Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

OPINI: Chelsea Dalam Kepungan Rival & Sejarah

logo Goal.com Goal.com 11/08/2017

Di tengah menggeliatnya kekuatan para pesaing, The Blues dibayangi oleh jebakan juara bertahan di musim kedua.

Mempertahankan gelar tidak pernah sesulit ini. Barangkali itulahyang dipikirkan oleh AntonioConte dalam menatap Liga Primer Inggris 2017/18. Chelseayang ia besut adalah tim juara bertahan Liga Primer, namun justrunuansa pesimisme yang sedang menyeruak di kubu The Blues.

Conte tentu menyadari bahwa kompetisi kasta teratas Inggris inibukanlah Serie A Italia, yang pernah ia taklukkan dalam tiga tahunberuntun dengan relatif mudah bersama Juventus. Saban tahun, LigaPrimer memang terasa kian kompetitif seiring dengan bertambahkuatnya seluruh 20 kontestan.

Sejak Manchester United membikin hat-trick juara pada musim2006/07 hingga 2008/09, belum pernah ada tim yang mampumempertahankan titel liga. Bahkan ada kecenderungan tim juarabertahan tampil jeblok di musim berikutnya. Terbaru, simakmalapetaka Chelsea di musim 2015/16 dan cerita pilu Leicester Citydi musim 2016/17. Duo reigning champion itu terpaksa memecatmanajernya di tengah musim dan masing-masing hanya sanggup finis diposisi ke-10 dan 12.

SIMAK JUGA: Prediksi Goal: Man City Juara EPL 17/18

Jebakan musim kedua itulah yang wajib diwaspadai Chelsea agartidak kembali jatuh ke lubang yang sama. Sejumlah pemain Chelseadan Conte sendiri sudah berulang kali mengatakan untuk “menghindarikesalahan serupa di era Jose Mourinho” yang menandakan bahwa merekabelum bisa melepaskan diri dari pengalaman buruk itu.

Di saat bersamaan, para rival Chelsea seperti Manchester City,Manchester United, Liverpool, Arsenal, hingga Tottenham Hotspurmenunjukkan gejala kuat bakal menjadi ancaman serius. Tidakmengejutkan jika banyak bursa taruhan mencoret Chelsea sebagaifavorit juara Liga Primer musim ini dan, sebagai gantinya, lebihmenjagokan City atau United.

Di tengah faktor non-teknis hingga para pesaing yang semakinkuat tersebut, Chelsea juga terkepung oleh problem internal.Rangkaian hasil pramusim mengecewakan di Beijing dan Singapurahingga kekalahan di Community Shield dari Arsenal pada pekan lalumembuat Chelsea diliputi keraguan menatap musim baru.

Kebijakan transfer Chelsea juga terbilang kurang menggigit.Diego Costa, striker andalan yang telah berkontribusi besar dalamtiga tahun terakhir, justru disingkirkan Conte lewat cara yangtidak gentleman. Gelandang vital Nemanja Matic dijual ke tim rival,lalu sejumlah pemain muda potensial dilepas ke klub lain. Atmosferruang ganti Chelsea juga tidak akan sama seperti sebelumnya setelahberpamitan dengan sang Captain - Leader - Legend mereka, JohnTerry.

Chelsea memang berhasil mengamankan striker top Spanyol AlvaroMorata dari Real Madrid -- pembelian termahal Chelsea sepanjangsejarah -- serta merekrut bek dan gelandang berbakat, AntonioRudiger dan Tiemoue Bakayoko. Ketiganya berpotensi menjadi penghunistarter, namun mereka masih harus beradaptasi sebelum benar-benarmendapat kepercayaan Conte.

Morata, misalnya, masih terlihat kesulitan menyatu dengan timdan bahkan publik kian skeptis dengannya setelah ia gagalmengeksekusi penalti di Community Shield. Fans Chelsea tentuberharap agar hantu Fernando Torres tidak bergentayangan di nomorpunggung Morata. Michy Batshuayi, yang bersinar dalam pramusim,berpotensi menyeruak dan mengambil alih tempat Morata. Teka-tekiseperti apa wujud lini depan Chelsea setelah era Costa berlalubakal menarik dinanti.

Conte sendiri sebetulnya patut dipertanyakan. Manajer berusia 48tahun itu dilaporkan sempat marah kepada pihak manajemen Chelseapada bulan lalu akibat sejumlah pemain idamannya tidak dipenuhioleh klub. Belakangan sikapnya melunak dan juru taktik Italia itumalah menandatangani kontrak baru hingga 2019.

Liga Champions akan menjadi tantangan rumit bagi Conte danpasukannya. Banyak pihak yang menilai keberhasilan Chelseamendominasi Liga Primer musim lalu tidak lepas dari absensi merekadi kompetisi Eropa. Conte tentu akan berupaya mematahkan anggapanitu di musim ini, namun ia masih terganjal satu hal, yaknikomposisi skuatnya yang masih terlalu ramping.

The Blues sejauh ini hanya berisikan 19 pemain di tim senior.Jumlah ini mungkin cukup untuk bertarung di level domestik, namunmereka dipastikan akan kelabakan saat mentas di Liga Champions.Tanpa penambahan personel, baik itu lewat bursa transfer maupunmempromosikan pemain akademi, Chelsea cepat atau lambat akanditerpa masalah cedera dan kebugaran yang akibatnya barang tentufatal.

Oleh sebab itu, Chelsea diperkirakan belum akan berhentiberbelanja sebelum jendela transfer ditutup tiga pekan lagi. Pemainseperti Alex Sandro, Antonio Candreva, Virgil van Dijk, RossBarkley, hingga Gareth Bale dikabarkan sudah masuk dalam bidikianChelsea. Merekrut dua-tiga pemain lagi akan memberikan ketenanganpsikologis bagi manajer, tim, maupun fans.

Beruntung, di tengah terjangan segala macam pesimisme ini, Contetetap menghadirkan harapan bagi Chelsea untuk mempertahankansinggasana Liga Primer di musim ini. Kesuksesan besar transformasitaktik di musim lalu -- dari sistem empat bek ke 3-4-3 -- menjadibukti bahwa Gary Cahill dkk. sudah berada di tangan yang tepat.

© 2017 Goal.com

"Kami sekarang sedang bekerja keras, bekerja dengan begitu kerasuntuk mempersiapkan musim yang baik. Tidak akan mudah untukmengulangi musim fantastis seperti musim lalu. Kembali finis dengan93 poin atau dengan 30 kemenangan tentu tidak akan mudah. Namunkami akan berjuang sampai akhir untuk mempertahankan gelar juara,”kata Conte.

Conte adalah sosok perfeksionis yang selalu ingin mempertahankanstandar tinggi di setiap laga dan ia akan berjuang sampai momenpenghabisan. Jika sejumlah promblematika di atas sanggup ia atasidengan segera, Conte akan membuktikan bahwa Chelsea musim ini tidakakan bernasib sama seperti Chelsea 2015 atau Leicester 2016. Supayasejarah kelam tidak mengalami repetisi.

More from GOAL.com

image beaconimage beaconimage beacon