik. Sayaberharap, generasi di bawah saya pada saat ada kesempatan untukberkarier di militer itu harus diambil, karena kesempatan itu takakan datang dua kali," pungkasnya.

More from GOAL.com

image beaconimage beaconimage beacon