Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Paulo Dybala & Sejarah Nomor 10 Juventus

logo Goal.com Goal.com 11/08/2017

Selegendaris apakah nomor punggung 10 di Juventus, sehingga begitu pilih-pilih menentukan siapa yang berhak memakainya?

Alih-alih memberikan pada rekrutan barunya, FedericoBernardeschi, Juventus akhirnya memutuskan untuk mewariskannomor keramat 10 pada bintang utamanya, Paulo Dybala. Sesuatu yang sebenarnya sudahbisa ditebak.

Dua musim membela Juve, Dybala yang datang sebagai seorang bocahbertalenta menjelma jadi idola baru Juventini. Dia memiliki teknikyang tinggi, visi bermain yang luas, dan tentu saja jadi pembeda diatas lapangan. Ups satu alasan lagi, La Joya juga merupakan calonfenomena.

Il numero dei fuoriclasse. Il numero della Joya. #Dybala10https://t.co/0YHqwBv6t9pic.twitter.com/s6T3U6RRNM

— JuventusFC (@juventusfc) August10, 2017

Keputusan tersebut sekali lagi menegaskan bahwa nomor 10 di Juvebukan untuk pemain sembarangan. Harus ada usaha untuk menggapainya.Hal itu pernah ditegaskan dengan sangat lantang oleh presidennya,Andrea Agnelli.

"Nomor di balik seragam itu lebih kepada usaha ketimbangkelayakan. Nomor 10 selalu menjadi mimpi bagi setiap pemain, iniadalah seragam yang anak-anak inginkan. Berdasar sejarah, nomor itujuga berarti begitu besar di klub ini. Kami harus menemukan seorangpemain dengan karakteristik khusus dan dia adalah seorang yangfenomenal," terangnya, seperti dikutip La Stampa.

Seperti dijelaskan, sejarah emas yang melekat pada parapenyandang nomor 10 di Juve, jadi alasan terbesar mengapa pihakklub begitu pilih-pilih dalam mewariskannya. Goal Indonesiakemudian mengajak Anda untuk menilik siapa saja sosok-sosok yangmembuat nomor 10 di I Bianconeri jadi begitu legendaris.

Mampukah Dybala ikuti jejak penyandang nomor 10 Juve? © 2017 Goal.com Mampukah Dybala ikuti jejak penyandang nomor 10 Juve?

SIMAK JUGA: Allegri Nyaris Resign Dari Juve

Jika ditanya siapa saja legenda terbesar Juventus, GiampieroBoniperti pasti muncul sebagai salah satunya. "Un uomo del club"jadi julukannya. Memulai karier profesional bersama Si Nyonya Tuadi usia 16 tahun, dia gantung sepatu 15 tahun kemudian di klub yangsama.

Selama periodenya, Boniperti dikenal kerap menggunakan nomorpunggung 10. Patut diingat, Serie A Italia baru menetapkan nomorpunggung secara permanen untuk satu musim penuh di musim 1995/96.Jadi sebelum itu, nomor punggung ditentukan ulang setiap kaliberlaga.

Berposisi sebagai penyerang, Boniperti sempat memegang rekorsebagai penampil terbanyak dan top skor sepanjang masa Juve lewat459 penampilan dan 182 gol. Dia punya peran krusial membawa Juveraih lima Scudetto dan sepasang Coppa Italia.

SIMAK JUGA: Dybala Bangga Kenakan Nomor 10

Sebelum ada David Trezeguet, Omar Sivori selalu dikenangJuventini sebagai pemain asing terbaik yang pernah mereka miliki.Datang dari Argentina pada 1957, pemain yang berposisi sebagaipenyerang lubang ini mencatatkan 215 penampilan dan 135 gol dalamdelapan musim masa edarnya.

Sivori yang hanya berpostur 163 centimeter dikenal sebagai sosoknomor 10 yang cepat, punya gocekan maut, dan tendangan geledek.Duetnya bersama John Charles di lini depan, menjadi salah satu yangterbaik dalam sejarah emas La Vecchia Signora.

Salah satu momen terbaiknya di Juve adalah kala mencetak enamgol dalam kemenangan 9-1 di Derby d'Italia, pada musim dingin 1961.Tiga Scudetto dan sepasang Coppa Italia, jadi persembahan terbaikSivori untuk Tim Hitam Putih.

SIMAK JUGA: Allegri Masih Terbayang Kegagalan DiMilan

Salah satu pemain terbaik dalam sejarah Prancis dan Juventus.Michel Platini merupakan salah satu playmaker terbaik yang pernahada di sepakbola. Kelebihan utamanya terletak pada kecerdasannyamembuat keputusan, ke mana bola akan bergerak.

Lima musim bepetualang di Juve, Platini hanya membuat nomorpunggung 10 semakin besar. Dia merupakan serpihan krusial dalamsalah satu periode paling membanggakan La Vecchia Omcidi, yangmemenangkan semua gelar domestik maupun internasional dalam rentang1983 hingga 1985.

Penaltinya ke gawang Liverpool di final Liga Champions 1985,terpatri abadi dalam benak Juventini di seluruh dunia. Platochejuga jadi satu-satunya pemain Juve yang sanggup memenangkan Ballond'Or tiga musim beruntun.

SIMAK JUGA: Dybala Akui Totti LegendaSejati

"Il Divin Codino" merupakan salah satu seniman sepakbola terbaikyang pernah ada. Memilik gaya eksentrik dengan kuncir kudanya,Roberto Baggio punya segala atribut untuk jadi sosok yangfenomenal. Sebagai playmaker, dia punya dribel maut, teknik tinggi,tendangan mematikan, dan visi bermain yang brilian.

Tak heran bila kepindahannya dari tim rival, Fiorentina, denganbanderol termahal dunia pada 1990 menuai begitu banyak polemik.Baggio memang sespesial itu. Dengan nomor 10 di punggungnya, diamemenuhi segala ekspektasi yang dibebankan. Tiga gelar bergengsidipersembahkan, termasuk saat jadi pemain terbaik dunia pada1993.

Sayangnya tragedi kegagalan penalti di final Piala Dunia 1994,mempengaruhi permainan Baggio. Dia tak pernah lagi jadi pemain yangsama, meski masih memesona. Juve lantas melepasnya pada 1995 dankariernya terus menurun.

SIMAK JUGA: Juve Aktifkan Klausul Pembelian SergiRoberto?

Salah satu alasan pemain sebesar Roberto Baggio bisa tergusurdari Juventus adalah karena kehadiran Alessandro Del Piero. Dibelidari Padova dengan status bocah ajaib pada 1993, Del Piero menjelmajadi legenda terbesar yang pernah dimiliki La Fidanzatad'Italia.

Del Piero mulai menggunakan nomor 10 di musim 1995/96 atau musimperdana kala Serie A menetapkan nomor punggung secara permanenuntuk satu musim. Sejatinya nomor itu sempat digunakan VladimirJugovic, tapi pihak Juve merasa Il Pinturichio lebih layak mewarisinomor peninggalan Baggio tersebut.

Bertahan hingga 19 musim lamanya, tak heran bila kemudian DelPiero memegang berbagai rekor klub. Dia merupakan pemain denganpenampilan, gol, dan jumlah gelar terbanyak untuk Juve. Momen yangtakkan dilupakan Juventini darinya tentu saja saat memutuskanbertahan bersama Le Zebre, yang didegradasi paksa ke Serie B Italiaakibat calciopoli pada 2006 lalu.

Selama periodenya, sempat muncul pandangan bahwa Juve adalah DelPiero dan sebaliknya. Pengaruh Alex yang begitu kuat, membut nomorpunggung 10 jadi semakin besar artinya.

SIMAK JUGA: Sacchi Pertanyakan Taktik Juve

Selain kelima figur legendaris yang telah disebutkan, bukanberarti pemain lain yang pernah menyandang nomor 10 di Juve dicapgagal. Juve bahkan bisa dianggap tak pernah cacat setiap kalimenunjuk pemain yang layak menggunakan nomor keramat tersebut.Hanya saja, kebesaran mereka memang tak sebanding dengan Boniperti,Sivori, Platini, Baggio, apalagi Del Piero.

Carlos Tevez dan Liam Brady jadi eks nomor 10 yang memberipengaruh cukup besar untuk Juve. Meski cuma bertahan dua musim,mereka sanggup menjaga kebesaran nomor tersebut dengan jadi aktorvital La Madama merengkuh berbagai gelar. Selain itu ada GaetanoScirea (bek), Fabio Capello (gelandang), dan Paul Pogba(gelandang), yang mampu menjaga kebesaran nomor 10 kendati takberposisi di sektor penyerangan.

Daftar penyandang nomor 10 Juventus: ??? (1897-1946), GiampieroBoniperti (1946-1961), Karl Aege Hansen (1951/52), Ermano Scramuzzi(1951/52), John Hansen (1951/52), Giorgio Bartoini (1955/56),Umberto Colombo (1955/56), Omar Sivori (1957-1965), ???(1965-1973), Fabio Capello (1973-1976), Fernando Viola (1974/75),Antonello Cuccureddu (1975/76), Gaetano Scirea (1975/76), RomeoBenetti (1976/77), ??? (1977-1982), Michel Platini (1982-87), Luigide Agostini (1987-1989), Giancarlo Marocchi (1989-1991), RobertoBaggio (1990-1995), Eugenio Corini (1991/92), Vladimir Jugovic(1995/96), Alessandro Del Piero (1996-2012), Carlos Tevez(2013-2015), Paul Pogba (2015/16), Paulo Dybala (2017-...).

More from GOAL.com

image beaconimage beaconimage beacon