Anda menggunakan browser versi lama. Silakan gunakan versi yang didukung untuk mendapatkan pengalaman MSN yang terbaik.

Pelatih Ekuador Asal Argentina Bisa Hancurkan Mimpi Messi cs

logo Tempo.co Tempo.co 10/10/2017 Tempo.co

TimnasĀ Argentina akan menghadapi laga hidup mati melawan tuan rumah Ekuador dalam pertandingan terakhir kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Amerika Latina, Rabu pagi WIB. Ini akan menjadi pertandingan yang unik karena Ekuador dilatih oleh pria asal Argentina, Jorge Celico.

Argentina saat ini berada di posisi keenam klasemen dengan nilai 25, sama dengan Peru yang ada di posisi kelima (zona play-off). Tim Tango juga terpaut satu angka dari Cile dan Kolombia di urutan ketiga dan keempat. Pada laga terakhirnya, Cile akan melawan Brasil yang sudah lolos.

Argentina sendiri diuntungkan karena pada laga pamungkas Peru dan Kolombia akan saling berhadapan. Artinya kemenangan atas Kolombia akan memastikan mereka lolos play-off. Untuk bisa masuk empat besar dan lolos langsung ke Rusia, Lionel Messi cs harus berharap Brasil bisa mengalahkan Cile.

Kemenangan atas Ekuador tak akan mudah diraih Argentina. Ekuador ditangani pelatih asal Argentina, Celico, 53 tahun, yang bertugas sejak 12 September lalu.

Lionel Messi dan pemain Timnas Argentin lain berlatih untuk menghadapi laga keualifikasi Piala Dunia 2018 di Buenos Aires, Argentina, 3 Oktober 2017. REUTERS/Martin Acosta © Reuters Lionel Messi dan pemain Timnas Argentin lain berlatih untuk menghadapi laga keualifikasi Piala Dunia 2018 di Buenos Aires, Argentina, 3 Oktober 2017. REUTERS/Martin Acosta

Celico, yang kurang dikenal di Argentina, bisa membunuh mimpi negaranya sendiri bila mampu mengantar Ekuador menang di laga nanti. Ia punya modal cukup kuat karena laga nanti akan digelar di Quito, kota di ketinggian gunung Andes dengan udara yang tipis. Tim lawan jarang bisa menang saat bermain di tempat ini.

Lalu, apa kata Celico soal laga nanti? "Nasib kadang menempatkan hal-hal tak terduga dalam jalan Anda," kata dia. "Saya punya komitmen besar untuk masyarakat Ekuador, karena saya sudah melajani karier (melatih) saya di sini."

Ia berjanji akan memastikan Ekuador memberikan yang terbaik di laga itu. "Hari ini saya harus berterima kasih dan melakukan yang terbaik, karena begitulah seharusnya," kata dia.

Ekuador kini menempati posisi kedelapan klasemen dengan nilai 20 dan sudah pasti gagal lolos ke putaran final Piala Dunia 2018.

DAILY MAIL | REUTERS

Lainnya dari Tempo.co

image beaconimage beaconimage beacon